Hakikat dan Konsep Dasar Penelitian

Perkembangan dan pengembangan ilmu pengetahuan mensyaratkan dan mengharuskan adanya penelitian. Tanpa sebuah penelitian, ilmu pengetahuan tidak akan hidup dan akan diragukan kebenarannya. Sehingga sebuah penelitian akan menjadi tolok ukur seberapa besar kegunaan, hakikat penelitian dan peran penelitian dalam pengembangan ilmu.

Kegiatan penelitian merupakan upaya untuk merumuskan masalah, mengajukan pertanyaan- pertanyaan, dan mencoba menjawab pertanyaan- pertanyaan tersebut. Untuk menjawab pertanyaan tersebut dengan cara menemukan fakta- fakta dan memberikan penafsiran yang benar. Tetapi  penelitian akan menjadi lebih dinamis apabila dilakukan secara terus menerus yang bertujuan untuk memperbaharui kesimpulan yang telah ditemukan. Tanpa adanya penelitian itu ilmu pengetahuan akan berhenti dan menjadi tidak valid, bahkan akan surut kebelakang.

Ilmu penegtahuan akan berkembang atas dasar dilakukannya penelitian, sedangkan penelitian masalah bagi suatu penelitian tergantung dari suatu kepentingan tertentu. Maka sebelum melakukan penelitian perlu diberikan kejelasan nilai.

Penelitian memegang peranan penting dalam membantu manusia untuk memperoleh pengetahuan baru dalam memecahkan masalah. Kerja memecahkan masalah akan sangat berbeda antara seorang ilmuwan dan seorang awam. Seorang ilmuwan selalu menempatkan logika serta menghindarkan diri dari pertimbangan subjektif. Sebaliknya bagi orang awam, kerja memecahkan masalah dilandasi oleh campuran pandangan perorangan ataupun dengan apa yang dianggap masuk akal oleh banyak orang.

Dalam meneliti, seorang ilmuan dapat saja mempunyai teknik, pendekatan ataupun cara yang berbeda dengan seorang ilmuwan lainnya. Tetapi kedua ilmuwan tersebut tetap mempunyai falsafah yang sama dalam memecahkan masalah, yaitu menggunakan metode ilmuwan dalam meneliti.

Penelitian memegang peranan yang amat penting dalam memberikan fondasi terhadap tindak serta keputusan dalam segala aspek pembangunan, karena diperlukan perolehan data yang tepercaya yang dapat digunakan dalam perencanaan pembangunan. Sedangkan jenis-jenis penelitian secara umum dibagi atas penelitian dasar (basic research) dan penelitian terapan (applied research).

 

PENGERTIAN METODE PENELITIAN

a.       Metode

Metode berasal dari Bahasa Yunani “Methodos’’. Meta berarti dari atau sudah  dan hodos berarti perjalanan. Dari kedua isilah tersebut metode dapat didefinisikan sebagai “setiap prosedur yang digunakan untuk mencapai tujuan akhir “.

Sedangkan menurut para ahli metode adalah:

1.      Drs. Agus M. Hardjana

Metode adalah cara yang sudah dipikirkan masak- masak dan dilakukan dengan mengikuti langkah–langkah tertentu guna untuk mencapai tujuan yang dikehendaki.

2.      Wiradi

Metode adalah seperangkat langkah ( apa yang harus dikerjakan ) yang telah tersusun secara sistematis ( urutannya logis )

3.      Nasir (1988 :51)

Metode adalah cara yang digunakan untuk memahami sebuah objek sebagai bahan ilmu yang bersangkutan.

4.      Rosdy Ruslan (2003 : 24)

Metode merupakan kegiatan ilmiah yang berkaitan dengan suatu cara kerja  ( sistematis ) untuk memahami suatu subjek atau suatu objek penelitian, sebagai upaya untuk menemukan jawanban yang dapat dipertanggung jawabkan secara ilmiah dan termasuk keabsahannya.

5.      Kamus Bahasa Indonesia

Metode adalah cara kerja yang bersistem untuk mempermudah pelaksanaan suatu kegiatan guna mencapai tujuan yang ditentukan.

6.      Departemen Sosial RI

Metode adalah cara yang teratur untuk melaksanakan pekerjaan agar tercapai hasil sesuai dengan yang diharapkan.

7.      Rothwell & Kazanas

Metode adalah cara, pendekatan atau proses untuk menyampaikan informasi.

8.      Almadk ( 1939)

Metode adalah cara menerapkan prinsip- prinsip logis terhadap penemuan, pengesahan dan penejlasan kebenaran.

 

b.      Penelitian

Secara etimologi penelitian berasal dari bahasa inggris “research”. re berarti kembali, dan search mencari. Dengan demikian research berarti mencari kembali.

Menurut kamus Webster New Internasional, penelitian adalah penyelidikan yang hati-hati dan kritis dalam mencari fakta dan prinsip-prinsip; suatu penyelidikan yang amat cerdik untuk menetapkan sesuatu. Hillway dalam bukunya Introduction to research mengemuka-kan bahwa penelitian adalah suatu metode belajar yang dilakukan seseorang melalui penyelidikan yang hati-hati dan sempurna terhadap suatu masalah sehingga diperoleh pemecahan yang tepat terhadap masalah tersebut (Hillway, 1965).

Penelitian adalah suatu kegiatan untuk mencari, mencatat, merumuskan dan menganalisis sampai menyusun laporannya. Sedangkan menurut beberapa ahli penelitian adalah :

1.      Indriantoro & Supomo (1999: 16)

Penelitian merupakan refleksi dari keinginan untuk mengetahui sesuatu berupa fakta-fakta atau fenomena alam.

2.      J. Suprapto

Penelitian adalah penyelidikan dari suatu bidang ilmu pengetahuan yang dijalankan untuk memperoleh fakta-fakta atau prinsip-prinsip dengan sabar, hati-hati, serta sistematis.

3.      David H. Penny

Penelitian adalah pemikiran yang sistematis mengenai berbagai jenis masalah yang pemecahannya memerlukan pengumpulan dan penafsiran fakta-fakta.

4.      Mohammad Ali

Penelitian adalah suatu cara untuk memahami sesuatu melalui penyelidikan atau usaha mencari bukti-bukti yang muncul sehubungan dengan masalah itu, yang dilakukan secara hati-hati sekali sehingga diperoleh pemecahannya.

5.      Nazir (1988)

Penelitian adalah percobaaan yang hati – hati dan kritis untuk menemukan sesuatu yang baru.

6.      Emzir (2007 :3)

Penelitian adalah suatu kegiatan atau proses sistematis untuk memecahkan masalah yang dilakukan dengan menerapkan metode ilmiah.

7.      Hamidi ( 2007 : 6)

Penelitian adalah aktivitas keilmuan yang dilakukan karena ada kegunaan yang ingin dicapai, baik untuk meningkatkan kualitas kehidupan manusia maupun untuk mengembangkan ilmu pengetahuan.

8.      Parson( 1946 )

Penelitian adalah pencarian terhadap sesuatu ( inquiry ) secara sistematis dengan penekanan bahwa pencarian ini dilakukan terhadap masalah yang dapat dipecahkan.

9.      Soejarno Soekamto

Penelitian adalah kegiatan ilmiah yang berkaitan dengan analisis dan konsrtuksi yang dilakukan secara metodologis, sistematis, dan konsisten.

 

10.  Sutrisno Hadi

Penelitian adalah usaha untuk menemukan, mengembangkan dan menguji kebenaran suatu pengetahuan.

Selain itu penelitian juga dapat didefinisikan sebagai :

1.            Suatu usaha untuk mengumpulkan, mencatat dan menganalisa sesuatu masalah.

2.             Suatu penyelidikan secara sistematis, atau dengan giat dan berdasarkan ilmu pengetahuan mengenai sifat-sifat daripada kejadian atau keadaan-keadaan dengan maksud untuk akan menetapkan faktor-faktor pokok atau akan menemukan paham-paham baru dalam mengembangkan metode-metode baru.

3.        Penyelidikan dari suatu bidang ilmu pengetahuan yang dijalankan utnuk memperoleh fakta-fakta atau prinsip-prinsip dengan sabar, hati-hati serta sistematis.

4.         Usaha untuk menemukan, mengembangkan dan menguji kebenaran suatu pengetahuan usaha mana dilakukan dengan menggunakan metode-metode ilmiah.Pemikiran yang sistematis mengenai berbagai jenis masalah yang pemecahannya memerlukan pengumpulan dan penafsiran fakta-fakta.

Dari beberapa definisi penelitian diatas dapat disimpulkan bahwa penelitian merupakan usaha untuk memperoleh fakta-fakta atau mengembangkan prinsip-prinsip (menemukan/mengembangkan/ menguji kebenaran) dengan cara/kegiatan mengumpulkan, mencatat dan menganalisa data (informasi/keterangan).

 

c.       Metode penelitian

Metode penelitian adalah ilmu mengenai jalan yang dilewati untuk mencapai pemahaman.

Beberapa pandangan metode penelitian secara umum menurut para ahli:

1.      Nasir (1988 : 51)

Metode penelitian merupakan cara utama yang digunakan untuk mencapai tujuan dan menentukan jawaban atas masalah yang diajukan.

2.      Sugiyonno ( 2004 : 1)

Metode penelitain adalah cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu.

3.      Winarno ( 1994 )

Metode penelitian adalah suatu kegiatan ilmiah ynang dilakukan dengan teknikyang diteliti dan sistematik.

4.      Muhiddin sirat (2006)

Metode penelitian adalah suatu cara memeilih masalah dan penentuan judul penelitian.

Beberapa pandangan metode penelitian secara khusus menutut para ahli :

1.      Metode Penelitian Historis

Menurut Jack. R. Fraenkel & Norman E. Wallen ( 1990 : 411 ) dalam Yatim Riyanto (1996: 22), dalam Nurul Zuriah (2005: 51) “metode penelitian sejarah adalah penelitian yang secara eksklusif memfokuskan kepada masa lalu”, sedangkan menurut Donald Ary, dkk (1980) dalam Yatim Riyanto (1996: 22) dalam Nurul Zuriah (2005: 51) “metode penelitian sejarah adalah penelitian untuk menetapkan fakta dan mencapai simpulan mengenai hal-hal yang telah lalu’’

2.      Metode Penelitian Survey

Metode penelitian survey Menurut Zikmund (1997) “metode penelitian survey adalah satu bentuk teknik penelitian di mana informasi dikumpulkan dari sejumlah sampel berupa orang, melalui pertanyaan-pertanyaan”, menurut Gay & Diehl (1992) “metode penelitian survey merupakan metode yang digunakan sebagai kategori umum penelitian yang menggunakan kuesioner dan wawancara”, sedangkan menurut Bailey (1982)“metode penelitian survey merupakan satu metode penelitian yang teknik pengambilan datanya dilakukan melalui pertanyaan– tertulis atau lisan’’.

3.      Metode penelitian kuantitatif

Menurut Jonathan Sarwonno (2006) “metode penelitian kuantitatif adalah penelitian ilmiah yang sistematis terhadap bagian-bagian dan fenomena serta hubungan-hubungannya”.

4.      Metode penelitian eksperimen

Menurut Arikunto (2006) “metode penelitian eksperimen adalah suatu cara untuk mencari hubungan sebab akibat (hubungan kausal) antara dua faktor yang sengaja ditimbulkan oleh peneliti dengan mengeliminasi atau mengurangi atau menyisihkan faktor-faktor lain yang mengganggu”.

5.      Metode penelitian naturalistic

Bogdan dan Tylor dalam Moleong (1993:3) “metode penelitian kualitatif merupakan prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati”.

6.      Metode Penelitian Kebijaksanaan ( Deskriptif )

Menurut Suharsimi Arikunto “metode penelitian kebijaksanaan adalah metode penelitiaan yang tidak dimaksudkan untuk menguji hipotesis tertentu, tetapi hanya menggambarkan tentang suatu variabel, gejala atau keadaan”.

7.      Metode Penelitian Tindakan

Menurut Kemmis (1988) “metode penelitian tindakan adalah suatu bentuk penelitian reflektif dan kolektif yang dilakukan peneliti dalam situasi sosial untuk meningkatkan penalaran praktik social”, sedangkan menurut Kemmis & Taggar (1988) dalam Zuriah (2003: 54) “metode penelitian tindakan adalah suatu bentuk penelitian reflektif diri secara kolektif dilakukan peneliti dalam situasi sosial untuk meningkatkan penalaran dan keadilan pratek pendidikan sosial mereka, serta pemahaman mereka mengenai praktek dan terhadap situasi tempat dilakukan praktek-praktek tersebut.

Jadi dapat diambil kesimpulan bahwa metode penelitian adalah ilmu yang mempelajari cara- cara untuk melakukan pengamatan dengan pemikiran yang tepat secara terpadu melalui tahapan- tahapan yang disusun secara ilmiah untuk mencari, menyusun serta menganalisis dan menyimpulkan data- data sehingga dapat dipergunakan untuk menemukan, mengembangkan dan menguji kebenaran sesuatu pengetahuan berdasarkan bimbingan tuhan.

 

HAKIKAT PENELITIAN ILMIAH

Penelitian ilmiah adalah suatu kegiatan sistematik dan objektif untuk  mengkaji suatu masalah dalam usaha untuk mencapai suatu pengertian mengenai prinsip-prinsip yang mendasar dan berlaku secara umum (teori) mengenai masalah tersebut. Penelitian yang dilakukan, berpedoman pada berbagai informasi (yang terwujud sebagai teori-teori) yang telah dihasilkan dalam penelitian-penelitian terdahulu, dan tujuannya adalah untuk menambah atau menyempurnakan teori yang telah ada mengenai masalah yang menjadi sasaran kajian.

Metode ilmiah adalah suatu kerangka landasan bagi terciptanya pengetahuan ilmiah. Dalam sains dilakukan dengan menggunakan metode pengamatan, eksperimen, generalisasi, dan verifikasi. Sedangkan dalam ilmu-ilmu sosial dan budaya, yang terbanyak dilakukan dengan menggunakan metode wawancara dan pengamatan( eksperimen, generalisasi, dan verifikasi) juga dilakukan dalam kegiatan-kegiatan penelitian oleh para ahli dalam bidang-bidang ilmu-ilmu sosial dan pengetahuan budaya untuk memperoleh hasil-hasil penelitian tertentu sesuai dengan tujuan penelitiannya. Metode ilmiah berlandaskan pada pemikiran bahwa pengetahuan itu terwujud melalui apa yang dialami oleh pancaindera, khususnya melalui pengamatan dan pendengaran. Sehingga jika suatu pernyataan mengenai gejala-gejala itu harus diterima sebagai kebenaran, maka gejala-gejala itu harus dapat di verifikasi secara empirik. Jadi, setiap hukum/ rumus atau teori ilmiah haruslah dibuat berdasarkan atas adanya bukti-bukti empirik.

Penelitian dengan menggunakan metode ilmiah (scientific method) disebut penelitian ilmiah (scientific research). Dalam penelitian ilmiah, selalu ditemukan dua unsur penting, yaitu unsur observasi (pengamatan) dan unsur nalar (reasoning). Unsur pengamatan merupakan kerja dengan pengetahuan mengenai fakta-fakata tertentu diperoleh melalui kerja mata (pengamatan) dengan menggunakan persepsi (sense of perception). Nalar, adalah suatu kekuatan dengan mana arti dari fakta-fakta, hubungan dan interelasi terhadap pengetahuan yang timbul, sebegitu jauh ditetapkan sebagai pengetahuan yang sekarang.

Dalam melakukan penelitian ilmiah biasanya menggunakan kaidah-kaidah ilmiah ( mengemukakan pokok- pokok pikiran, menyimpulkan dengan melalui langkah- langkah yang sistematis dengan menggunakan pembuktian ilmiah/ meyakinkan ). Ada dua kriteria dalam penelitian ilmiah untuk menentukan kadar / tinggi rendahnya mutu ilmiah suatu penelitian sehingga dapat tercapai pengetahuan yang mutlak atau logis.

1.      Kemampuan memberikan pengrtian yang jelas tentang masalah yang diteliti.

2.      Kemampuan untuk meramalkan: sampai dimana kesimpulan yang sama dapat dicapai apabiladata yang sama ditemukan di tempat atau waktu yang berbeda.

Kemudian secara umum ada 5 karateristik agar suatu penelitian dapat dikatakan sebagai penelitian ilmiah, antara lain adalah :

1.      Sistematik

Artinya  suatu penelitian harus disusun dan dilaksanakan secara berurutan sesuai pola dan kaidah yang benar,mulai dari yang mudah dan sederhana sampai yang kompleks.

2.      Logis

Artinya suatu penelitian dikatakan benar bila dapat diterima akal dan berdasarkan fakta empirik. Pencarian kebenaran harus berlangsung menurut prosedur atau kaidah bekerjanya akal, yaitu logika. Prosedur penalaran yang dipakai bisa prosedur induktif yaitu cara berpikir untuk menarik kesimpulan umum dari berbagai kasus individual (khusus) atau prosedur deduktif yaitu cara berpikir untuk menarik kesimpulan yang bersifat khusus dari pernyataan yang bersifat umum.

3.      Empirik

Artinya suatu penelitian biasanya didasarkan pada pengalaman sehari-hari yang ditemukan atau melalui hasil coba-coba yang kemudian diangkat sebagai hasil penelitian.
Landasan penelitian empirik ada tiga yaitu :

a.       Hal-hal empirik selalu memiliki persamaan dan perbedaan (ada penggolongan atau perbandingan satu sama lain).

b.      Hal-hal empirik selalu berubah-ubah sesuai dengan waktu.

c.       Hal-hal empirik tidak bisa secara kebetulan, melainkan ada penyebabnya (ada hubungan sebab akibat).

4.      Objektif

Artinya suatu penelitian menjahui aspek-aspek subyektif  yaitu tidak mencampurkannya dengan nilai-nilai etis.

5.      Replikatif

Artinya suatu penelitian yang pernah dilakukan harus diuji kembali oleh peneliti lain dan harus memberikan hasil yang sama bila dilakukan dengan metode, kriteria, dan kondisi yang sama. Beberapa sifat atau ciri dari penelitian ilmiah

1.      Purposiveness, Fokus tujuan yang jelas

2.      Rigor, Memiliki dasar teori dan desain metodeologi yang baik.

3.      Testibility, Prosedur pengujian hipotesis jelas.

4.      Replicability, Pengujian dapat diulang untuk kasus yang sama atau yang sejenis.

5.      Objectivity, Berdasarkan fakta dari data aktual :tidak subjektif adan emosional.

6.      Generalizability, Semakin luas ruang lingkup penggunaan hasilnya semakin berguna.

7.      Precision, Mendekati realitas dan confidence peluang kejadian dari estimasi dapat dilihat.

8.      Parsimony, kesederhanaan dalam pemaparan masalah dan metode.

Dengan adanya penelitian yang merupakan suatu penyelidikan terorganisir, kemudian disandingkan dengan sifat ilmiah yang menggunakan metode ilmiah dan prinsip-prinsip ilmu pengetahuan yang sistematis sehingga muncul suatu kesimpulan yang dirumuskan setelah semua data terkumpul dan valid sesuai dengan sistematika sampai dikatakan sebagai penelitian ilmiah. Sehingga dengan penelitian yang diteliti dan menghasilkan sebuah kesimpulan maka hasrat keingintahuan seseorang akan terjawab karena telah mendapatkan fakta yang sesuai dengan penelitia tersebut.

 

PERAN PENELITIAN ILMIAH DALAM PENGEMBANGAN ILMU

Penelitian ilmiah merupakan suatu kegiatan sistematik dan objektif untuk  mengkaji suatu masalah dalam usaha untuk mencapai suatu pengertian mengenai prinsip-prinsip yang mendasar dan berlaku secara umum (teori) mengenai masalah tersebut. Penelitian ilmiah dilakukan dengan berlandaskan pada metode ilmiah, kemudian menghantarkan seseorang agar mampu berfikir ilmiah dan merupakan suatu prosedur, cara atau teknik dalam mendapatkan pengetahuan yang disebut ilmu.

Ilmu adalah pengetahuan yang bersifat umum dan sistematik, pengetahuan dari mana dapat disimpulkan dalil-dalil tertentu menurut kaidah-kaidah umum atau ilmu adalah pengetahuan yang sudah dicoba dan diatur menurut urutan dan arti serta menyeluruh dan sistematik. Ilmu bukan saja merupakan suatu himpunan pengetahuan yang sistematis, tetapi juga merupakan suatu metodologi. Ilmu telah memberikan metode dan sistem, yang mana tanpa ilmu, semua itu akan merupakan suatu kebutuhan saja. Nilai dari ilmu tidak saja terletak dalam pengetahuan yang dikandungnya, sehingga si penuntut ilmu menjadi seorang yang ilmiah, baik dalam ketrampilan, dalam pandangan maupun tindak tanduknya.

Pada dasarnya ilmu pengetahuan timbul atau berasal pada kekaguman manusia terahadap apa yang sedang dihadapinya baik secara mikrokosmos ( alam kecil ) maupun makrokosmos ( alam besar ). Ilmu pengetahuan adalah kumpulan pengalaman- pengalaman dan pengetahuan- pengetahuan dari sejumlah orang yang dipadukan secara harmonik dalam suatu keadaan yang teratur. Dari keadaan – keadaan ini manusia berusaha meramu segala pendapatnya menjadi sedemikian rupa, sehingga dapat dibentuk suatu pedoman oprasional yang bermanfaat bagi kemanusiaan.

Ilmu pengetahuan berkembang sesuai dengan perkembangan kebutuhan manusia. Sedangkan kebutuhan manusia adalah sesuatu yang berkembang di dalam dan bersama dengan perkembangan kebudayaan. Maka manusia akan selalu berupaya untuk menemukan prinsip-prinsip baru untuk mengantisipasi perubahan dana perkembangan kebutuhannya yang disebut dengan penelitian.

Peran penelitian ilmiah dalam pengembangan ilmu sudah sangat erat dan tidak dapat dipisahkan, karena keduannya mempunyai peran yang sangat kuat dalam sebuah penelitian sehingga melahirkan sebuah ilmu yang dapat diterima oleh akal pikiran manusia. Penelitian ilmiah dilakukan karena untuk menjawab rasa ingin tahu manusia terhadap suatu objek yang menyangkut sebuah fakta-fakta tidak lazim ataupun kejadian yang terjadi di luar kebiasaan, merubah pola pikir/ cara kerja manusia agar terus meng udate pengetahuan, menggali dan mengembangkannya. Karena menurut M. Solly sifat ingin tahu terhadap diri manusia akan mendorong manusia untuk mengungkapkan pengetahuannya, meski dengan cara dan pendekatan yang berbeda.

Selain itu peran penelitian ilmiah dalam pengembangan ilmu adalah membantu manusia agar dapat mengambil keputusan yang sesuai dengan fakta yang ada tanpa menghubungkan dengan hal-hal subjektif. Kemudian dapat menambah informasi, data, teori yang akan memberikan sumbangan bagi pengembangan ilmu sesuai dengan perkebangannya dan memperbaharui hasil penelitian yang sudah ada agar lebih berguna bagi kehidupan manusia.

 

KESIMPULAN

Metode penelitian adalah ilmu yang mempelajari cara- cara untuk melakukan pengamatan dengan pemikiran yang tepat secara terpadu melalui tahapan- tahapan yang disusun secara ilmiah untuk mencari, menyusun serta menganalisis dan menyimpulkan data- data sehingga dapat dipergunakan untuk menemukan, mengembangkan dan menguji kebenaran sesuatu penegtahuan berdasarkan bimbingan tuhan.

Penelitian ilmiah adalah suatu kegiatan sistematik dan objektif untuk  mengkaji suatu masalah dalam usaha untuk mencapai suatu pengertian mengenai prinsip-prinsip yang mendasar dan berlaku secara umum (teori) mengenai masalah tersebut. Penelitian yang dilakukan, berpedoman pada berbagai informasi (yang terwujud sebagai teori-teori) yang telah dihasilkan dalam penelitian-penelitian terdahulu, dan tujuannya adalah untuk menambah atau menyempurnakan teori yang telah ada mengenai masalah yang menjadi sasaran kajian. Dalam melakukan penelitian ilmiah biasanya menggunakan kaidah – kaidah ilmiah ( mengemukakan pokok- pokok pikiran, menyimpulkan dengan melalui langkah- langkah yang sistematis dengan menggunakan pembuktian ilmiah/ meyakinkan ).

Peran penelitian ilmiah dalam pengembangan ilmu sudah sangat erat dan tidak dapat dipisahkan, karena keduannya mempunyai peran yang sangat kuat dalam sebuah penelitian sehingga melahirkan sebuah ilmu yang dapat diterima oleh akal pikiran manusia. Penelitian ilmiah dilakukan karena untuk menjawab rasa ingin tahu manusia terhadap suatu objek yang menyangkut sebuah fakta-fakta tidak lazim ataupun kejadian yang terjadi di luar kebiasaan, merubah pola pikir/ cara kerja manusia agar terus meng udate pengetahuan, menggali dan mengembangkannya. Karena menurut M. Solly sifat ingin tahu terhadap diri manusia akan mendorong manusia untuk mengungkapkan pengetahuannya, meski dengan cara dan pendekatan yang berbeda.

Selain itu peran penelitian ilmiah dalam pengembangan ilmu adalah membantu manusia agar dapat mengambil keputusan yang sesuai dengan fakta yang ada tanpa menghubungkan dengan hal-hal subjektif. Kemudian dapat menambah informasi, data, teori yang akan memberikan sumbangan bagi pengembangan ilmu sesuai dengan perkembangannya dan memperbaharui hasil penelitian yang sudah ada agar lebih berguna bagi kehidupan manusia.

 

Daftar pustaka

 Narbuko Cholid, H. Abu Achmadi. 2007. Metodeologi Penelitian. Cet 8. Jakarta: Bumi Aksara.

Sulistiyono Basuki. 2010. Metode Penelitian. Cet 2. Jakarta: Penaku.

Azwar Syarifudin. 2008. Metode Penelitian. Cet IX. Yogyakarta:  Pustaka Pelajar.

http://rifkadodol.blogspot.com/2012/04/pengertian-penelitian-ilmiah.html

http://belalangtue.wordpress.com/2010/08/08/definisi-penelitian-ilmiah-skripsi/

http://blog.uki.ac.id/srieni/metode-penelitian/2-metoda-kualitatif-dan-kuantitatif/

 

 

 

____________

 

Oleh: Suci Ramayani

(Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Metodologi Penelitian dosen pengampu Afid Burhanuddin, M.Pd.)

 

 

 

 

 

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s