Derrida; Biografi dan Pemikiran

Seperti yang kita ketahui bahwa dunia filsafat begitu berkembang mulai dari zaman yunani hingga era postmodern. Di setiap perubahan era terdapat perbedaan pendapat atau pemikaran. Hal yang paling mendasar terletak pada sumber yang digunakan. Jika pada era yunani pemikiran ditekankan pada akal, dan abad pertengahan yaitu hati serta masa renaissance kembali ke akal lagi, modern yang paling kuat adalah akal dan postmodern keduanya yaitu akal dan hati. Tetapi era yang paling dikenal banyak orang yaitu tiga pra modern, modern, dan postmodernisme. Pra modern maksudnya era sebelum modern dan postmodern berarti era setelah modern. Jadi sejarah manusia itu terbagi dalam 3 kelas yaitu kelas sebelum modern, modern itu sendiri dan postmodern. Dimana dalam setiap kelasnya terdapat perbedaan pendapat seperti yang telah diungkapkan di atas. Jikalau diatas dipaparkan modern itu paling kuat adalah akal, hal ini berbeda pada era modern.

Era modernisme yang terjadi setelah era modern, merevisi/ mengubah hal hal yang dianggap tidak layak ada pada saat era modern, atau istilah lainnya yaitu koreksi terhadap modern itu sendiri. Post modern mengkritik segala sesuatu yang ada pada era modern contohnya saja modernisme lekat dengan pandangan dunianya tetapi postmodern menolak adanya pandangan dunia tersebut. Hal lainnya yaitu bila modern mengenal adanya kebenaran hakiki, dan esensial tetapi pada zaman postmodern kebenaran itu relatif. Intinya adalah era postmodernisme merupakan bentuk perlawanan terhadap yang lalu yang harus diubah dengan hal yang baru dan berkembang. Dari penjelasan diatas kita ketahui bahwa terdapat perbedaan antar zaman modern dan post modern.

Perbedaan tersebut terlihat dari bentuk pemikirannya. Modernisme beranggapan bahwa kebenaran itu berasal dari penalaran manusia. Oleh karena itu, akal diyakini sebagai kekuatan mutlak sedangkan postmodernisme kebenaran dianggap sebagai kekuatan atau kekuasaan dan hal terpenting bukan hanya didasari pada akal saja tetapi di barengi dengan hati. Disini  postmodernisme tidak menolak pemikiran modernisme secara total, tetapi hanya merevisi yang dianggap kurang berkenanan ada pada era postmodernism.

Seiring berkembangnya postmodernisme dalam bidang filsafat, banyak muncul para tokoh serta pemikirannya. Tokoh tersebut sangat banyak dan disini kita membahas salah satu tokoh yang berperan penting dalam era postmodernisme serta konsepnya yang dinamakan dengan teori dekonstruksi dan tokoh penggagasnya adalah derrrida atau lengkapnya  Jacques Derrida dimana pemikirannya akan kita bahas pada bab selanjutnya.

 

BIOGRAFI

 

 

Jacques Derrida merupakan seorang filsuf asal perancis yang lahir pada tanggal 15 Juli 1930 di aljazair. Ia dilahirkan dalam lingkungan keluarga yang berkeyakinan yahudi. Orang tuanya bernama Aime Derrida dan Georgette Sultana Esther Safar. Orang tuanya menikah pada tahun 1923 dan mereka pindah ke aljazair pada tahun 1925. Pada tahun yang sama, mereka melahirkan ank pertama yaitu Rene Derrida dan empat tahun kemudian lahir adik Rene ( anak kedua ) yaitu Paul Derrida. Tetapi tiga bulan kemudian Paul adik Rene meninggal dan pada tahun 1930 lahirlah Jackie Derrida, dulu beliau curiga bahwa beliau hanya menjadi pengganti / pelengkap kehadiran Paul kakaknya, sehingga ia menyebut dirinya dengan sebutan Jacques. Ia pernah kuliah dan mengajar di Ecole Normale Superieure di Paris. Ia juga pernah mendapat gelar doctor Honoris Causa di Universitas Cambridge. Ia meninggal pada tanggal 8 Oktober 2004 umur 74 tahun karena penyakit kanker yang di deritanya. Ia sebagai tokoh filsuf penggagas teori dekonstruksi.

 

TEORI PEMIKIRAN

 

Banyak terdapat tokoh-tokoh pemikir postmodern yang terbagi dalam 2 model cara berfikir yaitu dekonstruksi dan rekonstruksi. Tetapi yang ingin kita bahas sekarang adalah teori dekonstruksi. Kebanyakan bangsa perancis mendukung adanya teori dekonstruksi ini. Para pemikirnya salah satunya adalah Jacques Derrida. Ia merupakan seorang penggagas munculnya teori dekonstruksi . Teori ini pertama kali muncul dalam tulisan-tulisan pada saat ia mengadakan pembacakan narasi metafisika Barat. Teori dekonstruksi ini cenderung mengungkap tentang teks filosofis yaitu cara yang digunakan dalam mengungkap tatanan dan strategi pembentukan makna di balik tiap teks itu. Dalam teorinya menyatakan bahwa makna tidak pernah hadir sepenuhnya tetapi selalu tertunda untuk menjelaskan hal itu, Derrida menciptakan kata differance. Ini berarti tidak hanya mendengar dari ucapan saja tetapi harus melihat tulisannya. Hal inilah yang membuktikan tulisan lebih unggul dari ucapan. Hal ini pula yang membedakan antara pambacaan biasa dan pembacaan dekonstruksi. Pembacaan biasa selalu mencari kebenaran dari suatu teks tetapi jika pembacaan dekonstruksi mencari ketidakutuhan dalam teks. Ada beberapa pemikiran yang menyertai adanya konsep dekostruksi yaitu differance dan metafor. Seperti diatas telah disebutkan mengenai differance. Untuk selanjutnya yang perlu kita bahas adalah metafor. Konsep ini sebenarnya didasari oleh Aristoteles yang menyatakan bahwa metafor itu adalah alam, maka  dari itu, manusia meniru pergerakan alam dan menciptakan suatu bahasa yang mengungkapkan kekagumannya pada alam. Sedangkan Derrida mengembangkan gagasannya tentang metafor yang dibangun oleh Heidegger. Menurut Derrida tidak ada sesuatu yang kita pahami diluar bahasa. Jika Heidegger menekankan dalam perbedaan antara indrawi dan non indrawi, maka berbeda dengan Derrida dimana dalam metafisikanya menekankan pembedaan arti katanya.

Pemaknaan dalam teori dekonstruksi, bukan sekedar arti kata dan juga bukan sekedar tanda tetapi tergantung bagaimana orang mengartikannya. Yang terpenting bagi Derrida adalah makna akan selalu terkait dengan kretaivitas manusia dalam berbahasa. Hidup merupakan teks, dan kita selalu bergulat di dalamnya dan menjadi bagian yang tak terpisahkan. Teori ini mengajarkan kepada kita untuk tidak mengekang diri pada suatu konsep. Dari belajar ini mengajak kita untuk tidak cepat puas pada suatu hal dan harus membuka diri pada segala hal dalam kenyataan yang ada.

 

 

PENUTUP

 

Postmodern muncul sebagai reaksi dan kritik terhadap modern yang penuh akan kesalahannya. Postmodern merupakan pandangan dunia yang menyangkal tentang pandangan dunia modern yang hanya terfokus pada akal saja. Salah satu tokoh penggagasnya adalah Jacques Derrida yang melahirkan teori dengan nama dekonstruksi. Teori ini menolak  pemikiran tentang ada sebagai kehadiran. Derrida mengkritik adanya paham Rasionalisme Barat. Ia beranggapan bahwa filsafat bukan lagi suatu representasi kebenaran dan bahasa lisan merupakan bahasa yang tidak stabil adanya kemungkinan lagi lahirnya makna yang berbeda berdasarkan konteks. Bagi dirinya, segala sesuatu adalah teks dan kenyataan filosofis adalah kenyataan tekstual. Ia juga mengkritik dogma metafisika dan bahasa metafisika yang merupakan tradisi lam. Ia bahkan menolak adanya pemikiran yang berujung pada sesuatu yang final. Teori dekonstruksi ini menyatakan bahwa makna tidak pernah hadir sepenuhnya, tetapi selalu tertunda. Untuk menjelaskan hal itu, Derrida menciptakan kata differance. Ini berarti tidak hanya mendengar ucapannya saja , tetapi harus melihat tulisannya. Disinilah kata menjadi lebih istimewa, hal inilah yang membuktikan bahwa tulisan lebih unggul daripada ucapan. Maka dari itu, dekonstruksi membuka ruang kreativitas seluas-luasnya dalam hal pemaknaan dan penafsiran. Hal itulah yang membuat semua orang bebas memberi makna dan menafsirkan suatu hal tanpa batas.

 

 

REFERENSI

Al-Fayadl, Muhammad. Derrida. Yogyakarta: LKiS, 2005.

WWW.Jualbeliforum.com/pendidikan/28838-biodata-jacques-derrida.html

 

 

*) Penyusun

Nama               : Siti Mutmainnah

Mata Kuliah    : Filsafat Ilmu

Dosen              : Afid Burhanuddin, M.Pd.

Prodi               : Pendidikan Bahasa Inggris, STKIP PGRI Pacitan.

 

 

Advertisements

One thought on “Derrida; Biografi dan Pemikiran”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s