Fichte; Biografi dan Pemikiran

Filsafat adalah cabang ilmu yang memiliki peranan penting dalam kehidupan manusia sehari-hari baik dalam kemasyarakatan, lingkungan pekerjaan, sekola, atau dimanapun kita berada. Dengan mempelajari filsafat, maka seseorang dimungkinkan mampu memiliki pemikiran yang berbeda dari orang lain. Dan tentunya, bersifat positif. Berbeda disini adalah cara pandang yang tidak hanya melihat segala sesuatunya dari satu sudut saja, melainkan secara menyeluruh. Dengan begitu, maka diharapkan tidak ada lagi kesalah pahaman antar pribadi, kelompok, atau golongan yang mengakibatkan dampak negatif.

Dalam dunia pendidikan, filsafat ilmu dapat diartikan sebagai salah satu ilmu yang mengajarkan calon pendidik dan atau para guru yang sudah mengajar untuk bisa mengatasi setiap permasalahan yang ditemui dalam kegiatan belajar mengajar sehari-hari. Seorang guru akan sangat bijaksana bila mamppu melihat permasalahan murid-muridnya dari semua sisi, bahkan kalau perlu dari latar belakangnya. Hal ini untuk mencari tahu tentang penyebab masalah tersebut dan untuk memunculkan solusi yang sesuai dengan karakter sang siswa tersebut. Karena tidak semua solusi yang baik akan selalu sesuai dengan jiwa dan karakter setiap siswa.

Penyusunan makalah ini yang berisi tentang biografi dan pemikiran salah satu tokoh filsafat abad modern Johann Gottlieb Fichte ini selain untuk memenuhi tugas kuliah, diharapkan juga mampu menambah pengetahuan dan wawasan bagi siapa saja yang membacanya dan menginspirasi kita semua untuk sesegera mungkin dapat menyumbangkan pemikiran dan jasa kita untuk kepentingan umum seperti halnya Fichte, tokoh yang dibahas dalam makalah ini.

Makalah ini tersusun dari berbagai referensi yang mendukung tema dan telah penulis sertakan pada bagian penutup makalah ini.  Kritik dan saran sangat diharapkan oleh penulis demi kebaikan bersama.

 

BIOGRAFI DAN PEMIKIRAN

Pada tanggal 19 Mei 1762, ada seorang bayi yang lahir di Rammenau, Upper Lusatia – Jerman Timur dan diberi nama Johann Gottlieb Fichte. Tokoh inilah yang sekarang lebih populer dengan nama depannya saja, Fitche. Dia merupakan salah satu tokoh filsafat utama di Jerman, dalam periode antara Kant dan Hegel.

Fitche memiliki sistem falsafah sendiri, yaitu transendental. Pada saat kehidupan awalnya, kedua orang tua Fichte tergolong miskin hingga tak mampu membayar biaya sekolahnya.  Akhirnya, melalui naungan dari seorang bangsawan, Fichte mendapatkan kesempatan belajar di sekolah Pforta, sekolah yang memungkinkan pelajar untuk pendidikan universitas. Pada tahun 1780, Fichte melanjutkan studinya ke universitas Jena dan Leizig. Disana, Fichte berjuang untuk mendapatkan ijazah dalam bidang teologi. Namun, pada tahun 1784, orang yang membiayai kuliahnya meninggal, dan dia harus mengakhiri studinya tanpa menyelesaikannya. Setelah itu, ia bertekad mencari biaya sendiri dengan menjadi tutor pribadi di Zurich selama 2 tahun. Dalam masa itu juga, beliau bertemu dengan Joanna Rahn, seorang wanita yang pada akhirnya nanti menjadi isterinya. Tahun 1790 dia mulai mempelajari filsafat Kant yang begitu mempengaruhinya. Fichte meninggal pada tahun 1814.

Fichte memulai flsafatnya dengan kesadaran atau keyakinan subyek pada dirinya sendiri. Pengetahuan tentang segala sesuatu berawal dari kegiatan berpikir subyek yang merefleksikan dirinya sendiri. Jika kita mengamati diri sendiri, maka dengan sadar manusia akan muncul dengan sendirinya. Sistem dari gagasan diatas akhirnya disebut pengalaman. Fitche sering dianggap sebagai tokoh yang menjembatani antara ide – ide Kant dan orang-orang dari Jerman idealis Georg Wilhelm Friedrich Hegel. Fichte juga menulis karya – karya filsafat politik. Sistem falsafah dari Fichte dikenal dengan nama “wissenschaftslehre” yang berarti ajaran ilmu pengetahuan. Menurutnya, filsafat adalah sebagai ”wissenschaftslehre” yang dapat diartikan ilmu dari ilmu – ilmu yang lain, dengan kata lain, merupakan ilmu umum yang menjadi dasar dari berbagai ilmu yang lain. Ilmu yang membicarakan mengenai sesuatu bidang maupun jenis kenyataannya.

Melalui metode deduktif, dia menjelaskan hubungan aku (ego) dengan adanya non – ego (benda). Dan secara dialektif (berfikir menggunakan metode = tese, anti-tese, sintese) dia berusaha menerangkan benda-benda dengan kata lain, penjelasannya addalah sebagai berikut: “manusia memandang obyek benda-benda dengan inderanya. Dalam mengindera obyek tersebut, manusia berusaha mengetahui yang dihadapinya. Maka berjalanlah proses intelektualnyauntuk membentuk dan mengabstraksikan obyek tersebut menjadi pengertian seperti yang difikirkannya.”

Fichte menyarankan agar kita memenuhi tugas, dan hanya demi tugas. Tugaslah yang menjadi pendorong moral. Dan isi hukum moral itu sendiri adalah, “setiap tindakan harus berupa langkah menuju kesempurnaan spiritual.”

Dalam pandangan Fichte, prestasi terbesar Kant adalah mengenai penemuan dan pembentukan Transendental Idealisme (penekanannya pada idealisme). Menurut Fichte, apa yang sudah Kant capai dalam Transendental Idealisme ialah untuk membalikkan filosofi akal sehat sehinga pikiran kita atau pemahaman merupakan sumber dari validitas universal dan diperlukan pengetahuan tentangnya.

 

PENUTUP

 

Pada dasarnya, semua ilmu memiliki proses tersendiri yang tidak sama antara satu dengan yang lainnya. Begitu pula dengan filsafat ilmu. Salah satu tokoh terkenal dalam proses perkembangannya adalah Fichte, seorang yang berasala dari Jerman yang mampu menyumbangkan pemikirannya yang terinspirasi dari pandangan Kant (tokoh filsafat abad modern). Selain itu, dengan sistemnya yang terkenal, “wissenschaftslehre” (ilmu pengetahuan) dia berusaha menjelaskan posisi filsafat dan ilmu pengetahuan.

DAFTAR PUSTAKA

 

  1. http://akhmadsudrajat.wordpress.com/2008/02/08/pengertian-filsafat/
  2. http://tokoh-ilmuwan-penemu.blogspot.com/2012/04/filsuf-jerman-mazhab-idealisme.html
  3. http://www.egs.edu/library/johann-gottlieb-fichte/biography/
  4. http://ahnafiabadi.blogspot.com/2010/06/normal-0-false-false-false.html
  5. http://www.csudh.edu/phenom_studies/europ19/lect_2.html
  6. http://hagemarucweety.blogspot.com/2011/12/johann-fichte.html

 

*) Penyusun

Nama               : Fiqih Amrantasi

Mata Kuliah    : Filsafat Ilmu

Dosen              : Afid Burhanuddin, M.Pd.

Prodi               : Pendidikan Bahasa Inggris, STKIP PGRI Pacitan.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s