Beranda > Filsafat Ilmu > Pengetahuan Mistik; Tinjauan epistimologi, ontologi, dan aksiologi

Pengetahuan Mistik; Tinjauan epistimologi, ontologi, dan aksiologi

Filsafat berasal dari bahasa Yunani, philosophia, yang terdiri atas dua kata: philos (cinta) dan shopia (hikmah, kebijaksanaan, pengetahuan, keterampilan, pengalaman praktis, inteligensi). Jadi secara etimologi, filsafat berarti cinta kebijaksanaan atau kebenaran. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata filsafat yaitu pengetahuan dan penyelidikan dengan akal budi mengenai hakikat segala yang ada, sebab asal dan hukumnya. Filsafat disebut sebagai Mother of Science atau induk dari segala ilmu pengetahuan. Dikatakan demikian karena filsafat sendiri memiliki arti segala ilmu pengetahuan yang dimiliki manusia, dimana filsafat dibagi menjadi dua bagian yakni filsafat teoritis dan filsafat praktis. Filsafat teoritis yang mencakup ilmu pengetahuan alam, ilmu eksakta dan matematika serta ilmu tentang ketuhanan dan metafisika sedangkan filsafat praktis mencakup norma-norma, urusan rumah tangga dan sosial politik. Filsafat merupakan sebuah proses dan bukan merupakan sebuah produk, sebab filsafat berarti upaya manusia untuk memahami sesuatu secara sistematis, radikal dan kritis. Jadi secara sederhana dapat dikatakan bahwa filsafat ilmu adalah dasar yang menjiwai dinamika proses kegiatan memperoleh pengetahuan secara ilmiah.

Pengetahuan sendiri dibagi menjadi tiga, yaitu pengetahuan filsafat, pengetahuan sains, dan pengetahuan mistik. Dikalangan masyarakat, mistik  dijadikan media untuk menyelesaikan masalah karena didalam mistik itu sendiri ada muatan-muatan kekuatan (magis)  yang ampuh untuk dijadikan jalan keluar. Kadang kala ketentraman jiwa tidak bisa hanya dicapai dengan materi saja, karena banyaknya problem yang dihadapi manusia, sehingga menyebabkan manusia mempunyai Qolbu yang tidak sehat, dengan jalan mistiklah manusia dapat menemukan ketentraman didalam hidupnya melalui pendekatan kepada Tuhan.  Bagaimanapun mistik tidak lepas dari nilai karena pada kenyataannya mistik itu sendiri dapat digunakan dengan hal-hal yang menyimpang dari agama dan norma-norma sosial,  untuk mengetahui mistik itu menyimpang atau tidak kita dapat membedakan mistik dalam magis putih dan hitam.

 

 

PENGETAHUAN MISTIK

 

  1. 1.      Ontologi Pengetahuan Mistik
    1. a.      Hakikat Pengetahuan Mistik

Menurut asal katanya, kata mistik berasal dari bahasa Yunani mystikos yang artinya rahasia (geheim), serba rahasia (geheimzinning), tersembunyi (verborgen), gelap (donker), atau terselubung dalam kekelaman (in het duister gehuld).

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia Mistik mempunyai arti:

  1. Subsistem yang ada dihampir semua agama dan sistem religi untuk memenuhi hasrat manusia mengalami dan merasakan emosi bersatu dengan Tuhan, tasawuf, suluk
  2. Hal gaib yang tidak terjangkau dengan akal manusia biasa

Berdasarkan arti tersebut mistik sebagai sebuah paham yaitu paham mistik atau mistisisme, merupakan paham yang memberikan ajaran yang serba mistis (misal ajarannya berbentuk rahasia atau ajarannya serba rahasia, tersembunyi, gelap atau terselubung dalam kekelaman) sehingga hanya dikenal, diketahui atau dipahami oleh orang-orang tertentu saja, terutama sekali bagi penganutnya.

Mistik adalah pengetahuan yang tidak rasional, ini pengertian yang umum. Adapun pengertian mistik bila dikaitkan dengan agama ialah pengetahuan (ajaran atau keyakinan) tentang Tuhan yang diperoleh dengan cara meditasi atau latihan spiritual, bebas dari ketergantungan pada indera dan rasio (A.S. Hornby, A Leaner’s Dictonery Of Current English, 1957:828)
Pengetahuan Mistik adalah pengetahuan yang tidak dapat dipahami rasio, pengetahuan ini kadang-kadang memiliki bukti empiris tapi kebanyakan tidak dapat dibuktikan secara empiris.

 

  1. b.      Struktur Pengetahuan Mistik

Dilihat dari segi sifatnya, mistik dibagi menjadi dua bagian, yaitu:

  1.  Mistik Biasa yaitu  mistik tanpa kekuatan tertentu.  Dalam Islam mistik yang ini adalah tasawuf.
  2. Mistik Magis adalah mistik yang mengandung kekuatan tertentu dan biasanya untuk  mencapai tujuan tertentu.  Mistik magis ini dapat dibagi menjadi dua yaitu Mistik magis putih dan Mistik magis hitam.

Dalam prakteknya Mistik magis putih dan hitam, memiliki kegiatan yang relatif sama, nyaris hanya nilai filsafatnya saja berbeda.  Kesamaan itu terlihat dari Mistik magis putih menggunakan wirid, doa’ dan Mistik magis hitam menggunakan mantra, jampi yang keduanya pada segi prakteknya sama.

Mistik magis putih dalam islam contohnya ialah mukjizat, karomah, ilmu hikmah. Mistik magis putih selalu berhubungan dan bersandar pada Tuhan, sehingga dukungan Illahi sangat menentukan. Sedangkan Mistik magis hitam contohnya ialah santet dan sejenisnya yang menginduk kepada sihir.  Mistik magis hitam selalu dekat, bersandar dan bergantung pada kekuatan setan dan roh jahat. Istilah Mistik magis putih dan Mistik magis hitam, digunakan untuk sekedar membedakan kriterianya.  Orang menganggap Mistik magis putih adalah mistik magis yang berasal dari agama langit (Yahudi, Nasrani dan Islam), sedangkan Mistik magis hitam berasal dari dua agama itu.

 

  1. 2.      Epistimologi Pengetahuan Mistik
    1. a.      Objek Pengetahuan Mistik

Objek pengetahuan mistik ialah objek yang abstrak supra rasional/ supralogis, seperti alam gaib termasuk Tuhan, Malaikat, Surga, Neraka, Jin dan lain-lain. Termasuk objek yang hanya dapat diketahui melalui pengetahuan mistik ialah objek-objek yang tidak dapat dipahami oleh rasio, yaitu objek-objek supra natural (supra rasional), seperti Kebal, Debus, Pelet, Penggunaan Jin, Santet dan lain-lain.

 

  1. b.      Cara Memperoleh Pengetahuan Mistik

Pada umumnya cara memperoleh pengetahuan mistis adalah latihan yang disebut dengan riyadhah, dari situ manusia dapat memperoleh pencerahan, memperoleh pengetahuan. Pengetahuan mistik itu tidak diperoleh melalui indera dan tindakan juga dengan menggunakan akal rasional. Pengetahuan mistik diperoleh melalui rasa, ada yang mengatakan melalui intuisi, Al-Ghozali mengatakan melalui dhamir atau qalbu.

 

  1. c.       Ukuran Kebenaran Pengetahuan Mistik

Kebenaran mistik dapat diukur dengan berbagai macam ukuran. Bila pengetahuan itu berasal dari tuhan, maka ukurannya adalah teks Tuhan yang menyebutkan demikian. Tatkala tuhan mengatakan dalam Kitab Suci bahwa Surga dan Neraka itu ada, maka teks itulah yang menjadi bukti bahwa pernyataan itu benar. Ada kalanya ukuran kebenaran pengetahuan mistik itu kepercayaan. Jadi, suatu dianggap benar karena kita mempercayainya. Kita percaya bahwa jin dapat disuruh oleh kita untuk melakukan pekerjaan, ya kepercayaan itulah yang menjadi kepercayaannya. Ada kalanya kebenaran suatu teori dalam pengetahuan mistik diukur dengan bukti empiris. Dalam hal ini bukti empiris itulah ukuran kebenarannya

 

  1. 3.      Aksiologi Pengetahuan Mistik
    1. a.      Kegunaan Pengetahuan Mistik.

Pengetahuan mistik itu amat subjektif, yang paling tahu penggunaannya ialah pemiliknya. Dikalangan sufi (pengetahuan mistik biasa) dapat menentramkan jiwa mereka. Pengetahuan mereka seiring dapat menyelesaikan persoalan yang tidak dapat diselesaikan oleh sain dan filsafat.

Jenis mistik lain seperti kekebalan, pelet, debus dan lain-lain diperlukan atau berguna bagi seseorang sesuai dengan kondisi tertentu, terlepas dari benar atau tidak penggunaannya. Kebal misalnya dapat digunakan dalam pertahanan diri, debus dapat digunakan sebagai pertahanan diri dan juga untuk pertunjukan hiburan. Jenis ini dapat meningkatkan harga diri. Sementara mistik magis hitam, dikatakan hitam, antara penggunaanya untuk kejahatan.

 

  1. b.      Cara Pengetahuan Mistik Menyelesaikan Masalah

Cara mistik menyelesaikan masalah tentunya dilihat dari macam mistiknya kalau mistik biasa prosesnya dengan pendekatan terhadap Tuhan untuk mendapatkan ketentraman didalam hidupnya, dan mistik magis didalam menyelesaikan masalah dengan menggunakan kekuatan rohaniah yang biasanya muncul dari kalangan orang suci, yang selalu mengolah spiritualnya.   Berbagai kekuatan luar dan kondisi alam pun tunduk di bawah tekanan  pancarannya. Dan akhirnya para tokoh dapat merumuskan berbagai formulasi kekuatan rohaniah yang terkandung dalam Kitab suci. Dengan selalu memuji Tuhan dalam suatu bahasa tertentu dan ia memiliki magis tertentu bila dipraktekkan. Kekuatan alampun akhirnya tunduk dibawah sinar ilahi melalui huruf-huruf dan nama indah-Nya. Dengan kalam ilahi inilah jiwa-jiwa ilahi dapat digunakan manusia untuk menyelesaikan masalahnya.

Oleh: Alfri Royada; Erma Erwanti; Ida Siswati; Kus Hervida; Nur Kholis; Susilowati

About these ads
Kategori:Filsafat Ilmu
  1. Belum ada komentar.
  1. 15/12/2012 pukul 19:47

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 25 pengikut lainnya.