Filsafat Heraclitus

Heraclitus adalah salah satu tokoh filsafat Yunani kuno yang mempunyai sifat dan pandangan yang berbeda dengan filosof lain. Heraclitus dikenal dengan wataknya yang sombong dan tinggi hati. Heraclitus adalah filosof yang tidak tergolong mazhab apapun. Di dalam tulisannya dia justru dan sering mengkritik dan mencela para filsuf dan tokoh-tokoh terkenal, seperti Homerus, Arkhilokhos, Xenophanes dan masih banyak lagi lainnya. Meskipun ajaran atau filsafatnya berbalik dengan ajaran umum pada zamanya, namun bukan berarti Ia sama sekali tidak dipengaruhi oleh filsuf-filsuf itu.

Selain mencela filsuf-filsuf diatas, dia juga sering memandang rendah rakyat yang bodoh dan menegaskan bahwa kebanyakan dari manusia memiliki sfat yang jahat. Tidak hanya itu saja, Heraclitus juga pernah mengutuk warga Negara Efesus. Heraclitus dinyakini telah menulis sebuah buku namun telah hilang dan tidak diketahui keberadaanya. Yang tersimpan sampai saat ini hanya 130 fragmen yang terdiri dari pepatah-pepatah pendek yang sering kali tidak jelas arti dan maksudnya. Pemikirannya tidak mudah dipahami dan dimengerti sehingga Ia dijuluki “ Si Gelap”.

Tujuan penulisan makalah ini yaitu untuk membantu menjelaskan kepada pembaca khususnya mahasiswa mengenai filsafat yang dikemukakan oleh Heraclitus. Bagaimana kisah hidup dari seorang Heraclitus, dan untuk mengetahui bagaimana isi filsafat yang disampaikan oleh Heraclitus. Tidak hanya itu saja, penulisan makalah ini juga bertujuan untuk menuntaskan tugas mata kuliah filsafat ilmu. Semoga dengan penulisan makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca, dan diharapkan dapat menjadi seorang filosof dan mampu memahami filsafat orang lain, sehingga dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

 

Biografi Tokoh

 

 

 

Kisah hidup Heraclitus (544-484 SM  atau 535-475 SM).  Heraclitus berasal dari Efesus di Asia kecil.  Dia hidup di sekitar abad ke-5 SM  (540-480 SM).Heraclitus hidup  sezaman dengan Pythagoras dan Xenophanes, namun lebih muda usianya dari mereka. Akan tetapi, usia Heraclitus  lebih tua  dari Parmenindes  sebab diketahui dia pernah dikritik oleh filsuf tersebut. Disebutkan jika Heraclitus berasal dari keluarga terhormat di kota Efesus. Tidak banyak informasi tentang riwayat kehidupannya, karena kebanyakan hanyalah fiksi belaka. Selain itu antara satu sumber dengan sumber informasi lain terkadang terdapat perbedaan mengenai riwayat kehipan dan kelahiran Heraclitus. Tidak ada sumber yang menyebutkan bahwa dia pernah meninggalkan kota asalnya, yang pada waktu itu merupakan bagian dari kekaisaran Persia.

Heraclitus lahir pada tahun 540 SM dan meninggal pada tahun 480 SM.  Aliran atau tradisi yang dianut olehnya adalah tidak termasuk ke dalam aliran filsafat manapun. Minat utama dari seorang Heraclitus adalah Metafisika, Epistemologi, Etika dan Politik. Gagasan penting yang dicetuskan olehnya disebut dengan Logos.  Filosof  yang pernah mempengaruhinya adalah Parmanindes, Plato, Aristoteles, Hegel, Neitzsche, Heidegger, Whitehead, Karl Popper dan masih banyak lainnya.

Heraclitus hidup sekitar tahun 500an SM, dan dia telah membuat orang-orang kaget dengan pernyataannya bahwa sesungguhnya yang sungguh itu sungguh. Jika melihat dari karya-karyanya, terlihat bahwa watak Heraclitus itu sombong dan tinggi hati, karena dia pernah mencela filsuf-filsuf  lain yang tidak sepaham dengan pemikirannya. Dia juga memandang rendah rakyat yng bodoh dan menegaskan bahwa kebanyakan manusia itu memiliki sifat yang jahat. Selain itu, dia juga pernah mencela orang-orang terkemuka di Yunani. Heraclitus juga  mendapat julukan si gelap atau dalam bahasa inggris the obscure, karena sangat sulit  untuk menelusuri dan memahami jalan pikirannya.

 

Pemikiran Tokoh

Heraclitus (544-484 SM) menyatakan, “You cannot  step twice to the river, for the fresh waters are ever flowing upon you”. Yang artinya kamu tidak akan dapat terjun pada sungai yang sama untuk ke dua kalinya karena air sungai itu telah mengalir (Warner, 1961:26). Heraclitus mengemukakan bahwa segala sesuatu itu selalu berubah.Salah satu ucapannya yang terkenal adalah: “Panta rhei kai uden menci” artinya segala sesuatu mengalir bagaikan arus sungai, dan tidak ada satu orangpun yang dapat masuk ke sungai yang sama untuk kedua kalinya. Dia beralasan karena sungai yang pertama telah mengalir berganti dengan air yang berada dibelakangnya. Demikian  juga dengan segala sesuatu yang ada, tidak iasda yang tetap semua akan berubah. Akhirnya dikatakan bahwa hakikat dari segala sesuatu itu adalah menjadi, maka filsafatnya dikatakan filsafat menjadi.

Menurut Heraclitus alam semesta ini selalu dalam keadaan berubah, sesuatu yang dingin berubah menjadi panas, yang panas berubah menjadi dingin. Itu berarti jika kita akan  memahami kehidupan kosmos, kita harus menyadari bahwa kosmos itu dinamis. Kosmos tidak pernah berhenti  atau diam dengan kata lain selalu bergerak dan bergerak atau berubah. Dari gerak itu menghasilkan suatu perlawanan-perlawanan. Itulah sebabnya Heraclitus  menyimpulkan bahwa yang mendasar dalam alam semesta ini bukanlah bahan atau stuffnya melainkan prosesnya. Pernyataan “semua mengalir” berarti semua berubah, bukanlah suatu pernyataan yang sederhana.  Implikasi dari pernyataan ini adalah sangat hebat. Pernyataan ini mengandung pengertian bahwa kebenaran itu selalu berubah atau tidak tetap. Pengertian adil pada hari ini belum tentu masih benar besok. Hari ini 2X2=4 besok ias saja bukan empat. Pandangan ini merupakan pandangan warna dasar filsafat sofisme.

Dari pernyataan diatas dapat disimpulkan bahwa pengetahuan yang sejati adalah pengetahuan yang berubah-ubah sehingga apa yang disebutnya sebagai realitas  merupakan sesuatu yang khusus, jumlahnya banyak dan bersifat dinamis.  Realitas merupakan dunia materi, dimana pada setiap realitas berbeda satu dengan yang lainnya, dan tidak ada hal yang tetap berlaku untuk umum. Perubahan yang tidak ada henti-hentinya itu dibayangkan oleh Heraclitus dengan dua cara:

Cara yang pertama adalah seluruh kenyataan itu seperti aliran sungai yang selalu mengalir. “Engkau tidak dapat turun dua kali ke sungai yang sama,” demikian kata  Heraclitus.Maksud dari kalimat ini adalah, air sungai selalu bergerak sehinnga tidak pernah seseorang turun di air sungai yang sama dengan sebelumnya.

Cara yang kedua adalah Heraclitus menggambarkan seluruh kenyataan dengan api. Maksud api disini lain dengan konsep mahzab miletos yang menjadikan air dan udara itu sebagai prinsip dasar dari segala sesuatu. Menurut Heraclitus, api bukanlah zat yang dapat menerangkan perubahan-perubahan dari segala sesuatu, melainkan melambangkan gerak perubahan itu sendiri. Api senantiasa akan mengubah apa saja yang dibakarnya menjadi abu dan asap, namun api tetaplah api yang sama. Api cocok untuk melambangkan kesatuan dalam perubahan.

Segala sesuatu yang terus berubah di alam semesta dapat berjalan dengan teratur karena adanya  Logos.  Pandangan tentang Logos di sini tidak boleh disamakan begitu saja dengan konsep logos  pada mazhab stoa. Logos adalah rasio yang menjadi ias yang menguasai segala-galanya dan menggerakkan segala sesuatu, termasuk manusia. Logos  juga berarti sebagai sesuatu yang material, tetapi ias dilatakan melampaui materi yang biasa. Hal ini disebabkan pada masa itu, belum ada filsuf yang mampu memisahkan antara yang rohani dan yang materi.

Menurut Heraclitus setiap benda terdiri dari yang berlawanan. Meskipun demikian  dalam perlawanan tetap terdapat kesatuan. Secara singkat dapat dikatakan bahwa yang satu adalah banyak dan yang banyak adalah satu. Kita tidak akan ias mengenal apa itu siang sebelum kita mengetahui apa itu malam. Kita tidak akan mengetahui tentang kehidupan tanpa mengetahui adanya realitas dari kematian. Didalamnya terdapat bagaimana cara menjelaskan mengenai sifat-sifat dasar alam semesta. Demikianlah dari hubungan pertentangan  ini segala sesuatu terjadi dan tersusun. Heraclitus menegaskan prinsip ini di dalam sebuah kalimat yang terkenal yaitu: “Perang adalah bapak segala sesuatu.” Perang yang dimaksud di sini adalah pertentangan.  Melalui ajarannya tentang hal-hal yang bertentangan tetapi disatukan oleh logos ini, Heraclitus disebut sebagai filsuf dialektis yang pertama.

 

Kesimpulan

Heraclitus diperkirakan lahir di Efesus yang merupakan sebuah kota perantauan di Asia kecil  pada tahun 550 SM dan meninggal pada tahun 480 SM, namun informasi ini sering kali berubah-ubah. Dia lahir ditengah-tengah keluarga yang terhormat dari kota Efesus. Heraclitus adalah sahabat dari Phytagoras dan Xenophanes, akan tetapi lebih tua usianya dari mereka. Dia mendapat julukan si gelap, karena untuk menelusuri jalan pikirannya sangat sulit. Hanya dengan melihat fragmen-fragmennya, dia terlihat mempunyai sifat yang tinggi hati dan sombong. Heraclitus juga sering mencela orang lain bahkan juga mencela orang-orang terkemuka dinegeri Yunani dan mengatakan bahwa kebanyakan manusia itu bersifat jahat.

Heraclitus memiliki faham relativisme dan lepas dari itu Heraclitus adalah seorang filsafat dialektis yang pertama. Melalui ajaran yang berbeda tetapi disatukan oleh logos inilah yang membuat dia mampu mengenali tentang sifat-sifat dasar alam semesta ini. Dari sini dapat kita mengambil sebuah ilmu tentang adanya pergantian siang dan malam, adanya kehidupan dan kematian dan adanya realitas di dalam kehidupan. Karena menurut Heraclitus alam semesta ini selalu berubah. Dengan adanya logos kita dapat menguasai segala-galanya dan menggerakkan segala sesuatu termasuk manusia, disamping itu logos juga berarti sebagai material yang melampaui materi yang biasa. Dari pernyataan Heraclitus juga dapat kita simpulkan bahwa pengetahuan yang sejati adalah pengetahuan yang selalu berubah-ubah atau ias dikatakan bertambah sehingga disebut olehnya sebagai sesuatu yang realitas, berjumlah banyak dan dinamis. Dari filsofi ini diharapkan kita dapat mengambil hikmah tentang ajaran yang terkandung di dalamnya dan dapat menerapkan dalam kehidupan sehari-hari.

 

DAFTAR PUSTAKA

 

*) Penyusun

Nama               : Aprilia Rachmawati

Mata Kuliah    : Filsafat Ilmu

Dosen              : Afid Burhanuddin, M.Pd.

Prodi               : Pendidikan Bahasa Inggris, STKIP PGRI Pacitan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s