Konsep Dasar Penelitian

Penelitian pada dasarnya adalah suatu kegiatan atau proses sistematis untuk memecahkan masalah yang dilakukan dengan menerapkan metode ilmiah. Oleh karena itu, sebelum pembahasan tentang hakikat penelitian perlu dijelaskan terlebih dahulu hakikat metode ilmiah (scientific methods). Tujuan dari semua usaha ilmiah adalah untuk menjelaskan, memprediksikan, atau mengontrol fenomena. Tujuan ini didasarkan pada asumsi bahwa semua perilaku dan kejadian adalah beraturan dan bahwa semua akibat mempunyai penyebab yang dapat diketahui. Kemajuan ke arah tujuan ini berhubungan dengan perolehan pengetahuan dan pengembagan serta pengujian teori-teori. Dibandingkan dengan sumber pengetahuan yang lain, seperti pengalaman, otoritas, penalaran induktif, dan penalaran deduktif, penerapan metode ilmiah tidak diragukan, paling efisien, dan paling terpercaya. Banyak masalah diasosiasikan dengan pengalaman dan otoritas sebagai sumber pengetahuan yang secara grafis diilustrasikan oleh sebuah cerita tentang Aristoteles. Menurut cerita, suatu hari Aristoteles menangkap seekor lalat dan secara hati-hati menghitung dan menghitung kembali kakinya. Tidak se-orang pun meragukan kata-kata Aristoteles. Untuk beberapa tahun penemuannya diterima secara tidak kritis. Karena lalat yang ditangkap Aristoteles telah mengalami kejadian kakinya hilang satu. Apakan anda percaya atau tidak cerita tersebut, itu telah memberikan ilustrasi keterbatasan bertumpu pada pengalaman seseorang dan otoritas sebagai sumber ilmu pengetahuan.

Metode ilmiah merupakan suatu proses yang sangat beraturan yang memerlukan sejumlah langkah yang berurutan: pengenalan dan pendefinisian masalah, perumusan hipotesis, pengumpulan data, analisis data, dan pernyataan kesimpulan mengenai diterima dan ditolaknya hipotesis. Langkah-langkah tersebut dapat diterapkan secara informal, seperti mengambil rute yang paling efisien dari rumah untuk bekerja atau ke sekolah, atau waktu yang terbaik untuk pergi ke bank. Penerapan yang lebih formal dari metode ilmiah untuk pemecahan berbagai masalah adalah semua yang dilakukan oleh penelitian.

 

METODE PENELITIAN

Metode penelitian adalah semua asas, peraturan dan teknik-teknik yang perlu diperhatikan dan diterapkan dalam usaha pengumpulan data dan anlisis

*(Dolet Unaradjan pada halaman 1-2).

Definisi itu menimbulkan pertanyaan, apakah keterangannya benar-benar memberikan penjelasan mengenai pengertian metode penelitian? Dengan kata lain, apakah definisinya memberi pengetahuan kepada kita sebagai apa metode penelitian itu? Untuk mengetahui metode penelitian terlebih dahalu, kita perlu mengetahui bagaimana definisi ditemukan atau bagaimana konsep diperlukan serta mencoba menelusuri bagaimana terjadinya konsep metode penelitian. Berdasarkan semua pertanyaan itu berarti definisi metode penelitian terlalu luas sehingga tidak dapat menjelaskan siapa yang patut menggunakan istilah metode penelitian?  Definisi itu bermanfaat karena definisi bukan merupakan sumber atau pangkal tolak pengetahuan, melainkan definisi sebenarnya adalah perjanjian pemakaian konsep tentang sesuatu.

Jadi, dalam konteks, semua asas, peraturan dan tehnik-tehnik tertentu perlu diperhatikan dan diterapkan dalam usaha pengumpulan data dan analisis, mengandung makna, dalam penggunaan konteks itu boleh dipakai istilah metode penelitian.

Metode penelitian merupakan elemen utama ketiga yang terdapat dalam pendekatan penelitian adalah metode spesifik pengumpulan dan analisis data dalam suatu studi. Ada manfaatnya untuk memperhatikan posibilitas pengumpulan data dalam suatu studi.

Peneliti mengumpulkan data menggunakan instrumen atau tes (seperti suatu kuisioner) tentang sikap terhadap harga diri (self esteem) atau memperoleh informasi menggunakan daftar cek perilaku (behavioral cheklist) (seperti, peneliti mengamati seseorang pekerja yang sibuk menggunakan ketrampilan kompleks) . Di pihak lain pada akhir kontinum, mungkin melibatkan kunjungan ke suatu tempat penelitian dan pengamatan perilaku individunya tanpa pertanyaan yang dipersiapkan sebelumnnya atau melaksanakan suatu wawancara, di mana individu dipersilahkan berbicara secara terbuka tentang suatu topik secara luas tanpa menggunakan pertanyaan khusus. Pemilihan metode oleh seorang tergantung pada tujuannya, apakah untuk lebih mengkhususkan jenis informasi yang akan dikumpulkan dalam melanjutkan studi. Jenis data mungkin juga berupa informasi angka-angka/numerik yang dikumpulkan melalui skala instrumen atau lebih dari itu berupa informasi teks, catatan, atau laporan pendappat partisipan. Dalam banyak bentuk pengumpulan data, data instrumen, baik kuantitatif maupun kualitatif dikumpulkan. Data instrumen dapat dilengkapi dengan observasi terbuka (open ended), atau data sensus yang dapat diikuti dengan wawancara eksploratori mendalam (in-depth exploratory interviews).

 

HAKEKAT PENGERTIAN ILMIAH

Metode ilmiah  atau proses ilmiah merupakan proses keilmuan untuk memperoleh pengetahuan secara sistematis berdasarkan bukti fisis. Ilmuwan melakukan pengamatan serta membentuk hipotesis dalam usahanya untuk menjelaskan fenomena alam prediksi yang dibuat berdasarkan hipotesis tersebut kemudian diuji dengan melakukan eksperimen. Jika suatu hipotesis lolos uji berkali-kali, maka hipotesis tersebut dapat menjadi suatu teori ilmiah.

Penelitian ilmiah berfokus pada metode yang kokoh untuk mengidentifikasi permasalahan, mengumpulkan data, menganalisis data dan menarik kesimpulan yang valid. Penelitian ilmiah bersifat lebih obyektif karena tidak berdasarkan pada perasaan, pengalaman dan intuisi peneliti semata yang bersifat subyektif. Penelitian ilmiah melibatkan theory construction dan theory verification.konstruksi teori yang akan digunakan untuk mengembangkan suatu hipotesis yang relevan dengan struktur teorinya. Selanjutnya dengan menggunakan fakta, maka hipotesis tersebut diuji secara empiris.

 

  • Karakterisasi

Metode ilmiah bergantung pada karakterisasi yang cermat atas subjek investigasi. Dalam proses karakterisasi, ilmuwan mengidentifikasi sifat-sifat utama yang relevan yang dimiliki oleh subjek yang diteliti. Selain itu, proses ini juga dapat melibatkan proses penentuan (definisi) dan pengamatan-pengamatan yang dimaksud seringkali memerlukan pengukuran dan perhitungan yang cermat. Proses pengukuran dapat dilakukan terhadap objek yang tidak dapat diakses atau dimanipulasi seperti bintang atau populasi manusia. Hasil pengukuran secara ilmiah biasanya ditabulasikan dalam table. Digambarkan dalam bentuk grafik atau dipetakan dan diproses dengan penghitungan statistika seperti korelasi dan regresi.

Ada empat contoh karakteristik penelitian ilmiah :

 

1.    Sistematik

Berarti suatu penelitian harus disusun dan dilaksanakan secara berurutan sesuai pola dan kaidah yang benar, dari yang mudah dan sederhana sampai yang kompleks.

Penelitian didefinisikan oleh banyak penulis sebagai suatu proses yang sistematik. McMillan dan scumacher (1989) dalam Wiersma(1991:7) mendefinisikan penelitian sebagai “suatu proses sistematik pengumpulan penganalisisan informasi  (data) untuk berbagai tujuan”. Sementara Kerlinger (1990: 17) mendefinisikan penelitian ilmiah sebagai “penyelidikan sistematik, terkontrol, empiris, dan kritis tentanng fenomena sosial yang dibimbing oleh teori dan hipotesis tentang dugaan yang berhubungan dengan fenomena tersebut”. Penelitian menggunakan metode ilmiah, penyelidikan pengetahuanmelalui metode pengumpulan, analisis, interpretasi data. Dikaitkan dengan metode ilmiah, suatu prosespenelitian sekurang-kurangnya berisi suatu rangkaian urutan langkah-langkah.

2.    Logis

Suatu penelitian dikatakan benar bila dapat diterima akal dan berdasarkan fakta empirik. Pencarian kebenaran harus berlangsung menurut prosedur atau kaidah bekerjanya akal yaitu logika.

3.    Empirik

Artinya suatu penelitian yang didasarkan pada pengalaman sehari-hari, yang ditemukan atau melalui hasil coba-coba yang kemudian diangkat sebagai hasil penelitian. Landasan empirik ada tiga yaitu :

a)      Hal-hal empirik selalu memiliki persamaan dan perbedaan (ada penggolongan atau perbandingan satu sama lain).

b)      Hal-hal empirik selalu berubah-ubah sesuai dengan waktu.

c)      Hal-hal empirik tidak bisa secara kebetulan,melainkan ada penyebabnya.

4.    Replikatif

Artinya suatu penelitian yang pernah dilakukan harus di uji kembali oleh peneliti lain dan harus memberikan hasil yang sama bila dilakukan dengan metode, kriteria, dan kondisi yang sama. Agar bersifat replikatif, penyusunan definisi operasional variable menjadi langkah penting bagi seorang peneliti.

 

  • Langkah-Langkah metode ilmiah

Langkah-langkah yang terdapat pada metode ilmiah antara lain:

  1. Memilih dan mendefinisikan masalah
  2. Survey terhadap data yang tersedia
  3. Memformulasikan hipotesa
  4. Membangun kerangka analisa serta alat-alat dalam menguji hipotesa
  5. Mengumpulkan data primer
  6. Mengolah, menganalisa serta membuat interpretasi
  7. Membuat generalisasi dan kesimpulan
  8. Membuat laporan

Pelaksanaannya ini meliputi enam tahap :

  1. Rumusan masalah.
  2. Mengumpulkan keterangan, yaitu segala informasi yang mengarah dan dekat pada pemecahan masalah. Sering juga disebut mengkaji teori atau kajian pustaka.
  3. Menyusun hipotesis yang merupakan kesimpulan sementara yang berdasarkan data atau keterangan yang diperoleh selama observasi atau telaah pustaka.
  4. Menguji hipotesis dengan melakukan percobaan atau penelitian.
  5. Mengolah data (hasil) percobaan dengan menggunakan metode statistic untuk menghasilkan kesimpulan. Hasil penelitian dengan metode ini adalah data yang objektif, tidk dipengaruhi subyektifitas ilmuwan peneliti dan universal.
  6. Menguji kesimpulan untuk meyakinkan kebenaran hipotesis melalui hasil percobaan dan perlu juga dilakukan uji ulang. Apabila hasil uji mendukung hipotesis, maka hipotesis itu bias menjadi kaidah (hukum) dan bahkan menjadi teori.

 

 

PERAN METODE ILMIAH DAN PENGEMBANGAN ILMU

Penelitian ilmiah adalah penelitian yang mengandung unsurunsur ilmiah atau keilmuan di dalam aktivitasnya. Ostle pada Nazir (1999), menyatakan penelitian yang dilakukan dengan menggunakan metode ilmiah (scientific methode) disebut penelitian ilmiah, mengandung dua unsur penting yakni; unsur pengamatan (observation) dan unsur nalar (reasoning). Penelitian ilmiah juga berarti penyelidikan yang sistematis, terkontrol, empiris, dan kritis tentang fenomena‐fenomena alami, dengan dipandu oleh teori‐teori dan hipotesis‐hipotesis tentang hubungan yang dikira terdapat diantara fenomena‐fenomena itu (Kerlinger, 2000). Penelitian ilmiah merupakan mesin yang memproses produk ilmu pengetahuan. Dapat disimpulkan bahwa Penelitian ilmiah merupakan serangkain kegiatan sistematis yang didasarkan pada metode ilmiah dengan tujuan mendapatkan jawaban secara ilmiah terhadap permasalahan atau pertanyaan penelitian yang diajukan sebelumnya. Tentunya ada banyak cara menemukan jawaban yang dimaksud, variasi cara penelitian terjadi tidak hanya dalam penelitian ilmiah terjadi tidak hanya dalam penelitian dalam bidang yang sama, malahan tentang yang sama.

Menurut (Sugiyono,1999) Ilmiah berarti kegiatan penelitian didasarkan pada ciri‐ciri keilmuan, diantaranya:

1. Rasional: penyelidikan ilmiah adalah sesuatu yang masuk akal dan terjangkau oleh penalaran manusia. Polisi menyelidiki kasus pencurian dan menemukan pencuri adalah contoh yang masuk akal, tetapi paranormal menemukan dalam menemukan pencuri atau barang yang hilang adalah tindakan yang tidak masuk akal manusia.

2. Empiris: menggunakan cara‐cara tertentu yang dapat diamati orang lain dengan menggunakan panca indera mereka. Paranormal berusaha menemukan pesawat yang jatuh di Sibolangit bukan merupakan cara empiris, karena tidak kita dapat mengamati bagaimana proses paranormal tersebut dalam menemukan pesawat tersebut.

3. Sistematis: menggunakan proses dengan langkah‐langkah logis. Proses yang dilakukan dalam penelitian ilmiah berawal dari penemuan masalah, merujuk teori, mengemukakan hipotesis, mengumpulkan data, menganalisis data, dan membuat kesimpulan .

Beberapa karakteristik umum yang dimiliki Metode Ilmiah :

• Kritis dan Analitis : Mendorong suatu kepastian dan proses penyelidikaan untuk megidentifikasi masalah dan solusinya.

• Logis : Merujuk pada metode dari argumentasi ilmiah dan kesimpulan rasional dari bukti‐ bukti yang ada.

• Objektif : Bahwa yang diperoleh ilmu lain akan sama apabila studi yang samaadilakukan padaa kondisi yang sama.

• Konseptual dan teoritis : Menuntun dan mengarahkan upaya penelitian.

• Empiris : Bersandar pada realitas.

• Sistematis : Prosedur yang cermat dan aturan baku

 

KESIMPULAN

Melalui makalah ini semoga pembaca dapat mengikuti beberapa jenis langkah penelitian sesuai dengan hal di atas. Di buku yang saya ambil untuk menjadi referensi ini setiap metode di bahas secara rinci melalui konsep dasar sampai contoh penerapan di lapangan. Saya harap dengan makalah ini bisa bermanfaat untuk meningkatkan penelitian di kalangan mahasiswa,dosen secara khusus dan masyarakat pada umumnya.

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Wuisman, J.J.J.M. Dr. 1998. Materi Kuliah Lisan Metode Penelitian Ilmu Sosial. Dirangkum penulis saat mengikuti kuliah di fakultas Pascasarjana Universitas Indonesia.

Gall, Meredith D., Gall, Yoyce, and Borg, Walter R. Educational Research: An Introduction. Boston: Pearson Education, Inc.

Metodologi penelitian pendidikan: kuantitatif dan kualitatif/Emzir Ed. 1-1.-Jakarta:PT RajaGrafindo Persada, 2008.

Pengantar Metode Penelitian Ilmu Sosial Diterbitkan Oleh Penerbit PT Grasindo, Anggota Ikapi, Jakarta, 2000

 

 

 

_______________

 

Oleh: Franky Faisal Agustia

(Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Metodologi Penelitian dosen pengampu Afid Burhanuddin, M.Pd.)

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s