Filsafat Hegel

Filsafat adalah ilmu pengetahuan yang senantiasa mencari kebenaran. Filsafat juga disebut sebagai induk dari ilmu pengetahaun, banyak ilmu pengetahuan yang terlahir dari filsafat. Misalnya, filsafat sejarah, filsafat politik, filsafat hukum, dsb. Dan filsafat erat kaitannya dengan para filsufnya. Filsuf adalah orang yang mengajarkan atau mengenalkan ilmu fisafat tersebut. Pembagian filsuf bisa dikategorikan dari masa periodesasinya yaitu, Filsafat Yunani Kuno,  Filsafat Pertengahan, Filsafat Modern dan Filsafat Post Modern. Hegel adalah seorang filsuf pada masa Fisafat Modern.

Hegel adalah seorang filsuf pada tahun 1770-1831. Hegel adalah seorang filsuf  Jerman yang idealis. Hegel merupuakan filsuf pada masa modern. Filsafat ilmu pengetahuan yang terkenal dari Hegel adalah metafisika dan metode dialektika. Ia bisa dipandang idealis karena argumentnya yang kuat. Sebagai contoh, Hegel mendapat pengaruh dari filsafat Kant, tapi ia tidak pernah menjadi pengikut Kant. Hegel tidak akan menemukan metode dialektikanya tanpa memulainya dari dialektika transendental yang dikembangkan oleh Kant dalam Critique of Pure Reason. Walaupun demikian, kembali kepada alasan Hegel yang tidak pernah menjadi pengikut Kant, dikarenakan filsafat Hegel amat berbeda dengan filsafat Kant, terutama tentang keterbatasan akal.

 

 

Biografi

 

Georg Wilhelm Friedrich Hegel lahir pada tahun 1770 M di Stuggart. Pada tahun 1789 M merupakan tahun-tahun kejayaan Jerman. Para tokoh yang hidup pada periode itu antara lain, Lessing, Goethe, dan Schiller. Teman dekat Hegel bernama Friedrich Holderliji yang merupakan sastrawan puisi terbesar di Jerman. Kelahiran Hegel pada tahun 1770 M sama dengan kelahiran pengarang lagu kondang, yaitu Beethoven. Di universitas Tubingen, ia belajar teologi. Tahun 1781 M, ia memperoleh gelar doktor dalam bidang teologi yang menghasillkan karya tentang agama Kristen, antara lain The Life of Jesus dan The Spirit of Christianity. Pada tahun 1801 M, ia bergabung dengan Schelling di Universitas Jena menjadi pengajar mata kuliah filsafat. Pada saat inilah, ia menuliskan sistemnya yang ia buat sebagai jawaban atas posisi Kant.

Hegel adalah seorang filsuf yang idealis. Pengaruhnya sangat luas terhadap para penulis dari berbagai posisi, termasuk para pengagumnya (F. H. Bradley, Sartre, Hans Küng, Bruno Bauer, Max Stirner, Karl Marx), dan mereka yang menentangnya (Kierkegaard, Schopenhauer, Nietzsche, Heidegger, Schelling). Dapat dikatakan bahwa dialah yang pertama kali memperkenalkan dalam filsafat, gagasan bahwa Sejarah dan hal yang konkret adalah penting untuk bisa keluar dari lingkaran philosophia perennis, yakni, masalah-masalah abadi dalam filsafat. Ia juga menekankan pentingnya Yang Lain dalam proses pencapaian kesadaran diri (dialektika tuan-hamba).

Di masa kecilnya, ia lahap membaca literatur, surat kabar, esai filsafat, dan tulisan-tulisan tentang berbagai topik lainnya. Masa kanak-kanaknya yang rajin membaca sebagian disebabkan oleh ibunya yang luar biasa progresif yang aktif mengasuh perkembangan intelektual anak-anaknya. Keluarga Hegel adalah sebuah keluarga kelas menengah yang mapan di Stuttgart. Ayahnya seorang pegawai negeri dalam administrasi pemerintahan di Württemberg. Hegel adalah seorang anak yang sakit-sakitan dan hampir meninggal dunia karena cacar sebelum mencapai usia enam tahun. Hubungannya dengan kakak perempuannya, Christiane, sangat erat, dan tetap akrab sepanjang hidupnya. Hegel meninggal pada meninggal 14 November 1831 pada umur 61 tahun.

ℳ== Karya utama ==

 

 

Pemikiran

 

Filsafat Hegel adalah puncak gerakan fisafat Jerman yang berawal dari Kant, walaupun ia sering mengkritik Kant, sistem filsafatnya tidak akan pernah muncul kalau tidak ada Kant. Imanuel Kant dengan filsafat ilmunya ( filsafat dualisme), Kant melakukan pengkajian terhadap kebuntuan perseteruan antara Empirisme dan Rasionalisme, keduanya bagi Kant terlalu ekstrem dalam mengklaim sumber pengetahuan. “Revolusi Kantian” kemudian berhasil menemukan jalan keluarnya. Hegel yang pada awalnya sangat terpengaruh oleh filsafat Kant tersebut kemudian juga menemukan jalan keluarnya melalui kontemplasi yang terus menerus. Ketertarikan Hegel sejak awal pada metafisika, meyakinkannya bahwa ada ketidak jelasan bagian dunia, bagi Bertrand Russell pemikirannya kemudian merupakan Intelektualisasi dari wawasan metafisika

Pada dasarnya filsafat Hegel mematahkan anggapan kaum empiris seperti John Lock, Barkeley dan David Hame. Mereka ( kaum empiris ) mengambil sikap tegas pada metafisika, bagi Lock metafisika tidak mampu menjelaskan basis fundamental filsafat atau Epistimologi ( bagaimana realitas itu dapat diketahui ) dan tidak dapat mencapai realitas total, pendapat ini diteruskan kembali oleh David Hume bahwa metafisika tidaklah berharga sebagai ilmu dan bahkan tidak mempunyai arti., baginya metafisika hanya merupakan ilusi yang ada diluar batas pengertian manusia. Dengan metafisika kemudian Hegel mencoba membangun suatu sistem pemikiran yang mencakup segalanya baik Ilmu Pengetahuan, Budaya, Agama, Konsep Kenegaraan, Etika, Sastra, dll.

Filsafat Hegel dipandang salah satu filsafat yang sulit karena Hegel adalah seorang filsuf yang sulit dipahami di antara semua filsuf besar. Dari minat awalnya terhadap mistisme, ia mempertahankan keyakinan terhadap ketidaknyataan bagian; dunia, dalam pandangannya, bukan kumpulan unit-unit keras, entah atom atau jiwa, yang masing-masing berdiri sendiri. Kemandirian benda-benda terbatas yang tampak jelas itu dipandang olehnya sebagai ilusi. Hegel berkata bahwa tiada yang sungguh-sungguh nyata kecuali “keseluruhan” (the whole), bukan sebagai substansi sederhana , melainkan sebagai sejenis sistem rumit, yang  disebut organisme. Benda-benda dunia yang tampak jelas terpisah yang menyusun dunia ini bukanlah sekedar ilusi;masing-masing memiliki tingkat realitas yang lebih besar atau lebih kecil, dan reaalitasnya tercapai karena suatu aspek dari keseluruhan, yang  akan terlihat bila dipandang dengan benar.

Hegel menegaskan bahwa yang nyata adalah rasional, dan yang rasional adalah nyata. Namun ketika ia mengatakan hal itu ia tidak mengartikan “yang nyata” itu sebagai apa yang menurut para empiris dipandang nyata. Ia mengakui dan meyakini, bahwa apa yang empiris terlihat sebagai fakta adalah pasti tidak rasional; dan karakter-karakter yang ada di dalamnya mencakup aspek-aspek dari keseluruhan sehingga terlihat rasional. Hegel menegaskan  bahwa keseluruhan itu dengan segala kerumitannya adalah “Yang Mutlak” itu bersifat spritual yang lambat laun menjadi sadar akan dirinya sendiri. Jadi realitas pada kesendiriannya bukanlah hal yang benar-benar nyata, tetapi yang nyata pada dirinya adalah partisipasinya pada keseluruhan.

Dalam bukunya Phenomenologi of Mind (1807), Hegel menggambarkan tentang “yang mutlak” sebagai bentuk yang paling sempurna dari ide yang selanjutnya menjadi ide absolut. Ide absolut menurut Bertrand Russell adalah pemikiran murni, artinya adalah bahwa ide absolut merupakan kesempurnaan fikiran atau jiwa yang hanya dapat memikirkan dirinya sendiri. Pikirannya dipantulkan kedalam dirinya sendiri melalui kesadaran diri.

Ada dua hal yang membuat Hegel berbeda dengan orang lain yang memiliki pandangan metafisis yang kurang-lebih mirip dengannya. Salah satunya adalah penekanannya pada logika. Hegel memandang bahwa hakikat realitas bisa dideduksi dari pertimbangan tunggal bahwa realitas tidak harus kontradiktif-diri.

Logika menurut pemahaman Hegel, dinyatakan sebagai hal yang sama dengan metafisika namun berbeda. Pandangannya adalah bahwa segala predikat biasa, jika diterima sebagai sesuatu yang memungkinkan keutuhan Realitas, menghasilkan kontradiktif diri.        Hegel dikenal sebagai filsuf yang menggunakan dialektika sebagai metode berfilsafat. Dialektika menurut Hegel adalah dua hal yang dipertentangkan lalu didamaikan, atau biasa dikenal dengan tesis (pengiyaan), antitesis (pengingkaran) dan sintesis (kesatuan kontradiksi). Pengiyaan harus berupa konsep pengertian yang empris indrawi. Pengertian yang terkandung di dalamnya berasal dari kata-kata sehari-hari, spontan, bukan reflektif, sehingga terkesan abstrak, umum, statis, dan konseptual. Pengertian tersebut diterangkan secara radikal agar dalam proses pemikirannya kehilangan ketegasan dan mencair. Pengingkaran adalah konsep pengertian pertama (pengiyaan) dilawanartikan, sehingga muncul konsep pengertian kedua yang kosong, formal, tak tentu, dan tak terbatas. Menurut Hegel, dalam konsep kedua sesungguhnya tersimpan pengertian dari konsep yang pertama. Konsep pemikiran kedua ini juga diterangkan secara radikal agar kehilangan ketegasan dan mencair. Kontradiksi merupakan motor dialektika (jalan menuju kebenaran) maka kontradiksi harus mampu membuat konsep yang bertahan dan saling mengevaluasi. Kesatuan kontradiksi menjadi alat untuk melengkapi dua konsep pengertian yang saling berlawanan agar tercipta konsep baru yang lebih ideal.

 

Penutup

 

Hegel adalah seorang filsuf yang kuat dan teguh terhadap argumen-argumennya tentang filsafat. Sehingga ia suka menentang atau mengkritik pendapat para tokoh lainnya. Misalnya Filsafat Hegel adalah puncak dari fisafat Jerman  yang berawal dari Imanuel Kant yang mempunyai dualisme filsafat. Ia suka mengkritik Kant tetapi ia juga menyadari bahwa keberadaan Kant ikut mempengaruhi Filsafat Hegel. Selain itu, Hegel juga mematahkan anggapan para emiris yang mengambil sikap tegas pada metafisika, bagi John Lock metafisika tidak mampu menjelaskan basis fundamental filsafat atau Epistimologi ( bagaimana realitas itu dapat diketahui ) dan tidak dapat mencapai realitas total, pendapat ini diteruskan kembali oleh David Hume bahwa metafisika tidaklah berharga sebagai ilmu dan bahkan tidak mempunyai arti., baginya metafisika hanya merupakan ilusi yang ada diluar batas pengertian manusia. Namun berbeda dengan Hegel, dengan metafisika ia mencoba membangun suatu sistem pemikiran yang mencakup segalanya baik Ilmu Pengetahuan, Budaya, Agama, Konsep Kenegaraan, Etika, Sastra, dll.

Walaupun Hegel suka mengkritik anggapan para tokoh, namun ia juga mempunyai penggemar, yang menyukai anggapan dan metode Hegel dalam berfisafat. Kebanyakan penggemar Hegel adalah para penulis. Filsafat Hegel mempegaruhi cara berpikir dan bertindak para penulis tersebut.

Daftar Pustaka

 

http://id.wikipedia.org/wiki/Georg_Wilhelm_Friedrich_Hegel

http://simpangtigofilsafat.blogspot.com/2008/06/peta-pemikiran-hegel-1.html

Russell, Bertrand.2002.Sejarah Filsafat Barat.Yogyakarta:Pustaka Pelajar

Abdul Hakim, Atang, M.A. Drs.dan Drs. Beni Ahmad Saebani, M.si.2008.Filsafat Umun    Dari Metologi Sampai Teofilosofi.Bandung:Pustaka Setia

*) Penyusun

Nama               : Havida Fitri Mailiawati/A

Mata Kuliah    : Filsafat Ilmu

Dosen              : Afid Burhanuddin, M.Pd.

Prodi               : Pendidikan Bahasa Inggris, STKIP PGRI Pacitan.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s