Jenis Penelitian

Penelitian adalah suatu bentuk pengajuan atau penawaran sebuah gagasan atau pemikiran untuk menemukan jawaban suatu masalah secara sistematis, metodologis dan komprehensif, dengan maksud, izin, dan sebagainya kepada pihak-pihak terkait. Penelitian mempunyai tujuan yang terfokus pada pemecahan masalah dan mengikuti suatu metode yang tepat, terorganizir, logis dan tepat. Oleh karena itu jika kita akan mengajukan penelitian harus mempunyai jenis penelitian yang jelas dilihat dari berbagai sudut pandang. Kejelasan dalam hal jenis ini akan mengarahkan kita pada sikap yang jelas sehingga dapat memberikan argumen yang tegas dilandasi dengan logika yang tepat. Hal ini menjadi sangat penting ketika kita berhadapan dengan pihak-pihak yang memberikan persetujuan.

 

RAGAM/JENIS-JENIS PENELITIAN

Penelitian merupakan salah satu penunjang dalam perkembangan ilmu pengetahuan, tanpa adanya penelitian ilmu pengetahuan tidak akan bertambah maju. Ada tiga syarat penting yang harus diperhatikan dalam melakukan penelitian, yaitu:

  1. Sistematis, artinya dilaksanakan menurut pola tertentu dari yang paling sederhana sampai kompleks hingga tercapai tujuan secara efektif dan efisien.
  2. Berencana, artinya dilaksanakan dengan adanya unsur kesengajaan dan sebelumnya sudah dipikirkan langkah-langkah pelaksanaannya.
  3. Mengikuti konsep ilmiah, artinya mulai awal sampai akhir kegiatan penelitian mengikuti cara-cara yang sudah ditentukan, yaitu prinsip yang digunakan untuk memperoleh ilmu pengetahuan.

Jenis penelitian relatif sangat beragam dan tergantung dari aspek mana penelitian tersebut diklasifikasikan. Ketiadaan kesepakatan dalam pengklasifikasian tersebut bertolak dari adanya perbedaan sudut pandang dari para ahli dalam pengklasifikasiannnya dengan aspek penelitian itu sendiri.

Dan dari beberapa sudut pandang yang digunakan untuk menggolongkan penelitian menjadi bermacam-macam jenis. Dibawah ini rincian jenis-jenis penelitian ditinjau dari berbagai sudut pandang yaitu:

 

PENELITIAN DITINJAU DARI TUJUAN

Jenis penelitian ditinjau dari tujuan adalah penelitian verifikatif yaitu penelitian yang bertujuan untuk mengecek kebenaran hasil penelitian. jenis penelitian berdasarkan sudut pandang tujuan juga dapat dilihat dari tujuan umum dan tujuan pemakainya.yang dapat diuraikan yaitu:

  1. Berdasarkan Sudut pandang tujuan umum.

Berdasarkan tinjauan dari sudut pandang umum dapat digolongkan menjadi tiga yaitu:

  1. Eksploratif research (penelitian eksploratif)

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi sebanyak-banyaknya dan seluas-luasnya pada objek yang belum begitu banyak diketahui. Penelitian ini berguna memberikan informasi secara garis besar, atau juga sebagai langkah awal untuk penelitian yang lebih mendalam. Sebagai contoh penelitian eksploratif yang berkaitan dengan disiplin ilmu humaniora, ekonomi dan biologi adalah

  • Kehidupan masyarakat suku terasing didaerah  X
  • Distribusi jenis barang Y di Jakarta
  • Vegetasi penyusun lereng selatanbGunung Merapi

 

 

  1. Developmental research (penelitian developmental)

Penelitiaan ini bertujuan untuk mendapatkan pengetahuan lanjutan yang lebih detail dari pengetahuan yang sudah ada sebelumnya. Penelitian ini dapat berupa penelitian kelanjutan dari penelitian eksplorasi. Dan pada penelitian ini dilakukan percobaan dan selanjutnya dilakukan penyempurnaan.

  1. Verificative research (penelitian verifikatif)

Penelitian yang bertujuan untuk menguji manifestasi yang ada. Manifestasi atu pendapat umum ini bersifat ilmiah atau yang belum bersifat ilmiah. Manifestasi yang sudah bersifat ilmiah dapat dilakukan penelitian verifikatif karena adanya perkembangan multidisipliner sehingga konsep lama yang bersifat ilmiah pun perlu diverifikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengecek kebenaran hasil penelitian yang sudah dilakukan.

 

  1. Berdasarkan sudut pandang tujuan pemakainya.

Jenis penelitian berdasarkan sudut pandang tujuan pemakainya dapat digolongkan menjadi dua yaitu : penelitian dasar dan penelitian terapan.

v Penelitian dasar yaitu : penelitian yang bertujuan untuk memahami masalah secara mendalam guna mendapatkan konsep baru ataupun mengevaluasi dan mengembangkan konsep yang sudah ada sebelumnya. Penelitian ini tidak memiliki kepraktisan dan menghasilkan teoritik sebagai landasan bagi penelitian terapan. Dengan kata lain penelitian dasar ialah penelitian yang diarahkan sekedar untuk memahami sesuatu secara mendalam tanpa bermaksud untuk menerapkannya / didasarkan semata-mata hanya untuk mngetahuinya saja.

Hasil dari penelitian dasar adalah pengetahuan umum dan hukum – hukum. Pengetahuan umum ini merupakan alat untuk memecahkan masalah – masalah praktis dan penelitian murni tidak dibayang – bayangi oleh pertimbangan penggunaan dari penemuan tersebut untuk masyarakat, perhatian utamanya adalah kesinambungan dari integritas dari ilmu dan filosofis.

 

v Penelitian terapan yaitu : diarahkan untuk mendapatkan informasi guna  pemecahan masalah penelitian yang bersifat fungsional dan dapat digunakan untuk mengatasi permasalahan praktis yang timbul ataupun menghasilkan suatu produk yang memiliki fungsi praktis lainnya. Penelitian terapan dilakukan dengan tujuan menerapkan, menguji, dan mengevaluasi kemampuan suatu teori yang diterapkan dalam memecahkan masalah-masalah praktis.

Dalam praktiknya,penelitian terapan tidak dapat dilepaskan dari teori – teori terutama untuk memberikan landasan berpijak / dari sudut mana pemecahan suatu masalah dibahas atau diungkapkan.

 

Ciri – ciri penelitian terapan

ü  Penelitian terapan merupakan kegiatan ilmiah untuk menemukan kebenaran yang objektif dan didukung dengan data empiris

ü  Penelitian terapan memerlukan penggunaan metode yang tepat / relevan

ü  Penelitian terapan perlu mempergunakan teori-teori dan pengalaman yang bersifat terpakai

ü  Data yang terkumpul harus lengkap dan objektif

ü  Penelitian terapan tidak hanya menyajikan data, tetapi harus disertai juga dengan pengolahan data, baik secara kuantitatif maupun kualitatif

ü  Penelitian terapan perlu dilaporkan secara jelas dan sistematis, dengan mengikuti pola berfikir ilmiah yang objektif, rasional dan dapat dipertanggungjawabkan

ü  Penelitian terapan memiliki berbagai kekurangan (hadari nawawi,1996:9-18)

 

PENELITIAN DI TINJAU DARI PENDEKATAN

  1. Pendekatan Longitudinal

Pada metode ini, sample subjek yang sama dipelajari dalam waktu tertentu. Metode ini memungkinkan adanya penyelidikan intensif terhadap individu karena peneliti menyimpulkan data tentang subjek yang sama pada berbagai tingkatan. Kelemahan metode ini, antara lain:

a)      Menuntut adanya komitmen dari individu atau lembaga yang bersedia menyediakan waktu, uang dan sumber daya lainnya selama beberapa tahun.

b)      Jika dampel yang dipilih jelek, tak ada yang bisa dilakukan untuk memperbaikinya.

c)      Tidak dapat menambah variabel baru.

d)     Sulitnya mempertahankan kerjasama subjek dalam waktu yang lama.( diunduh pada minggu 7 april 2013 pukul 21:25)

 

  1. Pendekatan Cross-sctional

Metode ini meliputi lebih banyak subjek, tetapi mencandra faktor-faktor pertumbuhan yang lebih sedikit. Kelemahan dari metode ini adalah:

ü  Perbedaan yang ada pada sampel-sampel  dapat membuat penyidikan ini sangat luas.

ü  Kemungkinan adanya variabel luar yang telah menimbulkan perbedaan diantara populasi-populasi yang ditarik sampelnya. (diunduh pada minggu 7 april 2013 pukul 21:25)

 

Menurut pendekatannya, penelitian dapat digolongkan meliputi metode survey,case study, neutralistik, policy research, action research, evaluasi dan sejarah yang dapat diuraikan sebagai berikut :

v  Survey Resarch yaitu penelitian yang menggunakan metode survei berfungsi untuk mengambil generalisasi dari pengamatan yang tidak mendalam.

v  Case study yaitu penelitian untuk merumuskan suatu kasus atau kejadian dengan menggunakan prinsip logika kausalitas (sebab akibat).

v   Experimental yaitu penelitian dengan melakukan percobaan untuk mengetahui pengaruh satu atau lebih variabel tertentu terhadap variabel yang lain secara terkontrol. Untuk menghindarkan adanya kemungkinan faktor penganggu atau pengaruh variabel lain maka percobaan dilakukan dilaboratorium.

v  Naturalistic reseach yaitu penelitian pada kondisi objek ilmiah.

v  Policy research yaitu penelitian yang dilakukan terhadap masalah-masalah sosial yang mendasar. Dan memerlukan analisa yang mendalam sehingga hasil penelitian dapat melakukan prediksi. Hasil penelitian ini direkomendasikan kepada pembuat keputusan yang berguna dalam hal perencanaan.

v  Action research yaitun pengujian prosedur yang mengikat tindakan suatu individu atau kelompok yang akan menghasilkan perubahan perilaku, situasi dan organisasi.guna untuk mengetahui tindakan yang dihasilkan suatu prosedur.

v  Evaluation research yaitu untuk membandingkan suatu kegiatan, kejadian dan produk dengan standar yang telah ditetapkan. Penelitian ini bersifat memberikan penilaian.

v  Historical research (sejarah) yaitu berkenaan dengan analisis yang logis terhadap kejadian-kejadian dimasa lalu. Penelitian ini bertujuan untuk merekonstruksi sejarah masa lalu. (dalam awangga.N.suryaputra,2007.Desain Proposal Penelitian. Yogyakarta: pyramid publisher)

 

 

PENELITIAN DI TINJAU DARI BIDANG ILMU

 

Ragam penelitian ditinjau dari bidangnya adalah penelitian terhadap pendidikan, keteknikan, ruang angkasa, pertanian, perbankan, kedokteran, keolahragaan dan sebagainya.

Ilmu dapat dibentuk lewat penelitian induktif atau penelitian deduktif. Diterangkan secara sederhana, penelitian induktif adalah penelitian yang menghasilkan teori atau hipotesis, sedangkan penelitian deduktif merupakan penelitian yang menguji (mengetes) teori atau hipotesis (Buckley dkk., 1976: 21). Penelitian deduktif diarahkan oleh hipotesis yang kemudian teruji atau tidak teruji selama proses penelitian. Penelitian induktif diarahkan oleh keingintahuan ilmiah dan upaya peneliti dikonsentrasikan pada prosedur pencarian dan analisis data (Buckley dkk., 1976: 23).      

Penelitian ditinjau dari bidang ilmu yang diteliti yaitu :

  • Penelitian Sosial, secara khusus meneliti bidang sosial: Ekonomi, Pendidikan, Hukum, dsb.
  • Penelitian Eksakta, secara khusus meneliti bidang eksakta: Kimia, Fisika, Teknik, dsb.
  • ·         Engineering

 

PENELITIAN DI TINJAU DARI TEMPATNYA.

Seperti disebutkan dalam kalimat pertama sebagai pembuka buku ini, bahwa penelitian memang banyak dilakukan di laboratorium. Untuk masa sekarang yang bisa diteliti dilaboraturium bukan monopoli ilmu pengetahuan alam saja, tetapi banyak bidang, termasuk penelitian bahasa.

Selain penelitian dilaboraturium, penelitian diperpustakaan juga banyak dilakukan. Analisis isi buku (content analysys) merupakan kegiatan yang cukup mengasikkan. Penelitian ini akan menghasilkan suatu kesimpulan tentang gaya bahasa buku, kecenderungan isi buku, tata tulis, lay-out, dan sebagainya.

Penelitian yang paling banyak dilakukan adalah penelitian kancah atau penelitian lapangan. Sesuai dengan bidangnya, maka kancah penelitian akan berbeda-beda tempatnya. Peneitian pendidikan mempunyai kancah bukan saja disekolah tetapi dapat dapat dikeluarga, masyarakat, pabrik, rumah sakit, asal semua mengarah terhadap tercapainya tujuan pendidikan.

 

PENELITIAN DI TINJAU DARI HADIRNYA VARIABEL

 

Variabel adalah hal-hal yang menjadi objek penelitian, yang ditatap dalam suatu kegiatan penelitian (points to be noticed), yang menunjukkan variasi, baik secara kuatitatif maupun kualitatif.

Penelitian ditinjau dari hadirnya variabel dapat dilihat dari:

  1. Penelitian  Variabel Masa Lalu

Yang dimaksud dengan penelitian masa lalu adalah penelitian tentang variabel yang kejadiannya sudah terjadi sebelum penelitian dilaksanakan.

  1. Penelitian Ex Post Facto

Suatu penelitian yang dilakukan untuk meneliti suatu peristiwa yang telah terjadi dan kemudian merunut kebelakang melalui data tersebut untuk menemukan faktor-faktor yang mendahului atau menemukan sebab-sebab yang mungkin atas peristiwa yang diteliti.

 

 

 

  1. Penelitian Eksperimen

Suatu penelitian yang berusaha mencari pengaruh variable tertentu terhadap variable yang lain dalam kondisi yang terkontrol secara pasti dan umumnya dilakukan pada laboratorium.

 

Macam-macam variabel                                             

  1. Variabel independen : sering disebut variabel stimulus, prediktor, atau anteceden, variabel bebas yaitu variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel dependen (terikat)
  2. Variabel dependen : sering disebut variabel output, kriteria, konsekuen, variebel terikat yaitu variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat kerena adanya variabel bebas.
  3. Variabel moderator : variabel yang mempengaruhi (memperkuat atau memperlemah) hubungan antara variabel independen dengan dependen. Atau disebut variabel independen ke-dua.
  4. Variabel intervening : variabel yang secera teoritis mempengaruhi hubungan antara variabel independen dengan dependen, menjadi hubungan yang tidak langsung dan tidak dapat diamati dan diukur. Variabel penyela sehingga variabel independen tidak langsung mempengaruhi berubahnya atau timbulnya variabel dependen.
  5. Variabel Kontrol : variabel yang dikendalikan atau disebut konstan sehingga pengaruh variabel independen terhadap dependen tidak dipengaruhi oleh faktor luar yang tidak diteliti. Digunakan bila akan melakukan penelitian yang bersifat membandingkan.

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Arikunto suharsimi.2010.Prosedur penelitian.Jakarta.:Pt Rineka cipta

Awangg N.suryaputra.2007.desain proposal penelitian.yogyakarta:pyramidpubliser

 

 

 

 

______________

 

Oleh: Eka Puji Priyantini

(Ditulis untuk memenuhi tugas mata kuliah metodologi penelitian dengan dosen pengampu Afid Burhanuddin, M.Pd.)

 

Iklan

One thought on “Jenis Penelitian”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s