Heraclitus; Biografi dan Pemikiran

Semua orang akan mencari suatu sumber segala bidang ilmu bermanfaat, sampai dia benar-benar tahu dan faham akan hal tersebut,hal ini yang dimaksud dengan filsafat. Filsafat adalah kebenaran obyektif, untuk membuktikan adanya kebenaran obyektif. Sejarah filsafat pada masa kuno di mulai dengan munculnya berbagai pemikiran yang mendalam tentang realitas atau alam yang ada ini.

Kesadaran ini memang awalnya merupakan renungan semata dari oarang-orang yang dianggap bijak.Peranan filsafat sangat dikaitkan dengan keilmuan dalam mendidik anak untuk menguasai ilmu yang sedang dia pelajari. Tetapi yang menarik bahwa renungan tersebut pada akhirnya terumus dalam proposisi-proposisi yang sistematis dan logis.

Dari sinilah sejarah filsafat mulai muncul. Mempelajari filsafat berarti menyaksikan kelahiran filsafat. Filsafat dilahirkan karena kemenangan akal atas dongengyang diterima dari segala sumber ilmu, yang memberitahukan tentang asal mula segala sesuatu, baik dunia maupun manusia. Akal manusia tidak puas dengan keterangan dongeng-dongeng, karena tidak dapat dibuktikan oleh akal. Kebenarannya hanya dapat diterima oleh iman atau kepercayaan.

Munculnya filsafat adalah seseorang yang mulai meragukan cerita mite-mite dan mulai mencari dengan akalnya dari mana asal mula suatu ilmu dan pengetahuan tersebut. Pastinya kemenangan akal  atas mite-mite itu tidak mungkin terjadi dengan tiba-tiba. Kemenangan itu diperoleh secara berangsur-angsur, dan terus berlanjut jika seseorang tersebut selalu berusaha dan mau untuk mencari segala sesuatu yang baru dan bermanfaat.

Jika semua orang mau dan mampu untuk selalu mencari dan berusaha, sudah tentu mereka akan memperoleh filsafat yang banyak dan akurat. Jika kita telah atau sudah memiliki filsafat, maka kita akan dengan mudahnya memperbanyak ilmu pengetahuan dan wawasan secara luas. Dengan demikian kita akan selalu lebih giat lagi untuk berusaha dan mencoba hal-hal yang baru.

 

BIOGRAFI TOKOH

Heraclitus yang hidup pada sekitar th 500an SM. H2 ada, yang hakikat,ialah gerak dan perubahan dan paham relatifisme semakin mempunyai dasar setelah Heraclitus menyatakan engkau tidak dapat terjun ke sungai yang sama dua kali karena air sungai itu selalu mengalir.

Menurut heraclitus alam semesta ini dala keadaan berubah, suatu yang dingin berubah menjadi panas, yang panas berubah menjadi dingin. itu berarati bila kita memahami kehidupan kosmos, kita mesti menyadari bahwa kosmos itu dinamis kosmos tidak pernah berhenti ia selalu bergerak dan bergerak berarti berubah, gerak itu menghasilkan perlawanan 2 itulah semesta ini bukan bahan (stuff)-nya seperti yang dipertanyakasn “semua mengalir” berarti semua berubah bukanlah pernyataan yang mengandung sederhana. implikasi pernyataan ini amat hebat hebat. Pernyataan itu mengandung penertian bahwa kebenaran itu selalu berubah, tidak tetap.

Keruntuhan Yunani dan Masa Heraclitus (350-250 SM) Pada masa ini filsafat tetap berkembangnamun berkembang pula intelektual lain. Pada masa ini muncul beberapa aliran antara lain :1) Stoicism yang menyangkal adanya ruh dan materi (monoisme) 2) Epicureanism yaitu bahwa segala-galanya terdiri atas atom-atom yang senantiasa bergerak. Aliran ini merupakan pengembangan dari teori atom Democritus. 3) Sinism yaitu bahwa jagat raya ditentukan oleh kuasa-kuasa (logos).  Aliran ini merupakan pengembangan dari aliran Stoicism. 4) Neo Platonism bahwa segala sesuatu berasal dari yang satu (Allah) dan akan kembali padaNya.

Tokohnya adalah Plotinus, ia adalah satu-satunya tokoh filsafat yang bersiar pada masa ini. Pada masa ini juga muncul ilmuwan Yunani, antara lain : 1) Epicurus (341-270 SM) Ia menyatakan bahwa segala sesuatu bersifat kematerian (materialisme) 2) Aristarchus (310-230 SM) Ia adalah orang pertama yang menyatakan bahwa bumi berputar pada porosnya disamping mengelilingu matahari sebagai pusat tata surya. 3) Euclid (300 SM) Menurutnya ilmu itu deduksi. Eiclid menerbitkan buku geometri element. 4) Archimedes (287-212 SM) Archimedes adalah penemu rumus luas dan volume bola, silinder dan bentuk geometri yang lain. Ia juga menemukan bilangan pi. 5) Apollonius (260-200 SM) Apollonius terkenal dengan irisan kerucutnya 6) Ptolemy (270-247 SM) Ptolemy adalah seorang ahlu astronmi, geometri, matematika maupunfisika.

 

PEMIKIRAN TOKOH  FILSAFAT YUNANI KUNO (HERACLITUS)

 

Paham relativisme semakin mempunyai dasar heraclitus (544-484 SM) Menurut heraclitus alam semesta ini selalu dalam keadaan berubah; sesuatu yang dingin berubah menjadi panas, yang panas berunah menjadi dingin. Itu berarti bila kita hendak memahami kehidupan kosmos. Kita mesti menyadari bahwa kosmo itu dinamis. Kosmos tidak pernah berhenti ( diam ) ia selalu bergerak, dan bergerak berarti berubah.

Untuk dasar atau arche dunia semesta adalah api, karena sifat api itu selalu bargerak berubah dan tidak tetap, bahkan ditarik kesimpulan secara lanjut yang menjadi sebab atau keterangan yang sedalam –dalam nya adalah gerak perubahan. Gerak itu menghasilkan perlawanan-perlawanan. Itulah sebabnya ia sampai pada kongklusi bahwa yang mendasar dalam alam semesta ini bukanlah bahan (stuff)-nya seperti yang dipertanyakan oleh filosof pertama itu, melainkan prosesnya (warner,1961:28). Pendapatnya dirumuskan dengan istilahnya “panta rhei” artinya semuanya mengalir Pertanyaan “semua mengalir” berarti semua berubah bukanlah pertanyaan yang sederhana. Ia juga menyatakan, “ you can not step twice into the same river;for the fress waters are ever flowing upon you” (engkau tidak dapat terjun kesungai yang sama dua kali karena air sungai itu selalu mengalir) (Warnwer,1961:26).

Pengetahuan yang benar baginya tentu saja pengetahuan yang sesuai realitas. Pengetahuan yang sifatnya berubah adalah benar. Satu–satunya realitas ialah berubah, tidak ada yang tetap semuanya berubah menjadi, makanya heraclitus di sebut “filsafat menjadi.”
Pertentangan atau kerjasama antara akal dan hati itulah pada dasarnya isi sejarah filsafat.Yang dimaksud dengan akal adalah akal logis yang terdapat dikepala,sedangkan hati adalah rasa yang bertempat di dalam dada. Akal akan menghasilkan pengetahuan logis yang disebut filsafat,sedangkan hati pada dasarnya menghasilkan pengetahuan supralogis yang disebut pengetahuan mistik,seperti iman.

Pada zaman Yunani kuno,secara akal menang,dan hal itu dihentikan oleh Socrates,sehingga akal dan hati sama-sama menang. Paham relativisme semakin mempunyai dasar setelah Heraclitus (544-484 SM) menyatakan “You can not steep twice into the same river; for the fresh wates are ever flowing upon you” (Engkau tidak dapat terjun kesungai yang sama dua kali karena air sungai itu selalu mengalir) (Warner, 1961:26). Menurut Heraclitus alam semesta ini selalu dalam keadaan berubah, sesuatu yang dingin berubah menjadi panas, yang panas berubah menjadi dingin. Itu berarti bila kita hendak  memahami kehidupan kosmos, kita mesti menyadari bahwa kosmos itu dinamis. Kosmos tidak pernah dalam keadaan berhenti (diam), ia selalu bergerak berarti berubah. Gerak itu menghasilkan perlawanan-perlawanan. Itu sebabnya ia sampai pada kongklusi bahwa yang mendasar dalam alam semesta ini bukanlah bahwa (stuff) nya yang seperti ditanyakan oleh filosof pertama itu, melainkan prosesnya (Warne, 1961:28). Pernyataan “semua mengalir” berarti semua berubah bukanlah pernyataan yang sederhana. Implikasi pertanyaan ini amat hebat. Pernyataan itu mengandung pengertian bahwa kebenaran selalu berubah, tidak tetap. Pengertian adil hari ini belum tentu masih benar besok. Hari ini 2 X 2 = 4, besok dapat saja bukan empat. Pandangan ini merupakan warna dasar filsafat sofisme. Socrates menggunakan metode yang bersifat praktis,yaitu melalui percakapan-percakapan dan menganalisis pendapat-pendapat tentang salah dan tidak salah,adil dan tidak adil, berani dan pengecut,dll.Socrates menganggap jawaban pertama sebagai hipotesa, dan dengan jawaban-jawaban lebih lanjut yang menarik konsekuensi-konsekuensi yang dapat disimpulkan dari jawaban-jawaban tersebut.Jika hipotesa pertama tidak dapat dipertahankan karena menghasilkan konsekuensi yang mustahil,maka diganti dengan hipotesa lain,lalu hipotesa kedua ini diselidiki dengan jawaban-jawaban lain dst.Sering terjadi percakapan Socrates menghasilkan kebingungan (aporia),akan tetapi tidak jarang dialog itu menghasilkan suatu definisi yangberguna.

Menurut Diogenes Laertius mengatakan bahwa Heraclitus sangat sombong dan angkuh hingga akhirnya menjadi manusia pembenci yang hidup di pegunungan dan memakan rerumputan serta tanam-tanaman.Heraclitus menyatakan bahwa “You can not step twice into the same river; for the fresh waters are ever flowing upon you”(Engkau tidak dapat terjun ke sungai yang samadua kali karena air sungai itu mengalir).(Warner, 1961:26)

Menurut Heraclitus, alam semesta ini selalu dalam keadaan berubah, sesuatu yang dingin berubah menjadi panas, begitupun sebaliknya. Itu berarti bila kita hendak memahami kehidupan kosmos, kita mesti menyadari bahwa kosmos itu selalu bergerak dan gerakan itu menghasilkan perlawanan perlawanan-perlawanan. Pernyataan itu mengandung pengertian bahwa kebenaran selalu berubah.

 

 

PENUTUP

 

Filsafat pun akan berkembang dan berkembang dan berguna jika seseorang ataupun anak tersebut rajin mencari wawasan ataupun ilmu yang lebih bermanfaat lainnya. Jadi letak filsafat berada atau didasar dari ilmu-ilmu dan wawasan yang mereka milliki. Dilihat dari pendekatan historis, ilmu filsafat dipahami melalui sejarah perkembangan pemikiran filsafat.Menurut catata sejarah,filsafat barat bermula di Yunani.Bangsa Yunani mulai mempergunakan akal ketika mempertanyakan mitos yang berkembang di masyrakat sekitar abad VI SM.

Jika filsafat seseorang telah berkualitas baik maka ilmu-ilmu selanjutnyapun akan berkembang dengan baik pula. Perkembangan pemikiran ini menandai bahwa suatu usaha pemikiran manusia untuk mempergunakan akal dalam memahami segala sesuatu.Pemikiran Yunani sebagai embrio filsafat barat berkembang menjadi titik tolak pemikiran barat abad pertengahan,modern dan masa berikutnnya.

Setiap manusia yang sadar dan paham akan dia yang telah memiiki filsafat, mereka pastinya akan dapat mengembangkan filsafat yang telah mereka miliki. Pemahaman filsafat tidak dapat dilepaskan dari perjalanan panjang sejarah pemikiran manusia itu sendiri. Sebagimana pemikiran manusia pada awalnya masih diliputi dengan corak berpikir mitilogis. Sebenarnya pemikiran heraclitus sangatlah mudah untuk dipahami. Corak pemikiran ini diwarnai dengan pertimbangan-pertimbangan magis dan animistik terkait dengan corak kehidupannya sehari-hari.

Dalam perkembangan selanjutnya manusia mulai berpikir yang lebih rasional dengan disertai argumentasi-argumentasi logis. Dari sinilah fase awal dari berpikir secar filsafati,manusia mulai merumuskan pernyataan-pernyataan logis dan sistematis terkait dengan persoalan-persoalan yang tengah di hadapinya. Filsafat Yunani muncul dari pengaruh mitologi, mistisisme, matematika dan persepsi yang kental sehingga segalanya nyaris tidak jelas dan seakan mengacaukan pandangan dunia. Kebudayaan mereka kaya dan kreatif namun dikelilingi oleh orang-orang yang sportif dan kompetitif.

Generasi muda zaman ssekarang ini lebih terjamin dan berkualitas hidupnya. Dari perkembangan pemikiran inilah muncul beberapa pemikiran filosofis pada masa Yunani kuno antara lain parmanides, Xenophanes, Thales, Aristoteles, Heraclitus dan Pythagoras.

Filsafat yang berkembang dengan baik ataupun tidaknya tergantung seseorang yang mampu mengolahnya. Dalam kehidupan yang serba canggih dan modern ini, jika kita tidak mampu membawa diri kita dengan baik pasti filsafat yang mereka miliki. Secara umum karakteristik filsafat Yunani kuno adalah rasionalisme, yaitu suatu pemahaman tentang sebuah pengetahuan yang lebih mengutamakan akal(logika). Filsafat sangat berperan penting dalam kehidupan seseorang untuk menatap masa depannya yang cerah sudah pasti filsafat akan kita jadikan modal utama atau landasan dalam pencapaian masa depan.

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Ari Yuana, Kumara. 2010. The Greatest Philosophers. Jogyakarta:Andi Offset.

 

 

*) Penyusun

Nama               : Wahyu Tantri Utomo

Mata Kuliah    : Filsafat Ilmu

Dosen              : Afid Burhanuddin, M.Pd.

Prodi               : Pendidikan Bahasa Inggris, STKIP PGRI Pacitan.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s