Filsafat Thales

Ilmu dn filsafat merupakan dua istilah yang tidak dapat dipisahkan dan saling mencangkup satu dengan yang lainnya. Kehadiran ilmu pun bersamaan atau hampir bersamaan dengan hadirnya filsafat yang mendasarinya.

Saat ini ilmu telah mencapai tingkat kemajuannya dengan ditandai oleh kehadirannya dalam etiap aspek kehidupan. Keberadaannya dalam bentuk ilmu-ilmu kotemporer terkadng menyilaukan kita tentang hal apa yang telah mendasarinya. Sulit bagi kita untuk mengungkap daar pemikiran yang mendasari terbentuknya ilmu ilmu itu.

Jauh sebelum ilmu itu ada dan berkembang , filsafat telah mendahuluinya dengan suatu konsep pemikiran dasar yang mendalam. Filsafat- filsafat itu merupakan hasil dari daya pikir para filosof – filosof gemilang pada masa lalu. Sebut saja; Aristoteles, Socrates, Plato, Thales, Permendes,dan sebagainya.

Pada makalah ini akan disajikan sedikit pembahasan tentang seorang filosof yang dianggap sebagai Bapak filosof pertama di dunia, Thales yang diperkirakan menghuni alam pada 620-540 sebelum Masehi.

 

 

Biografi Tokoh

Dalam http://thebiografis.wordpress.com/2010/08/02/thales-624-546-sm Thales dinyatakan sebagai seorang filsuf yang mengawali sejarah filsafat Barat pada abad ke-6 SM sekitar 620-450 SM. Dalam suatu sumber juga disebutkan bahwa dia merupakan anak dari pasangan Examyes dan Cleobuline.  Thales lahir di kota Miletos yang merupakan tanah perantauan orang-orang Yunani di Asia Kecil. Situasi Miletos yang makmur memungkinkan orang-orang di sana untuk mengisi waktu dengan berdiskusi dan berpikir tentang segala sesuatu. Hal itu merupakan awal dari kegiatan berfilsafat sehingga tidak mengherankan bahwa para filsuf Yunani pertama lahir di tempat ini. Dia juga hidup dikalangan suku Homerian

Sebelum Thales, pemikiran Yunan dikuasai cara berpikir mitologis dalam menjelaskan segala sesuatu. Pemikiran Thales dianggap sebagai kegiatan berfilsafat pertama karena mencoba menjelaskan dunia dan gejala-gejala di dalamnya tanpa bersandar pada mitos melainkan pada rasio manusia. Ia juga dikenal sebagai salah seorang dari Tujuh Orang Bijaksana (dalam bahasa Yunani hoi hepta sophoi), yang oleh Aristoteles diberi gelar ‘filsuf yang pertama’. Selain sebagai filsuf, Thales juga dikenal sebagai ahli geometri, astronomi, dan politik. Bersama dengan Anaximandros dan Anaximenes, Thales digolongkan ke dalam Mazhab Miletos.

Thales tidak meninggalkan bukti-bukti tertulis mengenai pemikiran filsafatnya. Pemikiran Thales terutama didapatkan melalui tulisan Aristoteles tentang dirinya.Aristoteles mengatakan bahwa Thales adalah orang yang pertama kali memikirkan tentang asal mula terjadinya alam semesta.

Masih dari sumber yang sama, dikatakan bahwa Thales adalah seorang saudagar yang sering berlayar ke Mesir. Di Mesir, Thales mempelajari ilmu ukur dan membawanya ke Yunani. Ia dikatakan dapat mengukur piramida dari bayangannya saja. Selain itu, ia juga dapat mengukur jauhnya kapal di laut dari pantai. Kemudian Thales menjadi terkenal setelah berhail memprediksi terjadinya gerhana matahari pada tanggal 28 Mei tahun 585 SM. Thales dapat melakukan prediksi tersebut karena ia mempelajari catatan-catatan astronomis yang tersimpan di Babilonia sejak 747 SM.

 

Pemikiran Tokoh

 

Thales adalah salah seoran g filosof yang hidup di antara suku nHomerian dan diperkirakan hidup antara 620-540 SM, suku tersebut merupakan suku yang mempercaai aadanya kekuatan para dewa yang memiliki kemampuan seperti manusia.  Dewa inilah yang dianggap sebagai penggerak alam termasuk adanya bencana dan gempa bumi. Namun, kepercayaan ini tidak diyakini oleh Thales. Dia membangun keyakinan dari pandangan naluri dan akal sehatnya sendiri. Dia adalah orang yang memerdekakan pikiran dan batinnya dari dogma keyakinan agama, dan berusaha mencari keyakinan melalui hakikat penciptaan alam ini.

Thales merupakan filosof pertama yang mengilhami tentang asal usul ala mini. Dia telah menanyakan pada akal sehatnya tentang “dari apa alam ini terben tuk?”. ini adalah pertanyaan yang bernilai filsafat dan akan menjadi sebuah pemikiran yang cerdas dan mendalam. terlepas dari apapun jawabannya, dia telah memelopori munculnya kaidah filsafat.(Bakhtiar: 2010)

Dalam  (http://www.mathopenref.com/thales.html) pola pemikiran Thales dituliskan sesuai ungkapan Aristoteles sebagai berikut ini

Sebagai orang pertama yang berpikir  tentang  materi materi pemberntuk alam raya ini. Dia membangun sebuah pandangan filoosofi  penciptaan alam yang terbuat dari air.

Pemikiran tersebut dijadikan Aristoteles sebagai dasar pemikirannya selanjutnya. Dia melihat suatu dinamika air yang menyebabkan bumi ini seakan hidup. Air telah mampu menggerakkan paretikel biji-bijian sehingga tumbuh menjadi sumber penghidupan bagi seluruh organisme.

Dalam suatu konsep, sebenarnya tidak ada hasil final yang pasti tentang konsep Thales ini, namun dia juga menyatakan bahwa tidak ada hasil pasti mengenai segala sesuatu yang Nampak. Karena sesungguhnya sesuatu yang  nampak itu sebenarnya berbeda dari kenyataan sebenarnya( reality is different from appearance because not everything appears to be one unchanging thing).

Dari sumber yang sama , dinyatakan bahwa Hyppolitus( refut.1, Dox.555) juga menyatakan dukungannya terhadap pemikiran Thales terkait dengan dinamika air. Hyppo telah mangidentifikasi, gerak gerik air yang merupakan unsur  penyebab adanya gempa bumi. Dalam asumsinya, Thales menyatakan bahwa air adalah partikel yang pada keadaan tertentu akan mengalami solidifikasi( pembekuan) dan liquidisasi(mencair) yang pada keadaan tertentu mampu menimbulkan getaran gempa dan mempengaruhi pergerakkan bintang. Dari konsep penemuan Thales ini  menyatakan bahwa Thales mampu menghitung gejala gerhana matahari dengan tepat.

Selain penemuan penemuan konsep diatas, Thales  juga  telah menemukan banyak konsep filisofi  diantaranya seperti yang diringkas oleh  Kumara Ari Yuana (2010) dalam bukunya sebagai berikut;

–   Thales adalah filsuf pertama dalam tradisi filsafat Barat. Ia memetafisikakan alam bahwa unsure penyusunnya adalah air, dan bumi yang datar ini mengapung diatas air.

–   Ia mampu menghitung orbit matahari dan bulan dengan tepat sehingga diriwayatkan mampu memprediksi adanya gejala gerhana matahari total dengan tepat.

–   Filsafat etika; mengatakan bahwa  harta akan bersifat baik jika diperoleh dengan cara yang tidak merugikan orang lain, dan apapun yang orang lain tidak ingin dilakukan pada diri sendiri janganlah dilakukan pada orang lain.

–   Thales juga merupakan ahli Geometri dan Astronomi

 

 

Penutup

 

Thales merupakan filosof pertama yang menemukan konsep dsar penciptaan alam raya ini. Dia mengasumsikan bahwa paretikel utama penciptaannya adalah air. Dia juga menemukan konsep oerhitungan gerhana dan mengungkapkan sebuah filosofi etika.

Thales adalah orang pertama yang berfilsafat tentang alam dan konsepnya diikuti dan dikaji oleh filosof-filosof setelahnya. Meskipun pad akhirnya  konsep tersebut mengalami perkembangan dan bahkan kontroversi.

 

 

Daftar Pustaka

 

Yuana, Kumara Ari. 2010. The Greatest Philosophers. Yogyakarta. Penerbit ANDI

(http://www.mathopenref.com/thales.html)

http;//home.wlu.edu/~mahonj/Ancient…/Thales.htm

http://thebiografis.wordpress.com/2010/08/02/thales-624-546-sm

 

 

*) Penyusun

Nama               : Triani

Mata Kuliah    : Filsafat Ilmu

Dosen              : Afid Burhanuddin, M.Pd.

Prodi               : Pendidikan Bahasa Inggris, STKIP PGRI Pacitan.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s