Filsafat Parmenides

Perkembangan ilmu pengetahuan hingga sekarang, tidak merupakan hasil pembalikan telapak tanggan kita. Perkembangan ilmu yang semakin pesat hingga sekarang ini terjadi karena proses,tahapan dan juga evolutif.

Begitu juga dengan filsafat ilmu yang mulai berkembang pesat hingga sekarang ini, sejarah juga membuktikan bahwa di dunia timur bagi semua perkembangan dan kemajuan ilmu pengetahuan hingga seperti sekarang ini sangatlah besar. Namun perkembangan ilmu secara teoritis senantiasa mengacu kepada peradaban Yunani, hingga berakhir pada masa modern. Semua itu merupakan rangkaian panjang sejarah di peradaban umat manusia yang berkembang karena rasa ingin tahu.

Pada zaman yunani kuno di pandang dan di anggap sebagai zaman keemasan filsafat, karena pada masa ini orang memiliki kebebasan untuk mengungkapakan ide dan pendapat, oleh karena itu pada zaman yunani kuno di anggap sebagai gudangnya ilmu dan filsafat.

B.     Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka penulis dapat merumuskan masalah sebagai berikut :

1.      Bagaimana perkembangan filsafat pada zaman Yunani kuno pada tokoh Parmenides.

2.      Apa peran Parmenides dalam perkembangan filsafat pada zaman Yunani kuno.

 

 

C.    Tujuan

Adapun tujuan penulis menyusun makalah ini adalah :

1.      Memenuhi tugas mata kuliah filsafat ilmu semester VII program studi pendidikan bahasa inggris.

2.      Untuk mengetahui perkembangan filsafat pada zaman Yunani kuno tokoh Parmenides.

3.      Untuk mengetahui peran dan pemikiran seorang Parmenides dalam perkembangan filsafat ilmu pada zaman Yunani kuno.

 

 

BAB II

BIOGRAFI

A.    Pengertian Filsafat

Istilah filsafat dalam bahasa Indonesia memiliki padanan kata falsafah ( Arab), philosophy ( Inggris ), philosophia ( Latin ), philosophie ( Jerman, Belanda, Prancis). Semua istilah tersebut bersumber dari istilah Yunani yaitu philosophia. Istilah Yunani Philein berarti mencantai, sedangkan philos berarti teman selanjutnya istilah sophos berarti bijaksana dan Sophia berarti kebijaksanaan ( Ali Mudhofir, 2001: 18 )

Pengertian filsafat ilmu menurut Plato filsafat adalah pengetahuan yang berminat mencapai kebenaran asli. Filsafat sangat berkembang pesat pada zaman Yunani kuno dan filosof yang ada pada masa Yunani kuno di antaranya Thales, Anaximander, Heraclitus, Parmenides, Zeno, Protagoras, Gorgias, Socrates, Plato, Aristoteles.

B.     Tokoh filsafat zaman Yunani kuno

Di bawah ini salah filosof pada zaman Yunani kuno yang perperan penting dalam perkembangan filsafat ilmu yaitu :

Parmenides  ( 520 SM -450 ), philo – Easy ( Filsafat itu Mudah ) :

a.       Filsafat Parmenides menyatakan bahwa realitas itu ada dua macam, yaitu ( 1 ) yang Mutlak, Satu, Abadi, dan ( 2 ) yang menipu dan hanya fatamorgana.

b.      Kebenaran yang Mutlak hanya dapat diketahui dari pemikiran murni, sedangkan kebenaran kedua adalah hasil persepsi indra.

c.       Kedua realitas kebenaran itu harus dipelajari semua dengan mendasarkan kebenaran kedua pada kebenaran pertama.

C.    Biografi Parmenides (520 SM -450 )

Parmenides lahir pada tahun 540 SM dan meninggal pada tahun 470 SM, Parmenides lahir dari kelurga yang terpandang di kota Elea, Yunani. Ia merupakan murid dari Xenophanes, namun tidak mengikuti pandangan-pandangan gurunya. Parmenides merupakan tokoh yang paling terkenal. Pemikiran filsafatnya bertentangan dengan sebab ia berpendapat bahwa segala sesuatu “yang ada” tidak berubah. Parmenides menuliskan filsafatnya dalam bentuk puisi, Puisi Parmenides terdiri dari prakata dan dua bagian. Dua bagian tersebut masing-masing berjudul “Jalan Kebenaran” dan “Jalan Pendapat. Karya Parmenides terdiri dari 3.000 baris kalimat yang bersifat puitis, tetapi hingga sekarang tinggal 150 baris. Karya utama ini sering diberi judul On Nature dan terdiri dari tiga bagian utama, yaitu :

1.      Poem. Pada bagian ini Parmenides menceritakan dia sedang berjalan di dalam lorong yang gelam menuju cahaya. Kemudian Parmenides bertemu dengan dewi tanpa nama yang menyuruhnya belajar tentang hal kebenaran.

2.      Way of Truth ( Aletheia ). Pada bagian ini Parmenides menyatakan ada dua hakikat pertanyaan terhadap sebuah realitas, ia juga berpendapat bahwa kebenaran yang hakiki hanya dapat di peroleh melalui pemikiran murni dan tidak dapat di peroleh melalui persepsi indra. Way of Opinion ( Doxa ). Pada bagian ini Parmenides menjelaskan pengalaman sehari- hari yang bersifat material- fisis di dunia pada dasarnya adalah fatamorgana ( doxa ) dan hanya sebagai refleksi dari Yang satu ( Alethia ).

 

 

Parmenides mengemukakan bahwa berfikir terhadap “ sesuatu “berarti memberikan gambaran terhadap ekstensi “ sesuatu “ itu. Karena menurut Parmenides perubahan adalah tidak mungkin, ia juga berpendapat bahwa kehadiran sesuatu dan kepergian sesuatu hanyalah ilusi.

BAB III

PEMIKIRAN TOKOH

A.    Pemikiran tokoh Parmenides

Pemikiran tokoh Parmenides  menganggap bahwa segala sesuatunya tidak berubah “ Yang ada “. Parmenides berpendapat bahwa :

1.      “yang ada” adalah satu dan tak terbagi, sedangkan pluralitas tidak mungkin. Hal ini dikarenakan tidak ada sesuatu pun yang dapat memisahkan “yang ada”.

2.      “yang ada” tidak dijadikan dan tidak dapat dimusnahkan. Dengan kata lain, “yang ada” bersifat kekal dan tak terubahkan.

3.      “yang ada” itu sempurna, seperti sebuah bola yang jaraknya dari pusat ke permukaan semuanya sama.

4.      “yang ada” mengisi semua tempat, maka disimpulkan bahwa tidak ada ruang kosong. Jika ada ruang kosong, artinya menerima bahwa di luar “yang ada” masih ada sesuatu yang lain.

B.     Penerapan Filsafat dalam Bisnis

Pada zaman tokoh Parmenides filsafat tidak hanya di terapkan pada Puisi tetapi juga pada Bisnis diantaranya :

  • Filsafat Parmenides menyatakan bahwa realitas itu ada dua macam, pertama Yang Mutlak, Satu, Abadi, dan kedua yang hanya fatamorgana juga memiliki konsekuensi dalam etika bisnis.
  • Kesadaran untuk berbisnis secara etis akan memberikan manfaat bukan hanya bagi dirinya sendiri, tetapi juga bagi orang lain dan lingkunganya dan akan menghasilkan kebaikan bisnis bersifat jangka panjang.

C.    Pengaruh Pemikiran Parmenides

Pemikiran Parmenides membuka babak baru dalam sejarah fisafat Yunani. Dapat dikatakan bahwa dialah penemu, cabang filsafat yang menyelidiki “yang ada”.  Pemikiran Parmenides berbeda dengan Pemikiran Herakleitos, yang menyatakan segalanya terus bergerak dan berubah. Dia menyatakan bahwa realitas merupakan keseluruhan yang tetap dan tidak berubah.

 

 

BAB IV

PENUTUP

       Pada bab penutup kita dapat mengambil kesimpulan bahwa filsafat itu sangat berparan penting bagi ilmu pengetahuan,  filsafat tidak hanya berkembang pesat pad asekarang ini tetapi juga berkembang sangat pesat pada zaman Yunani kuno. Dengan filsafat kita dapat mempelajari berbagai komponen ilmu entah agama, dan juga ekonomi. Perkembangan filsafat pada zaman Yunani kuno sangat berkembang pesat pada tokoh Parmenides pada tahun 520 SM – 450 SM, sebagai filsuf ke 5. Ia mempunyai pemikiran dalam bisnis juga dalam kehidupan yang biasa di sebut “yang ada “. Dalam perkembangan ilmu pengetahuan yang semakin melesat seperti sekarang ini, filsafat juga ikut berperan penting dalam perkembangan ilmu pengetahuan.

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Mudhofir Ali, 2001: 18. “ Filsafat Ilmu” .

http://id.wikipedia.org/wiki/Parmenides

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s