Analisis, Validitas, dan Reliabilitas Data

Teknik analisis atau pengolahan data sangat berhubungan erat dengan jenis data yang diperoleh, pertanyaan penelitian atau hipotesis dan tujuan penelitian. Tujuan penelitian dengan pertanyaan penelitian atau hipotesis walaupun rumusannya berbeda, tetapi memiliki sasaran yang sama. Kalau tujuan atau pertanyaan penelitiannya hanya diarahkan untuk mendapatkan deskripsi, maka analisis datanya cukup dengan menggunakan statistik deskriptif sederhana: menghitung frekuensi dan presentase, yang disajikan dalam bentuk tabel, dan grafik. Untuk mengetahui kecenderungan frekuensi yang menonjol dapat dicari dengan menggunakan teknik chi kuadrat.  

 

 

PENGERTIAN DAN KEGUNAAN ANALISIS DATA, VALIDITAS DAN RELIABILITAS DATA

  1. 1.    Pengertian Analisis data

Analisis data adalah menjelaskan teknik dan langkah-langkah yang ditempuh dalam mengolah atau menganalisis data. Data kuantitatif dianalisis dengan menggunakan teknik analisis statistik deskriptif, berupa tabel, grafik, profil, bagan atau menggunakan statistik inferensial berupa korelasi, regresi, perbedaan, analisis jalur, dll. Data kualitatif dianalisis menggunakan teknik analisis kualitatif deskriptif naratif-logis.

  1. 2.    Kegunaan Analisis data

Analisis data diperlukan untuk merangkum apa yang telah diperoleh, menilai apakah data tersebut berbasis kenyataan, teliti, dan benar. Analisis data juga diperlukan untuk memberikan jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan yang diajukan. Hasil analisis data akhirnya digunakan untuk memberikan masukan bagi perbaikan kegiatan baik bagi kegiatan peneliti sendiri maupun teman satu tim. Pada akhir kegiatan penelitian tindakan, hasil analisis data digunakan untuk menarik kesimpulan dalam laporan.

  1. 3.    Pengertian Validitas data

Validitas data adalah suatu derajat ketepatan instrumen (alat ukur), maksudnya apakah instrumen yang digunakan betul-betul tepat untuk mengukur apa yang akan di ukur. Namun, Kerlinger (1986) menjelaskan bahwa validitas instrumen tidak cukup ditentukan oleh derajat ketepatan instrumen untuk mengukur apa yang seharusnya diukur, tetapi perlu juga dilihat dari tiga kriteria yang lain, yaitu appropriatness, meaningfullness, dan usefullness.

Appropriatness menunjukkan kelayakan dari tes sebagai suatu instrumen, yaitu seberapa jauh instrumen dapat menjangkau keragaman aspek perilaku peserta didik. Meaningfullness menunjukkan kemampuan instrumen dalam memberikan keseimbangan soal-soal pengukurannya berdasar tingkat kepentingan dari setiap fenomena. Usefullness to inferences menunjukkan sensitif tidaknya instrumen dalam menangkap fenomena perilaku dan tingkat ketelitian yang ditunjukkan dalam membuat kesimpulan.

  1. 4.    Kegunaan Validitas data

ü  Untuk mengungkap fenomena yang akan di ukur.

ü  Untuk mengetahui sejauh mana peserta didik menguasai materi pelajaran yang telah disampaikan, dan perubahan-perubahan psikologis apa yang timbul pada diri peserta didik tersebut setelah mengalami proses pembelajaran tertentu.

ü  Untuk meramalkan prestasi belajar murid di masa yang akan datang.

  1. 5.    Pengertian Reliabilitas data

Reliabilitas data adalah derajat konsistensi instrumen yang bersangkutan. Reliabilitas berkenaan dengan pertanyaan, apakah suatu instrumen dapat dipercaya sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan. Suatu instrumen dapat dikatakan reliabel jika selalu memberikan hasil yang sama jika diujikan pada kelompok yang sama pada waktu atau kesempatan yang berbeda.

  1. 6.    Kegunaan Reliabilitas data

Reliabilitas digunakan untuk mengukur aspek yang di ukur beberapa kali hasilnya sama atau relatif sama. Minimal ada metode untuk menguji reliabiltas suatu instrumen, pertama metode Tes-Retes, dan kedua metode Paruh. Dalam metode Tes-Retes pengujian (uji coba) dilakukan dua atau tiga kali terhadap sampel yang sama. Hasilnya di hitung dengan uji korelasi menggunakan rumus Product Moment dari Pearson. Bila korelasi atau r-nya signifikan maka intrumen tersebut memiliki reliabilitas yang memadai dan bisa digunakan untuk mengukur selanjutnya. Dalam metode Paruh, pengukuran uji coba hanya dilakukan satu kali, skor dari nomor-nomor butir pertanyaan (soal) ganjil dikorelasikan dengan skor dari butir-butir soal genap. Penafsirannya sama dengan pada Tes-Retes.

 

 

LANGKAH-LANGKAH DALAM ANALISIS DATA

Secara umum langkah-langkahnya ada kesamaan antara satu penelitian dengan penelitian lainnya, tetapi di dalamnya ada variasi.

  1. Perencanaan

Perencanaan meliputi perumusan dan pembatasan masalah serta merumuskan pertanyaan-pertanyaan penelitian yang diarahkan pada kegiatan pengumpulan data. Kemudian merumuskan situasi penelitian, satuan dan lokasi yang dipilih serta informan-informan sebagai sumber data.

  1. Memulai pengumpulan data

Sebelum pengumpulan data dimulai, peneliti berusaha menciptakan hubungan baik, menumbuhkan kepercayaan serta hubungan yang akrab dengan individu-individu dan kelompok yang menjadi sumber data. Pengumpulan data melalui interview dilengkapi dengan data pengamatan dan data dokumen.

  1. Pengumpulan data dasar

Dalam pengumpulan data dasar peneliti benar-benar “melihat, mendengarkan, membaca dan merasakan” apa yang ada dengan penuh perhatian. Setelah pola-pola dasar terbentuk, peneliti mengidentifikasi ide-ide dan fakta-fakta yang membutuhkan penguatan dalam fase penutup.

  1. Pengumpulan data penutup

Batas akhir penelitian tidak bisa ditentukan sebelumnya seperti dalam penelitian kuantitatif, tetapi dalam proses penelitian sendiri. Peneliti mengakhiri pengumpulan data setelah mendapatkan semua informasi yang dibutuhkan atau tidak ditemukan lagi data baru.

  1. Melengkapi

Langkah melengkapi merupakan kegiatan menyempurnakan hasil analisis data dan menyusun cara menyajikannya. Analisis data dimulai dengan menyusun fakta-fakta hasil temuan lapangan. Hasil analisis data, diagram, bagan, tabel, dan gambar-gambar tersebut diinterprestasikan, dikembangkan menjadi proposisi dan prinsip-prinsip.

 

 

ANALISIS DATA DALAM PENELITIAN KUANTITATIF

Metode yang diterapkan dalam analisis yang diteliti sampai pembuatan kategorisasi dan operasionalisasi tidak tumpang tindih. Hal itu disertai dengan pengambilan sampel yang sistematis sehingga memungkinkan pencatatan yang akurat. Sementara itu, prinsip kuantitatif di sini berarti bahwa pesan-pesan yang tampak tadi haruslah dapat dihitung/dikuantifikasi untuk mendapatkan frekuensi perhitungan pesan-pesan yang dimaksudkan.

Sementara itu, aspek metodologis dari penelitian analisis isi kuantitatif antara lain (Berger, 2000:176-177) sebagai berikut :

  1. Menggunakan pendekatan sejarah

Pendekatan kesejahteraan ini dimaksudkan untuk membantu memberikan beberapa perspektif dari analisis isi media yang dilakukan peneliti dengan analisis isi media terhadap topik atau isu-isu yang sama beberapa waktu yang lalu atau kondisi terdahulu.

  1. Menggunakan pendekatan komprasi/perbandingan

Digunakan untuk membandingkan hasil-hasil terdahulu dengan hasil-hasil terbaru yang dilakukan oleh peneliti. Komparasi dapat dilakukan berdasarkan pada aspek waktu, situasi, tempat, dan sebagainya.

  1. Lebih berhati-hati dengan definisi operasional terminologi yang dipakai

Ada beberapa macam definisi terminologi. Ada yang di kenal dengan constitutive definitons yang mendefinikan sebuah kata dengan menggunakan kata-kata lainnya atau konsep-konsep lainnya. Definisi ini cenderung bersifat umum dan abstrak. Sementara yang digunakan dalam QCA adalah definisi yang operasional, yakni yang menggunakan operasional-operasional dan indikator untuk mendefinisikan konsep. Definisi operasional akan membantu peneliti mengukur konsep-konsep yang ada dan memberikan penekanan pada penjelasan yang dapat dipahami dan mudah di interprestasikan.

  1. Menentukan unit analisis yang dapat terukur

Di sini basic standart dari analisis isi kuantitatif adaalah menentukan satuan analisis yang akan di teliti, seperti pokok berita, alinea/paragraf, kalimat, tematik, kata, dan sebagainnya.

  1. Menentukan bagaimana melakukan koding data

Koding adalah proses dimana peneliti melakukan klasifikasi data yang di peroleh dari material yang di teliti dan memberi setiap item analisis dengan tanda atau simbol dan nomor yang terurut atau sesuai.

  1. Hanya mengukur pesan yang tampak

Peneliti hanya menjelaskan teks-teks dari yang secara eksplisit tertulis/tercetak. Daripada melihat materi yang tersembunyi yakni makna dibalik atau di antara kata-kata yang ada.

 

 

ANALISIS DATA DALAM PENELITIAN KUALITATIF

Analisis isi media kualitatif lebih banyak dipakai untuk meneliti dokumen yang dapat berupa teks, gambar, simbol, dan sebagainya untuk memahami budaya dari suatu konteks sosial tertentu. Analisis isi media kualitatif ini merujuk pada metode analisis yang integratif dan lebih secara konseptual untuk menemukan, mengidentifikasi, mengolah, dan menganalisis dokumen untuk memahami makna, signifikansi, dan relevansinya.

David L. Altheide dari Arizona State Universit pada tahun 1996 lebih suka menggunakan istilah “Ethnographic content analysis” untuk menjelaskan model penelitian analisis isi kualitatif. Istilah ECA ini diartikan olehnya bahwa dalam penelitian analisis isi kualitatif, peneliti berinteraksi dengan material-material dokumentasi sehingga pertanyaan-pertanyaan yang spesifik dapat diletakkan pada konteks yang tepat untuk dianalisis.

Tujuan dari penelitian analisis isi kualitatif ini sebenarnya adalah sistematis dan analitis, tetapi tidak kaku (rigid) seperti dalam GCA. Kategorisasi yang dipakai atau dibuat hanya merupakan guide dari studi yang dilakukan. Selain itu ECA mempunyai orientasi yang lebih kepada pengembangan konsep, koleksi data, dan munculnya analisis data yang mengandalkan pada kemampuan naratif dari peneliti.

 

KESIMPULAN

Dalam berbagai penelitian penulis dihadapkan pada keanekaragaman bentuk dan jenis alat untuk meneliti. Hal ini bertujuan tidak lain hanya untuk membuat penulis lebih jeli dan teliti dalam memperoleh data yang lebih akurat dan valid. Karena data yang akurat dan valid akan jauh lebih berguna dan bermanfaat bagi siapa pun yang ingin mendapatkan informasi dari data tersebut.

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Arifin, Zainal, (2011) Penelitian Pendidikan, Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Sukmadinata, Nana S. (2010) Metode Penelitian Pendidikan, Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Sarwono, Jonathan, (2006) Metode Penelitian Kuantitatif &Kualitatif, Yogyakarta: Graha Ilmu.

Bungin, Burhan, (2010)Metodologi Penelitian Kualitatif, Jakarta: PT Rajagrafindo Persada.

 

 

 

 

 

 

____________

 

Oleh: Fikto Nurmansah

(Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Metodologi Penelitian dengan dosen Pengampu Afid Burhanuddin, M.Pd.)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s