Filsafat Parmanides

Sejarah filsafat Yunani kuno  merupakan suatu hal yang  sangat penting untuk dimengerti dan dipahami terlebih dahulu sebelum kita mempelajari lebih jauh dan mendalam mengenai apa itu yang disebut filsafat. Disamping itu, erat kaitanya juga dengan para tokoh filsafat yang muncul pada zaman sebelum masehi. Zaman yunani kuno bermula pada tahun 6 SM yang dimana pada saat itu segala sesuatu harus dapat diterima dengan menggunakan akal. Dalam sejarah filsafat kuno sangat didominasi dengan akal yang sangat kuat. Akal akan menghasilkan sesuatu yang logis.

Filsafat merupakan sumber dari segala sumber ilmu pengetahuan atau disebut juga akar dari semua ilmu pengetahuan. Itu semua berkat dari tokoh – tokoh para ahli filsafat atau yang biasa disebut para filsuf pada zamannya. Banyak pemikiran para tokoh filsafat yang memberikan pengaruh terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dari zaman dahulu hingga zaman modern saat ini seperti Parmides.

Parmides merupakan salah satu tokoh relativisme. Relativisme dapat diartikan tidak mengakui nilai absolut atau kebenaran. Di sisi lain, Parmanides juga memberikan jasa berupa pemikiran yang banyak digunakan dalam ilmu pengetahuan, yang kemungkinan besar kita gunakan pada zaman modern seperti saat ini. Bagaimana dengan pemikiran Parmanides tokoh filsafat yunani kuno serta  bagaimana perkembangan atau aplikasi pemikiran Parmanides tokoh filsafat yunani kuno di era modern seperti saat ini dan ini merupakan hal yang akan dibicarakan.

 

Biografi Parmides

 

 

 

Nama                          :  Parmanides

Lahir                            :  540 SM

Meninggal                   :  470 SM

Aliran / tradisi             :  Mazhab / Elea

Minat utama                : Metafisika / Ontologi

Gagasan penting         : Tentang “ yang ada”

Dipengaruhi                : Ameinias, Phytagoras, Xenophanes dari Kholopon,

Herakleitos

Mempengaruhi            : Zeno, Melissos, Sokrates, Plato, Aritoteles, Spinoza,

Nietzsche, Heidegger.

Pemikiran Parmanides

 

Parmanides adalah salah seorang tokoh relativisme yang penting. Beliau dapat dikatakan sebagai filosof pertama dalam pengertian modern. Di sisi lain, Parmanides merupaka tokoh filosof yang terkenal. Parmanides menuliskan filsafat karyanya, ke dalam bentuk puisi.

Parmanides merupakan orang  pertama yang memikirkan mengenai hakekat tentang   ada ( being ). Banyak para filosof lain yang menggunakan sistem pemikiran dari Parmanides misalnya saja Plato. Dalam hal ini, Plato dipengaruhi doktrin Parmides. Di samping itu, Parmanides juga banyak dihargai oleh para filsof lainnya serta mengakui sistem pemikiran darinya. Beliau mempunyai pemikiran yang bertentangan dengan Herakleitos yang berkaitan dengan ( yang ada ). Menurut Heraklitos sesuatu yang ada itu bisa berubah sedangkan menurut Parmides sesuatu  (Yang ada)  tidak berubah ,tetap , satu, umum dan tidak dapat dibagi – bagi. Seluruh sistem pemikiran yang digunakan Parmanides adalah berdasarkan diduksi logis.

Adapun pemikiran dari Parmanides, “Yang Ada”  adalah merupakan kebenaran yang tidak dapat disangkal. Bila ada yang menyangkalnya maka akan jatuh kontradiksi. Di samping itu Parmanides mengungkapkan beberapa  pertanyaan yang berkaitan dengan pemikirannya tersebut ;

  1. Apa standar kebenaran ?
  2. Apa ukuran realitas?
  3. Bagaimana hal itu dapat di pahami ?

Kemudian beliau menjawab bahwa ukuranya ialah logika yang konsisten. Pernyataan tersebut di ungkapkan dalam The Way of Truth Parmanides. Dalam pernyataan di atas Parmanides memberikan contoh atau ilustrasi supaya mudah dipahami yang berkaitan dengan Tuhan. Ada tiga cara berfikir mengenahi Tuhan :

  1. Ada
  2. Tidak ada
  3. Ada dan Tidak ada

 

Dari  tiga poin di atas dapat dijabarkan sebagai berikut :

  1.  Ada. Maksudnya adalah tidak mungkin menyakini yang tidak ada.
  2. Tidak ada. Maksudnya adalah sebagian ada karena yang tidak ada pastilah tidak ada.
  3. Ada dan Tidak. Maksudnya adalah tidak mungkin itu ada sekaligus tidak ada.

Jadi, menurut Pamanides yang ada atau (being) adalah kebenaran yang tidak dapat disangkal. Yang ada ( being) itu mempunyai ciri khusus tidak berubah, tidak bergerak dan tidak dapat disangkal. Dapat disimpulkan dari pernyataan di atas, jika suatu pendapat atau benar tidaknya suatu pendapat dapat diukur dengan logika. Maka dari itu, bahwa ukuran – ukuran kebenaran itu adalah akal manusia. Dengan kata lain “yang ada” itu dapat dikatakan dan difikirkan, dan sebenarnya Parmanides menyamakan antara yang ada dengan pemikiran atau akal budi.

Sering dikatakan bahwa Parmanides telah menemukan ilmu logika, tetapi yang  sebetulnya beliau  ciptakan adalah metafisika yang didasarkan pada logika. Metafisika merupakan cabang dari filsafat yang menyelidiki gerak atau perubahan (“yang ada”). Pemikiran Parmanides membuka hal atau sesuatu  yang baru dalam sejarah filsafat yunani.

Secara umum perkembangan pemikiran Parmanides salah satu tokoh filsof yunani kuno sampai dengan sekarang hasil pemikirannya atau ilmunya masih diguna hingga zaman modern seperti sekarang. Tidak hanya itu saja, zaman dahulu pun pemikiran Parmanides banyak dihargai dan diikuti oleh ahli filsof yang lainnya seperti Plato dalam sejarah filsafat yunani kuno. Pemikiran Parmanides memberikan banyak manfaat terhadap perkembangan filsafat.

 

Kesimpulan

Dalam sejarah  filsafat yunani kuno Parmanides adalah salah seorang tokoh relativisme yang penting. Beliau merupakan sosok yang terkanal pada zamannya. Parmanides merupakan orang pertama yang memikirkan hakekat tentang yang ada (being). Parmanides memberikan ilustrasi sederhana yang berkaitan dengan Tuhan  dengan tiga cara berfikir  sebagai berikut; ada, tidak ada, ada dan tidak ada.Pertama, ada maksudnya tidak mungkin menyakini yang tidak ada. Kedua, tidak ada maksudnya sebagian ada karena yang tidak ada pasti tidak ada. Ketiga, ada dan tidak ada maksudnya tidak mungkin itu ada sekaligus tidak ada. Jadi, yang tidak ada itu tidak ada, sehingga hanya (yang ada) dapat dikatakan ada. (Yang ada ) tidak dapat disangkal, tetap, atau tidak berubah. Dengan kata lain “yang ada” itu dapat dikatakan dan difikirkan, dan sebenarnya Parmanides menyamakan antara yang ada dengan pemikiran atau akal budi. Itu semua merupakan pemikiran Parmanides.

 

 

Daftar Pustaka

  1. http://id.wikipedia.org/wiki/Parmenides
  2. Russell Betrand.2007. Sejarah filsafat Barat. Yogyakarta.  Pustaka Pelajar
  3. Tim Dosen Filsafat Ilmu Fakultas UGM. 2007.Filsafat Ilmu. Yogyakarta. Liberty Yogyakarta

 

*) Penyusun

Nama               : Avip Nurfita

Mata Kuliah    : Filsafat Ilmu

Dosen              : Afid Burhanuddin, M.Pd.

Prodi               : Pendidikan Bahasa Inggris, STKIP PGRI Pacitan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s