Filsafat Pascal

Pengertian filsafat dapat ditinjau dari dua segi, yakni secara etimologi dan terminologi. Arti secara etimologi, istilah filsafat dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah philosophy, dalam bahasa Yunani dikenal dengan sebutan philosophia. Kata philosophia terdiri atas kata philein yang berarti cinta (love) dan sophia yang berarti kebijaksanaan (wisdom), sehingga secara etimologi dan filsafat berarti cinta kebijaksanaan (love of wisdom) dalam arti yang sedalam-dalamnya. Seorang filsuf adalah pecinta atau pencari kebijaksanaan. Arti secara terminologi maksudnya arti yang dikandung oleh istilah filsafat, Aristoteles mendefinisikan bahwa filsafat adalah ilmu (pengetahuan) yang meliputi kebenaran yang terkandung didalamnya ilmu-ilmu metafisika, logika, retorika, etika, ekonomi, politik, dan estetika (filsafat keindahan). Plato menyatakan bahwa filsafat adalah pengetahuan yang berminat mencapai kebenaran yang asli. Sementara itu, Phytagoras memberikan definisi filsafat sebagai  the love for wisdom. Menurutnya, manusia yang paling tinggi nilainya adalah manusia pencinta kebijakan (love of wisdom), sedangkan yang dimaksud dengan wisdom adalah kegiatan melakukan perenungan tentang Tuhan.

            Filsafat memiliki sejarah perkembangan yakni mulai dari zaman Pra Yunani Kuno, zaman Yunani Kuno, zaman Abad Pertengahan, zaman Renaissance, zaman Modern hingga zaman Kontemporer ( Abad ke-20 dan seterusnya). Pada zaman Yunani Kuno didominasi oleh akal, zaman Abad Pertengahan didominasi oleh gereja, hati yang berbicara dan melindungi kebenaran agama, zaman Renaissance merupakan cikal bakal kemenangan akal dan pada zaman Modern serta Kontemporer didominasi oleh akal sepenuhnya.

            Pada zaman abad modern muncul beberapa tokoh filsafat, salah satunya Blaise Pascal. Ia berkata bahwa pengetahuan didapatkan melalui dua jalan, yakni akal (reason) dan hati (heart). Pascal merupakan seorang ahli matematika dan telah memiliki banyak karya. Pada Makalah ini akan mengupas tuntas tentang kehidupan Blaise Pascal, Pemikiran serta karya-karyanya, sehingga pembaca bisa mengetahui lebih jelas tentang tokoh filsafat zaman modern yakni Blaise Pascal.

           

BIOGRAFI BLAISE PASCAL (1623 – 1662 M)

            Blaise Pascal lahir pada tanggal 19 Juni 1623 di Clermont Ferrand Perancis. Ayahnya Etienne Pascal, penasehat kerajaan yang kemudian diangkat sebagai presiden organisasi the Court of Aids di kota Clermont. Ibunya, Antoinette Begon, wafat saat ia berusia 3 tahun, meninggalkan ia dan dua saudara perempuannya, Gilberte dan Jacqueline. Blaise Pascal sejak kecil dikenal sebagai seorang anak yang cerdas walaupun ia tidak menempuh pendidikan di sekolah secara resmi. Di usia 12 tahun, ia sudah bisa menciptakan sebuah mesin penghitung untuk membantu pekerjaan ayahnya. Ayahnya adalah seorang petugas penarik pajak yang bekerja di wilayah Auvergne, Perancis. Sejak usia empat tahun Blaise Pascal telah kehilangan ibunya. Karya-karyanya terus bertambah mulai dari merancang bangunan segienam (hexagram), menemukan prinsip kerja barometer, sistem kerja arloji, hingga ikut terlibat dalam pembuatan sistem transportasi bawah tanah kota Paris.

Sejak usia 12 tahun, Pascal sudah biasa diajak ayahnya menghadiri perkumpulan diskusi matematik. Ayahnya mengajarinya ilmu bahasa, khususnya bahasa Latin dan Yunani, tapi tidak matematik. Ayahnya sengaja melewatkan pelajaran matematik kepada Pascal semata-mata untuk memancing rasa keingintahuan si anak. Pascal lantas terbiasa berexperimen dengan bentuk-bentuk geometri, serta menemukan rumus-rumus geometri standar dan memberikan nama rumus tersebut dengan namanya sendiri.

Pada tahun 1631, Pascal sekeluarga pindah ke Paris. Ayahnya memutuskan untuk mendidik sendiri anak-anaknya, tak terkecuali Pascal. Sungguh menakjubkan, Pascal memang dikenal cerdas sejak kecil. Ia menunjukkan bakat yang luar biasa di bidang matematika dan sains. Pada umur 11 tahun, ia membuat karya tulis tentang getaran suara. Ayahnya yang melihat bakat besar ini cukup terkejut dan sempat melarang Pascal untuk mempelajari matematika hingga umur 15 tahun. Akan tetapi, pada umur 12 tahun, Pascal berhasil membuat perhitungan bahwa jumlah semua sudut sebuah segitiga adalah sama dengan 1800. Uniknya, perhitungan tersebut ditulis di dinding rumahnya.

Akhirnya, Pascal diizinkan untuk mempelajari materi dari seorang ilmuwan besar, Euclid. Ia juga dianggap dapat disejajarkan dengan ilmuwan-ilmuwan besar Eropa lainnya, seperti Roberval, Desargues, Mydorge, Gassendi, dan Descartes.

Tahun 1640 Pascal sekeluarga pindah ke kota Rouen. Saat itu, ia masih diajari langsung oleh ayahnya, namun Pascal belajar dengan sangat giat bahkan sampai menguras stamina dan kesehatannya sendiri. Jerih payahnya tak sia-sia, akhirnya ia berhasil menemukan teorema Geometri yang menakjubkan.

Kadang-kadang ia menyebut teorema tersebut sebagai “hexagram ajaib” sebuah teorema tentang persamaan persilangan antar garis. Bukan sebuah teorema yang sekedar menghitung keseimbangan bentuk, tapi, lebih mendasar dan penting, yang saat itu sama sekali belum pernah dikembangkan menjadi sebuah cabang ilmu matematik tersendiri – geometri proyeksi. Pascal kemudian menggarapnya jadi sebuah buku, Essay on Conics, yang diselesaikannya sampai tahun 1640, di mana hexagram ajaib menjadi bahasan utama, yang membahas ratusan penghitungan tentang kerucut, juga membahas teorema Apollonius, yang mengagumkan bukan cuma karena usianya yang masih sangat muda saat itu (16 tahun) namun karena penghitungannya juga menyertakan unsur-unsur tangens.

Tahun 1646 ayah Pascal mengalami kecelakaan kemudian dirawat di rumah. Beberapa tetangga berkunjung membesuk kebetulan beberapa diantaranya penganut Jansenist, yang didirikan oleh Cornelis Jansen, seorang professor kelahiran Belanda yang mengajar teologi di Universitas Louvain. Sebuah kepercayaan yang bertentangan dengan ajaran Jesuit. Pascal tampaknya terpengaruh dan menjadi pengikut Jansenists, dan menjadikannya amat menentang ajaran Jesuits. Adiknya, Jacqueline juga berniat ingin masuk biara Jansenist di Port Royal. Ayah Pascal, Etienne Pascal tak menyukai hal ini, kemudian mengajak keluarganya pindah ke Paris, namun setelah ayahnya meninggal pada tahun 1651 Jacqueline bergabung dengan biara Port Royal. Pascal masih sibuk menikmati kehidupan duniawinya bersama teman-temannya dari kalangan bangsawan menghabiskan uang warisan ayahnya. Akhirnya pada tahun 1614, ia sepenuhnya menjadi penganut Jansenisme, dan ia pun memulai kehidupan osteriknya di biara Port Royal.

Pada tahun 1655 Antoine Arnauld, seorang penulis kondang mengulas tentang ajaran Jansenisme, yang secara resmi dilarang pemerintah Sorbonne sebagai ajaran bidah, lalu Pascal menjawab tulisan tersebut dengan menulis di media kondang the Provincial Letters dengan menggunakan nama samaran Louis de Montalte, yang bertujuan untuk mempertahankan ajaran Jansenisme. Mereka seolah-olah berpolemik antara dua orang sahabat, mulai dari 13 Januari 1656, hingga 24 Maret 1657. Media the Provincial Letters beroplag ribuan dan beredar ke seluruh pelosok Paris, penganut Jesuits mencoba memancing siapa sebenarnya si penulis tersebut dengan cerdiknya malah mengolok-olok mereka yang berusaha mengungkap jati dirinya.

Berita tentang kehidupan pribadi Pascal tak banyak terdengan semenjak ia memasuki kehidupan di Port Royal. Saudara perempuannya, Gilberte melihat dia menjalani kehidupan asketis. Pascal, selain tak terlalu suka melihat adik perempuannya sibuk dengan anak-anaknya, juga sebal dengan pembicaraannnya yang melulu soal urusan perempuan. Mulai 1658 penderitaan sakit kepalanya semakin memuncak, akhirnya meninggal pada 19 Agustus 1662.

Ketika wafat Pascal meninggalkan sebuah karya tulis yang belum selesai perihal teologi, the Pensees, sebuah apologi Kekristenan, sehingga , baru diterbitkan 8 tahun kemudian oleh biara Port Royal dalam bentuk yang tak lengkap dan tak jelas. Sebuah versi terbitan yang lebih otentik pertama kali terbit tahun 1844. Yang mengupas tentang problem besar pemikiran Kristen, tentang kepercayaan yang bertentangan dengan Sebab, Kehendak-bebas, dan Pengetahuan-Awal. Pascal menjelaskan kontradiksi dan problem moral kehidupan, doktrin tentang Kejatuhan (keterusiran dari surga) yang menjadi landasan kepercayaan dan menjadi dasar pembenaran dari doktrin Penebusan.

The Pensees, berbeda dengan Provincial Letters, yang ditulis langsung oleh penulisnya, dengan gaya penulisan, yang tentu saja tidak sesuai, dengan kehebatannya sebagai sosok penulis termashur. The Letters, bagaimanapun juga, telah menempatkan Pascal ke dalam sejarah literatur bersama penulis-penulis besar Perancis. The Pensees terasa seolah ditulis oleh orang lain, yang seolah tak terlalu mementingkan soal agama. Namun demikian, meski berbeda antara keduanya, masing-masing tetap merupakan buku-buku penting dalam sejarah pemikiran keagamaan.

 

 

PEMIKIRAN TOKOH : BLAISE PASCAL

 

Le Couer

            Le couer a ses raison ne connait point (Hati mempunyai alasan-alasan yang tidak dimengerti oleh rasio) adalah ungkapan Pascal yang sangat terkenal. Dengan pernyataan ini Pascal tidak bermaksud menunjukkan bahwa rasio dan hati itu bertentangan. Hanya saja menurut Pascal, rasio atau akal manusia tidak akan sanggup untuk memahami semua hal. Baginya “hati” (Le couer) manusia adalah jauh lebih penting.

Hati yang dimaksudkan oleh Paskal tidak semata-mata berarti emosi. Hati adalah pusat dari segala aktivitas jiwa manusia yang mampu menangkap sesuatu secara spontan dan intuitif. Rasio manusia hanya mampu membuat manusia memahami kebenaran-kebenaran matematis dan ilmu alam. Dengan memakai hati, manusia akan mampu memahami apa yang lebih jauh daripada itu yakni pengetahuan tentang Allah.

Kebenaran tidak hanya diketahui oleh akal saja tetapi juga dengan hati, bahkan menurut Paskal untuk dapat mengenal Allah secara langsung manusia harus menggunakan hatinya. Dengan demikian Paskal hendak menegaskan bahwa rasio manusia itu memiliki batas sedangkan iman yang tidak terbatas.

 

Le Pari

           

            Le Pari atau “Pertaruhan” adalah argumen Paskal lainnya yang terkenal. Gagasan ini terkait dengan persoalan mengenai ada tidaknya Allah dalam sejarah filsafat. Ada orang-orang-orang skeptik yang kerap kali mencemooh orang-orang Kristen yang percaya bahwa Allah itu ada sementara mereka sendiri tidak dapat membuktikan secara rasional bahwa Allah itu tidak ada. Ia kemudian membuat sebuah pertaruhan mengenai ada atau tidaknya Allah.

Dalam hal ini Paskal mengambil posisi sebagai orang yang percaya akan adanya Allah. Alasannya, bila ternyata Allah memang ada, orang-orang yang percaya kepada Allah akan menang dan hidup berbahagia bersama Allah yang diimani di surga kelak. Sementara bila ternyata Allah memang tidak ada dan orang-orang percaya kalah maka mereka tidak akan menderita kerugian apapun.  Hidup baik yang telah mereka jalani selama berada di dunia sudah merupakan keutamaan yang membuat kehidupan mereka dan orang lain bahagia.

 

KARYA-KARYA BLAISE PASCAL

Pascal menulis tentang hidrostatik, yang menjelaskan eksperimennya menggunakan barometer untuk menjelaskan teorinya tentang Persamaan Benda Cair (Equilibrium of Fluids), yang tak sempat dipublikasikan sampai satu tahun setelah kematiannya. Makalahnya tentang Persamaan Benda Cair mendorong Simion Stevin melakukan analisis tentang paradoks hidrostatik dan dan meluruskan apa yang disebut sebagai hukum terakhir hidrostatik: bahwa benda cair menyalurkan daya tekan secara sama-rata ke semua arah (yang kemudian dikenal sebagai Hukum Pascal). Hukum Pascal dianggap penting karena keterkaitan antara Teori Benda Cair dan Teori Benda Gas, dan tentang Perubahan Bentuk tentang keduanya yang kemudian dikenal dengan Teori Hidrodinamik.

Teori Pascal memberikan pengaruhnya pada teori matematik di saat Pascal memulai kehidupan di Port Royal yang digunakan mengatasi problem penghitungan yang berhubungan dengan kurva dan lingkaran, yang juga harus dikuasai oleh matematikawan modern. Ia banyak menerbitkan teorema yang diajukan sebagai tantangan kepada matematikawan lain untuk dipecahkan, tanpa satupun yang menjawabnya. Jawaban kemudian datang dari John Wallis, Christopher Wren, Christian Huygens, dan kawan-kawan, tanpa hasil yang memuaskan. Pascal akhirnya menerbitkan jawabannya sendiri dengan menggunakan nama samaran Amos DettonviIle (kemudian dikenal dengan anagram Louis de Montalte), kemudian matematikawan sekarang sering juga menyebut dirinya dengan nama ini.

Teori matematik probabilitas menjadi berkembang pertama kali ketika terjadi komunikasi antara Pascal dan Pierre de Fermat yang akhirnya menemukan bahwa kedua teori Pascal dan Matematika Probabilitas memiliki kesamaan meski masing-masingnya tetap berdiri sendiri. Pascal merencanakan menulis makalah tentang itu, namun lagi-lagi cuma cuplikan-cuplikan yang ditinggalkannya, yang diterbitkan setelah kematiannya. Ia tak pernah menulis teori matematik yang panjang lebar berbelit-belit, melainkan tulisan-tulisan pendek yang singkat, jelas, dan abadi.

 

A. IRISAN KERUCUT

Pascal sangat tertarik pada pemikiran Desargues mengenai irisan kerucut. Tak disangka, ia mengembangkan pemikiran tersebut. Pada umur 16 tahun, ia berhasil membuat karya tulis yang berjudul Essai Pour Les Coniques. Dalam karya tulisnya tersebut, ia menyebutkan bahwa jika sebuah kerucut dipotong oleh sebuah bidang datar secara tegak lurus, maka diperoleh permukaan berupa lingkaran. Sebaliknya, jika dipotong dengan kemiringan tertentu, maka diperoleh permukaan berupa elips. Pemikiran Pascal tersebut cukup menarik perhatian Rene Descartes. Ia tidak percaya bahwa teori tersebut lahir dari seorang anak berusia 16 tahun. Descartes sempat berkata, saya tidak merasa heran jika ada seseorang yang mampu menunjukkan materi tentang kerucut lebih sempurna dari sebelumnya, akan tetapi sangat jarang hal ini dikemukakan oleh seorang anak yang berumur 16 tahun.

 

B. KALKULATOR MEKANIK

Pada tahun 1642, ketika Pascal berumur kurang dari 19 tahun, ia berhasil membuat sebuah kalkulator mekanik untuk melakukan perhitungan penjumlahan dan pengurangan. Hal ini ia lakukan untuk membantu ayahnya yang sering kesulitan menghitung besarnya pajak dan tagihan. Kalkulator yang diberi nama Pascaline ini sempat dipamerkan di Musee des Arts et Metiers di Kota Paris, Perancis dan di Zwinger Museum di Kota Dresden, Jerman. Karena harganya yang sangat mahal, kalkulator Pascal ini tidak laku dijual. Padahal, Pascaline adalah cikal bakal dari mesin komputer saat ini. Namun, Pascal tetap membuat dan mengembangkan kalkulator tersebut.

 

C. PERMAINAN JUDI

            Chevalier de Mere, salah seorang teman Pascal, sangat tertarik pada masalah perjudian. Ia ingin mengetahui bagaimana membagi uang taruhan secara adil sesuai dengan peluang untuk memenangkan permainan judi tersebut. Pemikiran ini sangat menginspirasi Pascal untuk mencari solusinya. Bersama De Fermat, Pascal berhasil menjawab semua masalah dalam permainan judi melalui teori peluang matematika. Ternyata, materi tersebut memberikan sumbangan yang besar bagi Leibniz dalam penulisan dasar-dasar kalkulus.

 

D. SEGITIGA PASCAL

            Segitiga pascal ini sangat membantu untuk banyak hal. Untuk pemfaktoran pada aljabar. misalnya untuk menjabarkan suatu bentuk pangkat yang di dalamnya terdapat penjumlahan atau pengurangan. Misalnya, (x + y)4 atau yang lain. Dengan menggunakan segitiga pascal ini sangat membantu untung menjabarkan lebih cepat lagi. Yang kita kenal dari segitiga pascal adalah bentuknya yang seperti segitiga dan bilangan yang bawah adalah hasil penjumlahan dua bilangan di atasnya. Segitiga aritmatika yang ditunjukkan disini telah dikenal selama 600 tahun,tetapi Pascal menemukan bahwa banyak dari sifat-sifat segitiga dihubungkan dengan barisan-barisan dan deret-deret istimewa. Pada saat segitiga selesai dibuat,bayangan dalam setiap persegi dengan bilanganbilangan ganjil di dalamnya dan Anda akan melihat sebuah pola yang muncul. Segitiga Pascal juga sangat membantu kita dalam melakukan perhitungan bilangan berpangkat.

Contoh :

(A+B)2=A2+2AB+B2

(A+B)3=A3+3A2B+3AB2+B3

Yang unik dari segitiga pascal ini adalah jika setiap barisnya dijumlahkan maka hasilnya adalah merupakan bilangan 2 pangkat n dengan n berurutan dari 0. Baris pertama didapatkan 20. Baris kedua adalah sama dengan 21. Baris ketiga sama dengan 22. Dan seterusnya…

1 = 20

1 + 1 = 21

1 + 2 + 1 = 22

1 + 3 + 3 + 1 = 23

1 + 4 + 6 + 4 + 1 = 24

1 + 5 + 10 + 10 + 5 + 1 = 25

1 + 6 + 15 + 20 + 15 + 6 + 1 = 26

 

Matriks Eksponen

Disebabkan pembinaan sederhana dengan faktorial, pewakilan yang sangat asas pada segi tiga Pascal dalam bentuk matriks eksponen dapat diberikan: segi tiga Pascal adalah eksponens bagi matriks yang mempunyai urutan 1, 2, 3, 4, … pada subpepenjuru dan kosong pada mana-mana tempat lain.

Ciri Geometri

Segi tiga Pascal dapat digunakan sebagai sebuah jadwal pencarian untuk bilangan uncur berdimensi dalam sebuah versi dimensi berarbitrari tunggal pada sebuah segi tiga (digelar sebagai sebuah simpleks). Contohnya, anggapkan garisan ke-3 pada segi tiga, dengan nilai 1, 3, 3, 1. Sebuah segi tiga 2-dimensi mempunyai satu unsur 2-dimensi (sendiri), tiga elemen 1-dimensi (garisan, atau pinggir), dan tiga unsur 0-dimensi (verteks, atau sudut). Erti nomor terakhir (1) adalah lebih sukar untuk dijelaskan (tetapi lihat di bawah). Berlanjutan dengan contoh kita, sebuah tetrahedron mempunyai unsur 3-dimensi (sendiri), unsur 2-dimensi (permukaan), enam unsur 1-dimensi (pinggir), dan empat unsur 0-dimensi (verteks). Menambahkan terakhirnya 1 semula, nilai-nilai ini berhubungan dengan barisan ke-4 pada segi tiga (1, 4, 6, 4, 1). Garisan 1 berhubungan dengan sebuah titik, dan Garisan 2 berkorespon dengan sebuah segmen garisan (dyad). Petak ini bersambung untuk hiper-tetrahedron berdimensi tinggi.

Untuk memahami mengapa corak ini bermuncul, seorang harus memahami bahawa proses pembinaan sebuah simpleks-n dari sebuah simpleks-(n − 1) terdiri dengan hanya menambahkan sebuah verteks baru pada yang kemudiannya, ditempatkan seperti mana verteks baru ini terbaring di luar ruang simpleks asal, dan bercantum ke semua verteks asal. Sebagai contoh, anggapkan kes pembinaan sebuah terahedron dari sebuah segi tiga, yang kemudiannya dari elemen itu dihitung oleh barisan 3 pada segi tiga Pascal: muka 1, sisi 3, dan verteks 3 (makna pada akhir 1 akan dijelaskan sebentar lagi). Untuk membina sebuah tetrahedron dari sebuah segi tiga, kita tempatkan sebuah verteks baru di atas plane segi tiga dan menyambungkan verteks ini ke kesemua verteks segi tiga asal.

Nomor pada elemen berdimensi yang diberikan pada tetrahedron adalah sekarangnya jumlah pada dua nomor: pertama nomor yang pada elemen di segi tiga asal, tambah nomor elemen-elemen baru, setiap yang mana dibina pada elemen-elemen salah satu dimensi berkurang dari segi tiga asal. Oleh itu, dalam tetrahedron, nomor sel (elemen-elemen polyhedral) adalah 0 (segi tiga asal memiliki kosong) + 1 (dibina pada permukaan single segi tiga asal) = 1; bilangan muka adalah 1 (segi tiga asal tersendiri) + 3 (muka baru, setiap dibina pada suatu tepi segi tiga asal) = 4; bilangan sisi adalah 3 (dari segi tiga asal) + 3 (sisi-sisi baru, setiap dibina pada sebuah verteks yang ditambahkan untuk mencipta tetrahedron dari segi tiga) = 4. Proses menjumlahkan bilangan elemen ini pada suatu dimensi yang diberikan pada yang salah dimensi yang berkurang satu untuk tiba di bilangan yang terdahulunya dijumpai di simpleks lebih tinggi seterusnya adalah bersamaan dengan proses penjumlahan dua nomor adjacent pada sebuah barisan segi tiga Pascal untuk yield nomor di bawah. Oleh itu, makna pada nomor akhir (1) pada sebaris segi tiga Pascal menjadi lebih difahami sebagai mewakili verteks baru yang ditambahkan ke simpleks yang diwakili oleh barisan itu untuk yield simpleks yang lebih tinggi seterusnya sebagai diwakili oleh barisan seterusnya. Verteks baru ini dicantumkan dengan setiap elemen di simpleks asal untuk yield sebuah elemen baru pada dimensi lebih tinggi pada simpleks baru, dan ini adalah asalnya corak yang didapati berkembar dengan yang dilihat pada segitiga Pascal.

Sebuah corak baru diperhatikan berkaitan dengan segi empat sama, yang berbeda dengan segi tiga. Untuk mencari coraknya, seorang harus membina sebuah analog pada segi tiga Pascal, yang entrinya adalah pekali (x + 2)Nomor Barisan, daripada (x + 1)Nomor Barisan

 

PENUTUP

            Filsafat adalah sebuah ilmu dan usaha untuk memperoleh pandangan secara menyeluruh serta menggabungkan beberapa kesimpulan dari berbagai ilmu dan pengalaman manusia menjadi suatu pandangan dunia yang konsisten. Orang yang berfilsafat akan mampu berfikir secara rasional dan kritis, artinya ia akan melihat sebuah permasalahn dari berbagai sisi atau sudut pandang sehingga mampu menemukan pemikiran yang terbaik.

            Belajar Filsafat memiliki banyak manfaat, salah satunya sebagai sarana pengujian penalaran ilmiah, sehingga orang menjadi kritis terhadap kegiatan ilmiah. Dan saya harapkan makalah ini bisa bermanfaat bagi para pembaca, saya sadari masih banyak kekurangan dalam makalah ini, sehingga kritikan dan saran yang membangun sangat saya harapkan.

 

                                                                          

 

 

DAFTAR PUSTAKA                                    

Surajiyo. 2010. Filsafat Ilmu dan Perkembangan di Indonesia. Jakarta : Bumi Putra.

http://id.wikipedia.org/wiki/Blaise_Pascal#Pemikiran

http://tokoh-ilmuwan-penemu.blogspot.com/2009/10/tokoh-matematika-blaise-pascal.html

http://sitinurzahra.blogspot.com/2011/11/normal-0-false-false-false-en-us-x-none_941.html

http://junaedie-juns.blogspot.com/2010/11/filsafat-modern.html

 

*) Penyusun

Nama               : Ido Putra

Mata Kuliah    : Filsafat Ilmu

Dosen              : Afid Burhanuddin, M.Pd.

Prodi               : Pendidikan Bahasa Inggris, STKIP PGRI Pacitan.

 

           

           

           

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s