Kualitatif dan Kuantitatif?

Banyak sekali bentuk dan cara penulisan karya ilmiah yang kita temui. Bentuk luasnya bisa berbeda, namun jiwa dan penalarannya adalah sama. Atas dasar itu yang paling penting adalah bukan mengetahui teknik-teknik pelaksanaannya, melainkan memahami dasar pikiran yang melandasinya. Pemilihan bentuk dan penulisan merupakan masalah selera dan preferensi perorangan maupun lembaga dengan memperhatikan berbagai factor lainnya, seperti masalah apa yang sedang dikaji, siapakah pembaca tulisan ini dan dalam rangka kegiatan ilmiah apa akan disampaikan.

Berdasarkan pemikiran di atas, maka untuk menyeragamkan tata cara penulisan tersebut, maka perlu diterbitkan pedoman penyusunan usulan penelitian maupun Skripsi. Hal ini dilakukan supaya pembaca mempunyai persamaan persepsi terhadap istilah atau terminologi yang berkaitan dengan penulisan skripsi.

Berbagai macam definisi penelitian-penelitian dinyatakan oleh banyak penulis. Secara umum penelitian dapat didefinisikan sebagai kegiatan manusia dalam rangka memperoleh pengetahuan secara sistematik dengan menggunakan alat-alat dan cara-cara tertentu. Secara luas suatu penelitian dapat berarti menemukan teori baru dengan menggugurkan teori lama, menambahkan sesuatu yang baru pada teori lama, atau benar-benar menemukan sesuatu yang baru yang belum ada sebelumnya.

Suatu penelitian ilmiah dapat menggunakan pendekatan kuantitatif maupun kualitatif. Pendekatan kuantitatif menggunakan alat uji statistik, maupun matematik yang sering disebut sebagai analisis deskriptif kuantitatif, sedangkan pendekatan kualitatif lebih mendasarkan pada penalaran logis (logical reasoning), pemahaman interpretasi terhadap obyek penelitian[1][1]. Bahkan pada saat ini sesuai dengan perkembangannya pendekatan kuantitatif ini tidak ada artinya sama sekali bila tanpa menggunakan pendekatan analisis kualitatif

 

Pengertian

Metode kuantitatif dan kualitatif sering dipasangkan dengan nama metode yang titradisional dan metode baru. Jadi metode kuantitatif sering dinamakan metode tradisional. Selanjutnya metoda hase kualitatif sering dinamakan sebagai metode baru.

Metode kuantitatif dinamakan metode tradisional, karena metode ini sudah cukup lama digunakan sehingga sudah mentradisi sebagai metode untuk penelitian. Metode penelitian kualitatif dinamakan sebagai metode baru karena popularitasnya belum lama. Penelitian kualitatif adalah suatu pendekatan yang juga disebut pendekatan investigasi karena biasanya peneliti mengumpulkan data dengan cara bertatap muka langsung dan berinteraksi dengan orang-orang di tempat penelitian.

Salain itu metode penelitian kualitaf dan kuantitatif juga dapat diartikan sebagai berikut: Metode Penelitian Kualitatif: Adalah metode yang lebih menekankan pada aspek pemahaman secara mendalam terhadap suatu masalah daripada melihat permasalahan untuk penelitian generalisasi. Metode Penelitian Kuantitatif: Adalah metode yang lebih menekankan pada aspek pengukuran secara obyektif terhadap fenomena social. Untuk dapat melakukan pengukuran, setiap fenomena social di jabarkan kedalam beberapa komponen masalah, variable dan indicator. Setiap variable yang di tentukan di ukur dengan memberikan symbol – symbol angka yang berbeda – beda sesuai dengan kategori informasi yang berkaitan dengan variable tersebut.

 

 

 

Perbedaan

Perbedaan mendasar dari metode penelitian kualitatif dengan metode penelitian kuantitatif yaitu terletak pada strategi dasar penelitiannya. Penelitian kuantitatif dipandang sebagai sesuatu yang bersifat konfirmasi dan deduktif, sedangkan penelitian kualitatif bersifat eksploratoris dan induktif.  Bersifat konfirmasi disebabkan karena metode penelitian kuantitatif ini bersifat menguji hipotesis dari suatu teori yang telah ada. Penelitian bersifat mengkonfirmasi antara teori dengan kenyataan yang ada dengan mendasarkan pada data ilmiah baik dalam bentuk angka. Penarikan kesimpulan bersifat deduktif yaitu dari sesuatu yang bersifat umum ke sesuatu yang bersifat khusus. Hal ini berangkat dari teori-teori yang membangunnya.

Berikut ini beberapa perbedaan antara penelitian kuantitatif (eksperimen atau non eksperimen) dan penelitian kualitatif menurut para ahli:

  1. Dari aspek sifat realitas
  2. Menurut pendekatan kuantitatif,  sifat realitas adalah: diasumsikan tunggal, nyata atau kongkrit, obyektif, terukur, eksternal, statis, dan dapat dipecah-pecah Dan diatur oleh hukum universal (meskipun  kenyataan bersifat probabilistic)
  3. Menurut pendekatan kualitatif, sifat realitas adalah: diasumsikan ganda, rumit, semu, dinamis (mudah berubah), subyektif, dan dikonstruksi, holiskik, dan kebenaran realitas bersifat realitif.
    1. Dari aspek hukum penelitian dengan yang diteliti
    2. Menurut pendekatan kuantitatif, adalah: hubungannya berjaraj,independen, bahkan sering tanpa kontak; penelitian merasa lebih tinggi: waktu penelitian pendek
    3. Menurut pendekatan kualitatif, adalah: hubungannya empati, interaksi, akrab; kedudukan antara yang diteliti dengan peneliti sama, bahkan sebagai guru, teman akrab; waktu penelitian relatif sama.
      1. Dari aspek hubungan variabel penelitian
      2. Menurut pendekatan kuantitatif, adalah hubungan antara variable adalah hubungan sebab akibat atau kausal (sebab nyata atau variable bebas yang mendahului akibatnya atau variable terikat)
      3. Menurut pendekatan kualitatif, adalah semua entitas secara simultan saling mempengaruhi, sehingga penelitian tak mungkin membedakan sebab akibat. Jadi hubungannya interaktif antara variabel atau aspek yang dikaji atau tidak ada yang menjadi variable bebas dan variable terikat.
        1. Dari aspek usulan desain penelitian
        2. Menurut pendekatan kuantitatif, adalah desainnya luas dan rinci, leteratur yang sesuai dengan masalah dan variable penelitian, prosedur yang spesifik dengan langkah-langkah yang rinci, masalah dirumuskan dengan spesifik dan jelas, hipotesis dirumuskan dengan jelas, tidak akan berubah selama proses penelitian.
        3. Menurut pendekatan kualitatif, adalah desainnya singkat literatur yang digunakan  sifatnya sementara atau bukan sebagai pedoman utama, prosedur bersifat umum, seperti merencanakan piknik, masalah sifatnya sementara (umum) dan bisa berubah setelah dilapangan, tidak merumuskan hipotesis penelitian, focus penelitian ditetapkan setelah diperoleh data awal dilapangan. (Arifin: 2010)

 

Kesimpulan

Jenis Metode Penelitian kuantitatif banyak menggunakan hitungan, statistik, dan tabel, dengan kaidah-kaidah tertentu. Biasanya, Penelitian kuantitatif ini menggunakan teknik pengumpulan data dengan quesioner. Penelitian kuantitatif sering digunakan dalam berbagai disiplin ilmu, baik ilmu-ilmu alam maupun ilmu sosial seperti biologi, fisika, kimia, matematika, sosiologi, jurnalisme, ekonomi, dan lain sebagainya. Metode penelitian ini berbeda dengan metode penelitian kualitatif karena menggunakan hitungan-hitungan, sedangkan metode penelitian kualitatif menggunakan kata-kata atau deskripsi.

Sifat-sifat yang terdapat dalam Penelitian kuantitatif antara lain berisi penghitungan besaran atau jumlah, pengukuran tingkat kejadian, pembuktian sesuatu, prediksi suatu variabel berdasarkan variabel lain, tindakan atau eksperimen, dan pembuktian suatu hipotesa. Penelitian yang digunakan untuk Penelitian Kuantitatif  ini merupakan penelitian yang sistematis terhadap fenomena-fenomena yang terjadi beserta hubungan-hubungannya. Penelitian kuantitatif sendiri bertujuan untuk mengembangkan dan menggunakan teori-teori, model-model matematis, dan hipotesis yang berhubungan dengan fenomena alam. Bagian sentral dari penelitian ini adalah proses pengukurannya karena ini dapat memberikan hubungan yang fundamental antara ekspresi matematis dan pengamatan empiris dari hubungan-hubungan kuantitatif.

Selanjutnya  perlu diketahui bahwa metode penelitian kuantitatif mempunyai cakupan yang sangat luas. Secara umum metode penelitian ini dibedakan menjadi dua, yaitu eksperimental dan noneksperimental. Penelitian eksperimental terdiri dari beberapa bagian, antara lain eksperimen kuasi, subjek tunggal, dan sebagainya. Sedangkan penelitian  non eksperimental terdiri berupa komparatif, deskriptif, survey, korelasional, dan lain sebagainya. Anda dapat menentukan penelitian kuantitatif  mana yang akan anda gunakan dalam skripsi anda. Hal ini tergantung pada objek atau data yang anda pakai dalam penelitian.

 

 

*) Penulis adalah Tehan Prayudi, ditulis sebagai tugas Mata Kuliah Metodologi Penelitian dengan dosen pengampu Afid Burhanuddin, M.Pd.


 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s