Pemikiran Plato

Filsafat adalah bagian dimana didalamnya dibahas tentang berbagai macam solusi dari problematika tentang hakikat ilmu sebenarnya. Dan pendapat lain mengatakan bahwa filsafat ilmu adalah dasar yang menjiwai dinamika proses kegiatan memperoleh pengetahuan secara ilmiah. Filsafat merupakan pandangan hidup seseorang tentang suatu konsep dasar yang dimiliki manusia dalam bertindak atau menjalani kehidupan. Dari segi lain, filsafat juga digunakan untuk melihat dan memahami segala sesuatu secara luas dan menyeluruh. Hal ini merupakan suatu sikap sadar dan dewasa dalam memikirkan sesuatu secara mendalam. Sedangkan ilmu merupakan pengetahuan tentang suatu fenomena, baik yang menyangkut alam atau sosial (kehidupan masyarakat), yang diperoleh manusia melalui proses berfikir. Itu artinya bahwa setiap ilmu merupakan pengetahuan tentang sesuatu yang menjadi objek kajian dari ilmu terkait. Filsafat dan ilmu merupakan dua kata yang memiliki keterkaitan diantaranya. Karena adanya ilmu tidak terlepas dari peranan filsafat. Dan perkembangan ilmu juga memperkuat peranan filsafat.

Peran filsafat sangat penting dalam proses pelaksanaannya. Karenanya filsafat sebagai acuan dan tujuan dalam melaksanakan sesuatu. Filsafat memiliki fungsi memberikan petunjuk dan arah dalam perkembangan keilmuan. Sehingga dalam berfilsafat, seseorang harus mampu untuk berfikir secara mendasar, menyeluruh, dan spekulatif. Ketika seseorang merasa ingin tahu dan ragu-ragu akan suatu hal, maka ia akan berfilsafat. Karena dari rasa ingin  tahu akan membuat seseorang mengerti, dan dari rasa ragu-ragu akan menuntun seseorang mencari sebuah kepastian.

Kelahiran filsafat di Yunani menunjukkan pola pemikiran bangsa Yunani dari pandangan mitologi yang akhirnya lenyap dan berganti rasiolah yang lebih mendominasi.  Zaman Yunani kuno merupakan zaman keemasan filsafat. Oleh karenanya,  pada masa itu, orang-orang berhak mengungkapkan ide-idenya. Di era Yunani kuno didominasi oleh peranan akal/rasio. Dengan filsafat, pola pikir seseorang bergantung pada rasio. Sehingga orang-orang pada era itu memiliki pemikiran yang berbeda-beda dalam berfilsafat. Dalam makalah ini, akan diuraikan pemikiran salah seorang filsuf zaman Yunani kuno, yaitu Plato. Sebagaimana filsuf-filsuf yang lain, Plato juga memiliki pemikiran tersendiri mengenai filsafat. Pemikirannyapun memberikan pengaruh yang sangat besar terhadap dunia.

 

BIOGRAFI

            Plato adalah seorang filsuf  Yunani klasik, matematika, mahasiswa Socrates, penulis dialog filosofis dan pendiri Academy di Athena, lembaga pendidikan tinggi pertama di dunia barat. Seiring dengan mentornya, Socrates dan muridnya Aristoteles, Plato membantu meletakkan dasar-dasar filsafat dan sains Barat. Dalam kata-kata terkenal dari AN Whitehead : “Karakterisasi umum paling aman dari tradisi filsafat Eropa adalah bahwa hal itu terdiri dari serangkaian catatan kaki Plato. Saya tidak bermaksud skema pemikiran yang sistematis sarjana telah diekstrak dengan keraguan-keraguan dari tulisan-tulisannya. Saya menyinggung kekayaan ide-ide umum yang tersebar melalui mereka”. Dialog-dialog Plato telah digunakan untuk mengajar berbagai mata pelajaran termasuk filsafat, logika, etika, retorika dan matematika.

Filosofis Yunani kuno Plato tak pelak lagi cikal bakal filosof politik Barat dan sekaligus dedengkot pemikiran etika dan metafisika mereka. Pendapat-pendapatnya di bidang ini sudah terbaca luas lebih dari 2300 tahun. Tak pelak lagi Plato berkedudukan sebagai bapak moyangnya pemikir barat. Plato dilahirkan dari kalangan family Athena kenamaan sekitar tahun 427 SM. Di masa remaja dia berkenalan dengan filosof kesohor Socrates yang jadi guru sekaligus sahabatnya.

Tahun 399 SM, tatkala Socrates berumur tujuh puluh tahun, dia diseret ke pengadilan dengan tuduhan tak berdasar berbuat brengsek dan merusak akhlak angkatan muda Athena. Socrates di kutuk, di hukum mati. Pelaksanaan hukum mati Socrates yang di sebut Plato “ orang terbijaksana, terjujur, terbaik dari semua manusia yang pernah saya kenal “ membikin Plato benci kepada pemerintahan demokratis. Tak lama sesudah Socrates mati, Plato pergi meninggalkan Athena dan selama sepuluh – dua belas tahun mengembara kemana kaki membawa.

Sekitar tahun 387 SM dia kembali ke Athena, mendirikan perguruan disana, sebuah akademi yang berjalan lebih dari 900 tahun. Plato menghabiskan sisa umurnya yang empat puluh tahun di Athena, mengajar dan menulis Ihwal filsafat. Muridnya yang masyur, Aristoteles yang jadi murid akademi di umur tujuh belas tahun, sedangkan Plato waktu itu sudah menginjak umur enam puluh tahun. Plato tutup mata pada usia tujuh puluh tahun.

 

PEMIKIRAN

            Plato menulis tak kurang dari tiga puluh enam buku, kebanyakan menyangkut masalah politik dan etika selain metafisika dan teologi. Tentu saja mustahil mengikhtisarkan isi semua buku itu hanya dalam beberapa kalimat. Tetapi, dengan risiko menyederhanakan pikiran-pikirannya, saya mau coba juga meringkas pokok-pokok gagasan politiknya.yang dipaparkan dalam buku yang kesohor, Republik, yang mewakili pikiran-pikirannya tentang bentuk masyarakat yang menurutnya ideal.

Bentuk terbaik dari suatu pemerintahan, usul Plato, adalah pemerintahan yang dipegang oleh kaum aristokrat. Yang dimaksud aristokrat di sini bukannya aristokrat yang diukur dari takaran kualitas, yaitu pemerintah yang digerakkan oleh putera terbaik dan terbijak dalam negeri itu. Orang-orang ini mesti dipilih bukan lewat pungutan suara penduduk melainkan lewat proses keputusan bersama. Orang-orang yang sudah jadi anggota penguasa atau disebut “guardian” harus menambah orang-orang yang sederajat semata-mata atas dasar pertimbangan kualitas.

Plato percaya bahwa bagi semua orang, entah dia lelaki atau perempuan, mesti disediakan kesempatan memperlihatkan kebolehannya selaku anggota “guardian”. Plato merupakan filosof utama yang pertama, dan dalam jangka waktu lama nyatanya memang cuma dia, yang mengusulkan persamaan kesempatan tanpa memandang kelamin. Untuk membuktikan persamaan pemberian kesempatannya, Plato menganjurkan agar pertumbuhan dan pendidikan anak-anak dikelola oleh negara. Anak-anak pertama-tama kudu memperoleh latihan fisik yang menyeluruh, tetapi segi musik, matematika dan lain-lain disiplin akademi tidak boleh diabaikan. Pada beberapa tahap, ujian ekstensif harus diadakan. Mereka yang kurang maju harus diaalurkan untuk ikut serta terlibat dalam kegiatan ekonomi masyarakat, sedangkan orang-orang yang maju harus terus melanjutkan dan menerima gemblengan latihan. Penambahan pendidikan ini harus termasuk bukan cuma pada mata pelajaran akademi biasa, tetapi juga mendalami filosofi yang oleh Plato dimaksud menelaah doktrin bentuk ideal faham metafisikanya.

Pada usia tiga puluh lima tahun, orang-orang ini yang memang sudah betul-betul meyakinkan mampu menunjukkan penguasaannya di bidang teori-teori dasar, harus menjalani lagi tambahan latihan selama lima belas tahun, yang mesti termasuk bekerja mencari pengalaman praktek. Hanya orang-orang yang mampu memperlihatkan bahwa mereka bisa merealisir dalam bentuk kerja nyata dari buku-buku yang dipelajarinya dapat digolongkan kedalam “kelas guardian.” Lebih dari itu, hanya orang-orang yang dengan jelas bisa. menunjukkan bahwa minat utamanya adalah mengabdi kepada kepentingan masyarakatlah yang bisa diterima ke dalam. “kelas guardian.”

Keanggotaan guardian tidak dengan sendirinya menarik perhatian masyarakat. Sebab, jadi guardian tidaklah banyak mendapatkan duit. Mereka hanya dibolehkan memiliki harta pribadi dalam jumlah terbatas dan tak boleh punya tanah buat rumah pribadinya. Mereka menerima gaji tertentu dan tetap (itu pun dalam jumlah yang tak seberapa), dan tidak dibolehkan punya emas atau perak. Anggota guardian tidak diperkenankan punya famili yang terpisah tempatnya, mereka harus makan berbareng, punya pasangan bersama. Imbalan buat pentolan-pentolan filosof ini bukannya kekayaan melainkan kepuasan dalam hal melayani kepentingan umum. Begitulah ringkasnya sebuah republik yang ideal menurut Plato.

Republik terbaca luas selama berabad-abad. Tetapi harus dicatat, sistem politik yang dianjurkan didalamnya belum pernah secara nyata dipraktekkan sebagai model pemerintahan mana pun. Selama masa antara jaman Plato hingga kini, umumnya negara-negara Eropa menganut sistem kerajaan. Di abad-abad belakangan ini beberapa negara menganut bentuk pemerintah demokratis. Ada juga yang menganut sistem pemerintahan militer, atau di bawah tiran demagog seperti misalnya Hitler dan Mussolini. Tak satu pun pemerintahan-pemerintahan ini punya kemiripan dengan republik ideal Plato. Teori Plato tak pernah jadi anutan partai politik mana pun, atau jadi basis gerakan politik seperti halnya terjadi pada ajaran-ajaran Karl Marx.

Memang benar, tak satu pun pemerintahan sipil di Eropa disandarkan atas model Plato secara langsung. Namun, terdapat persamaan yang mengagumkan antara posisi gereja Katolik di Eropa abad tengah dengan “kelas guardian” Plato. Gereja Katolik abad pertengahan terdiri dari kaum elite yang mempertahankan diri sendiri agar tidak layu dan tersisihkan, yang anggota-anggotanya mendapat latihan-latihan filosofis resmi. Pada prinsipnya, semua pria, tak peduli dari mana asal-usulnya dapat dipilih masuk kependetaan (meski tidak untuk wanita). Juga pada prinsipnya, para pendeta itu tak punya famili dan memang diarahkan semata-mata agar mereka memusatkan perhatian pada kelompok mereka sendiri, bukannya nafsu keagungan disanjung-sanjung.

Peranan partai Komunis di Uni Soviet juga ada yang membandingkannya dengan “kelas guardian” Plato dalam dia punya republik ideal. Di sini pun kita temukan kelompok elite yang kesemuanya terlatih dengan filosofi resmi. Gagasan Plato juga mempengaruhi struktur pemerintahan Amerika Serikat. Banyak anggota konvensi konstitusi Amerika mengenal dan tak asing dengan gagasan-gagasan politik Plato. Dia maksud, sudah barang tentu, agar Konstitusi Amerika Serikat membuka kemungkinan menggali dan mempengaruhi kehendak rakyat. Dan juga diinginkan sebagai sarana memilih orang-orang yang paling bijak dan paling baik untuk memerintah negara.

Kesulitan menentukan arti penting pengaruh Plato sepanjang masa meski luas dan menyebar adalah ruwet dipaparkan dan bersifat tidak langsung. Sebagai tambahan teori politiknya, diskusinya di bidang etika dan metafisika telah mempengaruhi banyak filosof yang datang belakangan. Apabila Plato ditempatkan pada urutan sedikit lebih rendah ketimbang Aristoteles dalam daftar sekarang ini, hal ini terutama lantaran Aristoteles bukan saja seorang filosof melainkan pula seorang ilmuwan yang penting. Sebaliknya, penempatan Plato lebih tinggi urutannya ketimbang pemikir-pemikir seperti John Locke, Thomas Jefferson dan Voltaire, sebabnya lantaran tulisan-tulisan ihwal politiknya mempengaruhi dunia cuma dalam jangka masa dua atau tiga abad, sedangkan Plato punya daya jangkau lebih dari dua puluh tiga abad.

 

PENUTUP

Filsafat memberikan beberapa tujuan bagi kehidupan manusia, salah satu diantaranya yaitu dengan berfikir filsafat seseorang bisa lebih menjadi manusia, lebih mendidik dan membangun diri sendiri. Filsafat memiliki fungsi memberikan petunjuk dan arah dalam perkembangan keilmuan. Dengan penggunaan filsafat, seseorang akan mampu untuk berfikir secara sistematis dalam menghadapi suatu masalah/hal, dan di sisi lain ia juga akan memiliki konsep pemikiran secara menyeluruh.

Filsafat di Yunani memiliki pemikiran yang berbeda-beda di setiap zamannya. Beberapa tokoh ikut berperan penting dan mempengaruhi pemikiran orang-orang pada masa tersebut. Zaman Yunani Kuno merupakan zaman keemasan filsafat, karena pada zaman tersebut orang-orang memiliki kebebasan dalam mengungkapkan pendapatnya. Plato sangat berpengaruh dan memiliki penempatan lebih tinggi dibanding pemikir lainnya, karena Plato mempunyai daya jangkau sampai dua puluh tiga abad.

 

DAFTAR PUSTAKA

http://plato-dialogues.org/plato.html

http://id.wikipedia.org/wiki/Plato

 

*) Penyusun

Nama               : Dhian Devitasari

Mata Kuliah    : Filsafat Ilmu

Dosen              : Afid Burhanuddin, M.Pd.

Prodi               : Pendidikan Bahasa Inggris, STKIP PGRI Pacitan.

 

Advertisements

One thought on “Pemikiran Plato”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s